Mohon tunggu...
Theodorus BM
Theodorus BM Mohon Tunggu... Writer

Seorang pemuda yang senang menyusun cerita dan sejarah IG: @theobenhard email: theo_marbun@yahoo.com wattpad: @theobenhard

Selanjutnya

Tutup

Novel

Fisherman Village [Novel Land of Abyss]

4 Juli 2020   10:09 Diperbarui: 4 Juli 2020   10:02 11 3 0 Mohon Tunggu...

Revarth memasuki gerbang Fisherman Village dengan perasaan gusar. Adiknya telah diculik oleh Carmello. Dan ia paham bahwa dari semua tawanan Carmello, tidak ada yang bernasib baik. Di desa nelayan inilah ia menaruh harapan, karena ia tahu ayah dan ibunya hanya akan meratap terlalu lama mendengar penculikan Lorena. 

Fisherman Village terletak di tepi Danau Tobias, sebuah danau besar yang kaya dengan binatang lautnya. Pemandangannya indah. Di seberang danau dapat dilihat bukit - bukit hijau yang menjulang tinggi, tersembunyi di balik kabut putih yang menutupi permukaan danau. Perumahan penduduknya pun sederhana, rata - rata terbuat dari kayu atau bambu, namun berpadu asri dengan pemandangan.

Namun Revarth tidak punya waktu untuk menikmati pemandangan. Hatinya panas. Segera melewati salah satu rumah di pojokan, ia melempar orb ke pintu jerami, membuat pintu itu terpelanting ke belakang. Namun, sebagai gantinya, sebuah tombak melayang dari arah rumah.

Dengan sigap Revarth menangkap tombak itu. Ia tersenyum. Orang ini ada di rumah, pikirnya. Seekor anjing pun menyambut kedatangannya. Tampangnya besar, seperti anjing penjaga, bahkan melebihi tinggi dari Revarth. Pada awalnya anjing ini menyalak keras. Namun, begitu mengenal Revarth, ia berganti mengelus kakinya.

"Selamat pagi, Kuma. Bobo ada?"

Seakan memahami pertanyaan Revarth, anjing ini masuk lagi ke dalam pondok. Kali ini dari dalam rumah keluar seorang pemuda belia bertampang mungil, berpakaian kain kusut layaknya nelayan. Mukanya mirip dengan Revarth, ia memiliki telinga binatang layaknya dirinya. Namun wajahnya kasar. Dalam keadaan diam pun, wajahnya seperti hendak ingin menerkam.

"Apa yang membawa seorang pangeran ke Fisherman Village?"

Revarth mengeluh, "Kau tidak mengerti, Bobo. Nana sudah diculik."

"Nana?" ujar Bobo dengan terkejut. "Lorena? Yang benar saja? Siapa yang menculiknya?"

"Carmello, binatang sialan itu. Ketika kami sedang berkelana di Dawn Forest."

Revarth lalu menceritakan apa yang terjadi kepada Bobo. Bobo lalu bertanya tentang pendapat ayahnya, Raja Khistos. Revarth mengaku tidak tahu, karena ia langsung menuju kemari untuk meminta bantuan Bobo, sepupu sekaligus sahabat baiknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x