Mohon tunggu...
Ferdi Setiawan (Mas Blangkon)
Ferdi Setiawan (Mas Blangkon) Mohon Tunggu... Jurnalis - Mahasiswa S2 Magister Ilmu Komunikasi Politik

Hanya Senang Berbagi Informasi, Ilmu dan pengalaman dengan tetap mengutamakan Edukasi agar senantiasa Menginspirasi.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Anies AHY: Aliran Baru Bangun Indonesia?

7 Oktober 2022   16:00 Diperbarui: 7 Oktober 2022   16:05 374
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Teriakan “Hidup Anies-AHY” digelorakan Relawan dan Kader partai Demokrat

Drama politik di depan layar kembali kembali menghangatkan media massa mainstream dan media sosial dengan adanya pertemuan antara Calon Presiden Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Silaturahmi Senior (Anies) kepada Yunior (AHY) tersebut bukan tanpa alasan dan mengandung pesan politik luar biasa kepada para punggawa parpol lain yang sama-sama akan berebut kekuasaan dalam gelaran pemilihan Presiden 2024. 

Tak bisa dipungkiri setelah diberi mandat sebagai Capres oleh partai Nasdem, Anies memang diberi kebebasan dalam menetukan pendampingnya sebagai Cawapres, meski di belakang layar tetap Anies pasti harus mengkomunikasikan gerakan politiknya dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Dari segi teori paradigma naratif, gaya komunikasi kedua tokoh ini memiliki kemiripan baik secara verbal maupun non verbal yakni santun, tutur bahasanya tertata, lugas dan secara reflek sama sama sering menggerakan tangan saat menjelaskan pesan atau narasinya. 

Cara komunikasi Anies Baswedan dan AHY sama sama komunikasi tingkat tinggi (high context), sebuah pola komunikasi yang pesannya lebih tersampaikan secara tidak langsung atau implisit, serta memiliki sematan pesan yang ingin disampaikan dari aspek non-verbal. 

Namun dari segi Semiotika, keduanya justru menunjukkan perbedaan yang cukup kontras. Sebelum konferensi pers dimulai AHY terlihat lebih canggung saat bertatap muka dengan Anies, sementara Anies terlihat lebih santai dan menikmati panggung di markas partai Demokrat. 

Selama berbicara di depan para jurnalis, saat menyebut nama Anies Baswedan, AHY hampir selalu melihat ke sosok Anies yang berada di sampingnya, sementara justru sebaliknya Anies jarang menoleh ke muka AHY saat menyebut nama putra sulung SBY tersebut. 

Hal ini bisa diartikan AHY sangat menghormati dan mengagumi sosok Anies Baswedan, padahal seharusnya peran itu harus dimanfaatkan AHY untuk mendapat sorotan lebih dari publik saat menerima Anies, terlebih AHY adalah Ketua Umum Partai Demokrat sementara Anies Baswedan saat ini bukan Ketum Parpol bahkan bukan anggota parpol sekalipun.

(Dok Pribadi Penulis)
(Dok Pribadi Penulis)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun