Thamrin Dahlan
Thamrin Dahlan profesional

Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Saran Pena Kawan

Selanjutnya

Tutup

Politik featured

Kandidat Gubernur DKI Jangan Membuat Kesalahan Fatal dalam 3 Hari Ini

17 September 2012   00:09 Diperbarui: 12 Februari 2017   16:31 2143 7 3
Kandidat Gubernur DKI Jangan Membuat Kesalahan Fatal dalam 3 Hari Ini
Ilustrasi - pilkada DKI 2012. (Kompas)

H-3 Pilkada DKI, warga semakin paham kualitas Cagub-Cawagub DKI 2012-2017. Pemahaman sosok pribadi calon pemimpin Kota Jakarta itu didapat dari hari ke hari melalui suguhan media elektronik. Entah debat entah tayangan kunjungan ke pelosok kumuh permukiman, yang jelas semakin terlihat pula akting para cagub tersebut. Khusus Bang Foke, semakin banyak jadwal dinas berkunjung ke warganya yang selama ini jarang beliau lakukan. Kalau saja pola kerja seperti ini beliau lakukan selama 5 tahun ke belakang, awak pikir beliau tidak perlu payah payah lagi melakukan kegiatan "aneh" itu.

Jokowi diuntungkan dalam posisi belum pernah menjadi gubernur Jakarta sehingga dia tidak digugat karena masalah kemacetan dan kebanjiran. Foke kerepotan menjawab pertanyaan berkenaan dua masalah tesebut, sedangkan Cawagub Nara hanya nampang doang dengan tingkat pemahaman kondisi Ibu Kota yang sungguh memprihatinkan. Sedangkan Basuki, dengan tingkat intelektual di atas rata-rata tampaknya harus menahan diri menyampaikan ide-ide briliannya melalui tata cara kesopanan yang lebih santun.

Warga DKI semakin tahu ke mana hak suara akan diserahkan. Hak suara yang hanya satu per warga setiap 5 tahunan ini sungguh sayang kalau tidak digunakan. Nilai satu suara akan sangat berarti dalam hitungan kumulatif jumlah suara, karena siapa tahu hak suara Anda itu menjadi penentu bagi perubahan mendasar dalam pembenahan Kota Jakarta.

Kini masa kampanye telah usai, hari-hari tenang menjelang Kamis, 20 September 2012, warga sudah cukup mendapat informasi tentang kualitas calon pimpinan DKI. Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu yang luar biasa dalam 3 hari ke depan, kecuali Tuhan Yang Mahakuasa berkehendak. Kehendak Tuhan tersebut apakah berupa petunjuk atau petanda ke mana suara akan diberikan bisa saja terjadi. Kejadian luar biasa (KLB) tersebut bisa dalam bentuk sesuatu hal yang tak terduga.

Oleh karena itu, awak sarankan kepada para kandidat agar tenang, tidak belingsatan. Artinya, Anda jangan sampai membuat kesalahan fatal. Dalam masa tenang, jangan sampai beliau-beliau itu berbuat suatu kegiatan yang dilarang oleh Panwaslu. Perbuatan itu adalah kesalahan besar yang berakibat turunnya pamor yang berujung pada turunnya perolehan suara.

Wajar saja kalau Foke-Nara dan Jokowi-Basuki semakin tinggi tensi emosinya karena hanya ada satu pemenang dan satu pecundang. Awak rasa sudah cukuplah upaya-upaya yang dilakukan untuk memberikan informasi kepada warga tentang program Anda. Kini saatnya bertenang diri, berdoa, dan berdoalah sebanyak mungkin. Semoga keinginan Anda menjadi gubernur DKI diridhoi Tuhan Yang Mahakuasa. Setelah berdoa banyak pula bersedekah kepada dhuafa, semoga doa-doa yang dilantunkan orang teraniaya itu diijabaah Tuhan Yang Mahaadil, Amin Ya Rabb.


Salam salaman


Jakarta 17 September 2012


TD