Mohon tunggu...
Faridhian Anshari
Faridhian Anshari Mohon Tunggu... -

Seorang spectator sedari kecil yang "kebetulan" menjadikan sepakbola sebagai teman dan ramuan dalam eksperimen ajaibnya.

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Secuil Memori dari 16 Hari Bermain Bersama Asia

5 September 2018   16:36 Diperbarui: 5 September 2018   16:46 553 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Jalan Sudirman masih tetap macet, namun halte bus trans Jakarta yang berdiri tegak didepan pelataran Gelora Bung Karno sudah mulai lenggang dan tampak normal seperti hari-hari diawal bulan Agustus. Sebuah perhelatan besar, ajang olahraga terbesar di Asia (dan mungkin terbesar nomor dua di dunia), baru saja usai. 

Pesta olahraga yang melibatkan 45 negara dan ribuan atlet, telah selesai menghembuskan nafas di negara tercinta kita, Indonesia. Jakarta dan Palembang mewakili puluhan provinsi di NKRI sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan sebuah ajang besar yang (lagi dan lagi) dimenangi oleh China yang total jenderal berhasil mengumpulkan 289 medali. 

Menang jauh dari sang runner up, Jepang yang "hanya" sanggup mendulang 205 medali. Indonesia sendiri sebagai tuan rumah bolehlah dikatakan cukup berhasil dengan total jenderal mengumpulkan 98 medali. Sebuah rekor tersendiri untuk negara kita, yang empat tahun lalu hanya duduk di posisi belasan.

Dari penyelenggaraan yang cukup menyita atensi dan perhatian masyarakat kita, bolehlah dikatakan bahwa Asian Games ke 18 ini cukup berhasil menyeret atensi warga Indonesia, khususnya sekitaran Jabodetabek (jakarta-Bogor-Depok-Tanggerang-Bekasi) untuk hadir langsung dan rela berdesak-desakan menonton sebuah olahraga yang mungkin dalam kesehariannya jarang sekali disaksikan secara langsung. 

Saya berani yakin bahwa ada banyak sekali momen dari Asian Games kali ini yang akan selalu tertancap di dalam benak warga Indonesia, dan meninggalkan memori yang cukup dalam.

Saya sendiri disibukkan dengan melakukan beberapa riset kecil mengenai penyelenggaran Asian Games yang ternyata cukup memperlihatkan bahwa masih perlu ada beberapa pembenahan di sudut-sudut terkecil dari mapping pekerjaan yang diciptakan oleh INASGOC. 

Namun, di luar itu semua, saya juga hadir di GBK dan rela berdesak-desakan untuk memeriahkan Asian Games, dan ikut menyerukan kalimat "EN..DO..NE..SA" di setiap cabang olahraga yang saya tonton yang didalamnya melibatkan atlet kita. 

Sebuah suasana dan hype yang tidak akan terlupakan. Sangat berbeda dengan hype ketika menonton pertandingan bola yang melibatkan timnas kita. Kegaduhan yang biasanya dilontarkan oleh supporter fanatik merah putih yang berjumlah puluhan ribu, seperti terserap lewat ratusan orang yang menonton cabang olahraga hockey, yang jelas kalah jauh popularitasnya dibandingkan sepakbola.

Apapun itu, susasana, atensi, kegaduhan, hingga kekecewaan yang menyelubungi Asian Games patut kita kenang. Bisa lewat jepretan foto layaknya fotografer handal, hingga berlomba-lomba mengabadikannya di sebuah feed khusus di sosial media pribadi. 

Saya sendiri mencoba mengabadikan Asian Games XVIII kali ini lewat tulisan ringan yang saya berikan untuk santapan hangat warga Indonesia. Karena Asian Games kali ini diselenggarakan selama 16 hari (tertanggal 18 Agustus hingga 2 September), maka saya merangkum 16 momen keren nan memorable yang smepat menjadi bahan perbincangan warga kita, hingga menjadi konsumsi di masyarakat level dunia lewat tagar (#AsianGames18) yang betebaran di berbagai sosial media selama dua minggu lebih. 

Sepuluh momen yang saya tulis ini belum tentu mewakili 16 hari penyelenggaraan, namun kurang lebih setiap momen yang saya tulis cukup jelas menjadi kehebohan di sosial media dalam 16 hari yang memeriahkan Jakarta dan membuat kita melupakan bahwa tiga minggu yang lalu, perang politik sedang puncak-puncaknya. Selamat membaca seluruh momen ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan