Mohon tunggu...
Anjas Permata
Anjas Permata Mohon Tunggu... The Architect

Saya adalah seorang Proffessional Executive di salah satu Lembaga Multifinance besar Indonesia (PT. BFI Finance Indonesia, Tbk). Saya seorang praktisi hipnotist dan hipnoterapist bersertifikasi Indonesian Hypnosis Center (IHC). Saya merupakan anggota dari Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI). Ketertarikan saya terhadap mind technology membawa saya pada titik kesempurnaan dimana The Architect ini tercipta.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

5 Tips Cek Kesehatan Mental Karyawan Pasca Berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja

18 Oktober 2020   19:54 Diperbarui: 22 Oktober 2020   22:55 116 25 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
5 Tips Cek Kesehatan Mental Karyawan Pasca Berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja
ilustrasi kesehatan mental

"Genderang perang telah berkumandang. Apakah ini realitas negara yang dipenuhi angkara. Ataukah titik awal bagi kita untuk mengubah wajah bangsa"

Sebuah sejarah telah "diskenariokan" oleh sekelompok penguasa. Benar saja RUU yang sejatinya banyak dipertanyakan dan diperdebatkan dalam berbagai forum, baru-baru ini sudah disahkan menjadi produk hukum resmi.

"Kami memang tak memiliki kuasa atas kewenangan itu pak... namun sebagai Warga Negara Indonesia, kami punya hak untuk bersuara lantang"

Ini negara demokrasi milik bersama bukan kepunyaan oligarki atas nama. 

Pemberlakuan undang-undang Cipta Kerja membawa implikasi sistemik ditengah masyarakat. Kini lebih kurang 131 juta pekerja harus dihadapkan pada situasi polemik "easy hiring, easy firing".

Disatu sisi spirit membuka lapangan kerja dan menekan angka pengangguran menjadi cita-cita indah pemerintah. Sebaliknya bagi para pekerja kondisi ini menciptakan kekhawatiran bias yang melebar ke segala penjuru kehidupan. Upah, kesejahteraan, kepastian status, karir serta kontinuitas kegiatan bekerja berkecamuk didalam kepala mereka. 

Hmmm... sebuah pemikiran idealis saya mengatakan :

sumber : dokumentasi pribadi
sumber : dokumentasi pribadi

Baiklah cukup sampai disini, mudah-mudahan masih ada sang bijak disana yang membaca opini saya. Entah sedikit ataukah banyak yang penting keluarkan saja isi hatimu kawan. 

Kali ini saya lebih tertarik untuk bersikap solutif. Karena penting memikirkan masa depan ketimbang beradu argumen menerima atau menolak perilaku buruk penguasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN