Mohon tunggu...
Theresia Iin Assenheimer
Theresia Iin Assenheimer Mohon Tunggu... Ibu dari dua putra

Belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Pengalaman Hobi Merangkai Bunga

25 April 2021   07:13 Diperbarui: 25 April 2021   18:28 261 18 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengalaman  Hobi Merangkai Bunga
Bunga mawar fb iin  assenheimer

Bicara tentang hobi, untukku merupakan ungkapan hati, ekspresi jiwa yang menyenangkan dan membahagiakan. Hobi itu sendiri, menurutku  tidak datang secara tiba-tiba, tetapi dipengaruhi oleh orang-orang sekitar kita saat masih kanak-kanak atau masa lalu. Baik itu orang tua, kakak atau siapa saja yang mempengaruhi hidup kita pada masa lalu. Melakukan hobi tersebut selain membahagiakan diri sendiri biasanya hasilnya bisa dinikmati orang lain. Merupakan kebahagiaan tersendiri bila hasilnya bisa membahagiakan orang lain.

Setelah aku renungkan dan aku ingat-ingat kembali, mengapa aku suka merangkai  bunga dan menanam bunga, sejak kapan dan siapa yang mempengaruhiku sehingga aku suka merangkai bunga. Berikut ini orang-orang yang mempengaruhiku dan secara tidak langsung mengajariku bagaimana merangkai bunga.  

1. Masa Kecil dengan Mbak Danar kakak sepupu, merangkai bunga  di sekolah

Saat itu aku masih taman kanak-kanak sedangkan mbak sepupuku sudah kelas enam SD. Kami berdua tinggal dan diasuh oleh simbah kakung dan simbah putriku di Ganjuran, Bantul. Setiap hari mbak Danar selalu berangkat kesekolah lebih pagi dari teman-temannya, sesampai di sekolah langsung memetik bunga di kebun sekolah dan dirangkai kemudian diletakkan di depan patung bunda Maria. Itu tugas mbak Danar yang diberikan suster Boromeo, suster kepala sekolah dan guru kami. Aku selalu mengikuti mbak Danar dan membantunya. Di kemudian hari tugas merangkai bunga ini menjadi tugasku, setelah mbak Danar lulus sekolah SD. Dari sini aku mulai mengenal merangkai bunga.

2. Bulik Menuk adik ibu, merangkai bunga di gereja.

Setiap kali liburan sekolah dan aku berlibur di rumah simbah Salam, simbah dari ibu, aku selalu diajak bulik Menuk adik ibuku untuk merangkai bunga di gereja. Sebelum merangkai bunga diajak pergi belanja ke toko bunga di pasar kembang di Yogyakarta. Dari sini aku mengenal bunga-bunga potong seperti Dahlia, Gladiola, Sedap Malam, Amarilis dan banyak lagi. Secara tidak langsung aku diajari merangkai bunga.

3. Mbah Bekti, merangkai bunga untuk kamar pengantin

Pada saat aku sudah mulai kuliah, aku belajar merias pengantin. Menurut kepercayan Jawa merias pengantin baru boleh dilakukan nanti kalau aku sudah menikah, sebelum menikah aku hanya boleh membantu. Pada saat liburan sekolah aku sering ke Jatiroto Lumajang Jawa Timur di rumah mbah Bekti, aku panggil mbah meskipun masih muda karena memang adik sepupu mbah kakungku. Beliau perias pengantin. Kalau kebetulan aku liburan di Jatiroto dan ada pengantin, aku selalu diajak untuk merias pengantin dan menghias kamar pengantin. Dari sini aku belajar menghias kamar pengantin.  

4. Merangkai bunga untuk peti mati belajar dari ibu-ibu di lingkungan ST. Bernadetha Banteng Baru, Paroki Banteng

Pada saat tinggal di tanah air bila ada orang meninggal di kampungku kami saling membantu merangkai bunga. Sebagai orang muda selalu membantu ibu-ibu bila ada orang meninggal atau layatan. Selain merangkai bunga juga membeli bunga sehingga saat itu aku tahu sekali dimana ada perkebunan anggrek, karena bunga anggrek jauh lebih murah dibeli dari kebun langsung dari pada di pasar kembang. 

Dari pengalaman merangkai bunga diatas aku sering menggunakan hobi dan kegemaranku merangkai bunga untuk aku sumbangkan atau sebagai hadiahku kepada teman-teman, kenalan, tetangga  atau saudara. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x