Mohon tunggu...
Thamrin Dahlan
Thamrin Dahlan Mohon Tunggu... Saya seorang Purnawirawan Polri. Saat ini aktif memberikan kuliah. Profesi Jurnalis, Penulis produktif telah menerbitkan 20 buku. Organisasi ILUNI Pasca Sarjana Universitas Indonesia.

Mott Menulis Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Saran Pena Kawan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Musim Liburan Sekolah Waktu Paling Tepat Khitanan Anak Muslim

23 Desember 2018   18:03 Diperbarui: 23 Desember 2018   19:09 0 1 0 Mohon Tunggu...
Musim Liburan Sekolah Waktu Paling Tepat Khitanan Anak Muslim
dokpri

 

Khitanan Massal di Masjid Baturrahman Perumahan Bumi Harapan Permai (BHP) Kelurahan Dukuh Jakarta Timur.  50 Orang  anak SD berasal dari BHP dan Kampong Bojong, Kampung Rambutan serta dari beberapa wilayah lain  Ahad 23 Desember 2018 melaksanakan salah satu sunah Rasulullah Nabi Muhammad SAW  yaitu di sunat.

Betapa bahagia oranmg tua dan keluarga  ketika mengantarkan putranya.  Bukan karena khitanan ini gratis tetapi jauh lebih itu sunat merupakan salah satu ajaran  Agama Islam. Biasanya di masa liburan khitanan massal dilakukan oleh beberapa Masjid atau Lembaga Pendidikan ataupun Instansi terkait. Inilah waktu yang paling tepat melaksanakan prosesi sunat agar anak anak tidak terganggu dalam pelajaran di sekolah.

Para tokoh masyarakat BHP tampak sumringah bersebab pelaksanaan Khitanan  berjalan lancar dan bisa diselenggarakan untuk kesekian kalinya. Bapak Amier Hartono Penasehat Masjid, Bapak Moelyono mantan RW 06, Bapak Haji Sowarno, Bapak Toto Tokoh Masyarakat, Bapak Maman Ketua RT 05 serta Bapak Edyanto. Dukungan dari para Penggiat Baitullah ini memiliki peran besar sehingga acara rutin tahun 2018 dapat terus diadakan.

dokpri
dokpri
Paniitia yang terdiri Ibu Sumarno dan Ibu Tjahyadi serta Ibu BHP mengatur jadwal panggilan giliran anak anak.  Tampak pula  Ibu Ibu  melayani konsumsi dan pemberian cindera mata.  Ruang Kantor Masjid Baiturrahman untuk sementara dialih fungsikan menjadi meja operasi.  Terdapat 4 meja yang dilayani oleh Dokter dan Perawat melakukan tindakan medis khitan anak secara bergiliran.

Informasi terkait khitanan anak muslim ini jauh jauh hari sudah di informasikan kepada warga melalui spanduk di kawasan BHP dan sekitarnya.  Alhamdulillah cukup banyak orang tua yang mendaftarkan anak . Pada Hari H mereka pagi pagi telah hadir di serambi Masjid Baiturrahman.  Sebelum disunat anak anak bertukar baju dulu dengan baju koko, kain sarung dan kopiah haji.  Sepertinya memang itulah hadiah pertama untuk mereka dalam rangka membesarkan hati agar tidak terlalu khawatir.

dokpri
dokpri
Bukan menjadi rahasia umum ada olok olok kepada anak anak SD yang belum disunat.  Kerap terdengar guyonan di kalangan Sekolah Dasar atau ketika bermain.  Di kampong kami anak anak yang belum disunat di gelari sebutan  Kulup.  Bisa jadi inilah salah satu motivasi terkuat anak anak sehingga mereka merengek minta sesegera  mungkin di sunat agar bebas dari rasa malu sebagai anggota Komunitas Kulup.

Soal menangis atau tidak menangis adalah jamak.  Ada anak yang tetap tenang walaupun ada rasa sedikit namun bisa ditahan. Malah justru orang tua yang terlihat terlalu cemas melihat anak kesayangan meringis. Untunglah Dokter dan Perawat sangat berpengalaman menangani anak anak yang takut dengan caranya sendiri. Sehingga walaupun ada yang ketakutan namun dalam waktu kurang dari 20 menit prosesi sunatan satu persatu anak diselesaikan.

dokpri
dokpri
Lucu juga memperhatikan  wajah meringis anak anak yang baru saja di khitan.  Mereka pulang membawa obat obatan dengan pesan tidak  pakai celana dalam 2 hari kedepan. Para sesepuh tersenyum menyaksikan anak anak mengangkat sarung tinggi tinggi. Tentu saja agar bekasan sunatan  tidak tersentuh.  Sebelum pulang kepada anak anak Panitia Khitanan Anak Muslim BHP  menerima berkah uang Rp. 400.000,- 

"bagi anak anak dana itu sudah sangat besar sekali Pak TD"

Demikain ucap sobat Ananto Fajar yang juga mengantarkan anak kerabat ikutan khitanan anak muslim 2018.  Alhamdulillah sebelum waktu Shalat Dzuhur semua anak selesai khitanan, petugas membereskan perlatan. Artimya selesailah  upacara sakral khitanan sebagai bukti secara fisik anak anak kita menjadi seorang muslim yang membedakan dirinya dengan anak anak ber agama lain.

dokpri
dokpri
Selain itu bapak bapak di masjid tidak bisa lagi melarang anak anak berbaris dibagian depan ketika shalat jamaah.  Pasalnya apabila seorang anak sudah di sunat maka mereka sudah dianggap masuk hitungan dalam berjamaah.   Tidak seperti di desa desa,  anak anak kota tidak perlu juga diarak naik singa singaan keliling kampong.  Cukup Ayahanda dan Ibunda syukuran mengundang para tetangga dan sanak saudara mengabarkan bahwa si Doel sudah di sunat.

Satu hal lagi yang agak aneh secara fisiologis biasanya anak anak yang sudah di khitan tubuhnya secara otomatis cepat menjadi lebih besar dan tinggi. Entah karena makannya lebih banyak ataukah ada hubungan rasa percaya dirisudah  menjadi seoang moslem sejati, Entahlah.  Satu hal pasti kepada Khadimullah Masjid Baiturahman boleh diacungkan 2 jempol bersebab berhasil menampilkan Baitullah memiliki peran sosial kemasyarakatan disamping sebagai tempat ibadah mahdah.  

BHP, 23/12/2018

Salamsalaman

TD