Mohon tunggu...
Ragu Theodolfi
Ragu Theodolfi Mohon Tunggu... Lainnya - Penikmat seni, pencinta keindahan

Happiness never decreases by being shared

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Kenali Nyamuk di Sekitar Kita

20 Agustus 2021   06:00 Diperbarui: 20 Agustus 2021   07:06 1167
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi kepala nyamuk Anopheles sp (wrbu.si.edu)

Larva nyamuk  Armigeres menyukai habitat air dengan kandungan organik, lubang pohon, batang kayu berongga, potongan bambu, seresah daun.  Kehadiran nyamuk ini erat kaitannya dengan penularan JE maupun filariasis. 

Ilustrasi nyamuk  Armigeres sp (wrbu.si.edu)
Ilustrasi nyamuk  Armigeres sp (wrbu.si.edu)

Nyamuk Mansonia

Jenis nyamuk Mansonia  memiliki 25 spesies. Peranan nyamuk ini adalah berkaitan dengan penularan penyakit JE, filariasis maupun yellow fever. Habitat larva nyamuk ini adalah pada kolam dan danau yang terdapat eceng gondok terapung atau selada air. 

Pengendalian terhadap nyamuk

Pengendalian terhadap nyamuk perlu dilakukan untuk mencegah rantai penularan penyakit. Pengendalian ditujukan pada fase pra dewasa (larva) maupun pada fase dewasa, dapat dilakukan secara fisik, biologi maupun kimia.  

Pengendalian yang dilakukan mengacu pada data tentang bioekologi vektor setempat, dinamika penularan penyakit, ekosistem, dan perilaku masyarakat yang bersifat spesifik lokal (evidence based).

Manipulasi dan modifikasi lingkungan.  Kegiatan ini ditujukan untuk larva nyamuk maupun nyamuk dewasa. Tujuannya untuk mengurangi sumber penularan atau tempat perkembangbiakan nyamuk. Ini dilakukan dengan cara penimbunan tempat perkembangbiakan, pengeringan secara berkala, mengalirkan genangan air, pengaturan pola tanam, pembersihan rumput atau lumut termasuk mengganti air dalam vas bunga secara rutin.

Memanfaatkan hewan tertentu sebagai barrier/ pembatas adalah salah satu cara yang dilakukan  agar nyamuk tertarik untuk menghisap darah hewan daripada manusia.

Pengendalian larva. Pengendalian larva dapat dilakukan secara biologi maupun kimia. Memelihara ikan jenis tertentu seperti ikan kepala timah (Aplocheilus panchax), penggunaan bakteri jenis tertentu adalah cara pengendalian biologis yang dapat dilakukan. Pemberian larvisida seperti abate atau hormon pengatur pertumbuhan larva (IGR) juga dapat diterapkan sebagai bentuk pengendalian kimia. 

Pengendalian nyamuk dewasa. Pengendalian nyamuk dewasa dapat dilakukan secara biologis,  kimia, maupun fisik. Secara biologis dapat menerapkan berbagai teknologi tepat guna seperti melepaskan jantan mandul ke alam. Secara kimia dapat memanfaatkan bahan kimia sintetik maupun bahan kimia alami. 

Pengasapan (fogging), penyemprotan dinding rumah, penggunaan repellent (penolak nyamuk) adalah aplikasi pengendalian secara kimia. Pengendalian secara fisik juga dapat dilakukan seperti penggunaan kelambu berinsektisida, pemasangan kawat kasa dan lain-lain. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun