Thamrin Sonata
Thamrin Sonata wiraswasta

Freelance writer

Selanjutnya

Tutup

Kandidat

Mahfud MD, Profesor yang Dibikin Bingung

11 Agustus 2018   06:46 Diperbarui: 11 Agustus 2018   09:11 168 1 2
Mahfud MD, Profesor yang Dibikin Bingung
Prof Mahfud MD memberikan kata pengantar buku kumpulan tulisan Kompasianer: (in) Toleransi, 2017| Dokumentasi pribadi

Politik, kata orang pintar: The Art of the possible. Kata kita-kita, apalagi yang Jawa opo wae iso, ajur-ajer. Dalam bahasa Mandra yang Betawi: lu jual gue beli. Padahal, mana mungkin seorang agamawan bisa dibeli. Sehingga saya sempat timbul senyum: profesor ... disebutkan Jokowi saat mengumumkan siapa pendampingnya dalam pencalonan Presiden-Wakil Presiden kontestasi 2019, esoknya mesti mendaftar ke KPU di Jalan Diponegoro -- pangeran yang dibohongi Belanda dan kemudian ditangkap seperti kemudian digambarkan oleh pelukis besar Raden Saleh.

"KH Ma'ruf Amin...!"

Der!

Kaget saya. Bukan alang kepalang. Karena secara langsung (live) KOMPAS TV menayangkan jelang deklarasi Jokowi dikepung para petinggi partai dan terutama pemberi mandat Megawati sejak di Bali sono: Jokowi maju lagi Pilpres 2019.

Sudahlah. Yang profesor ternyata bukan Mahfud MD, guru besar Tata Negara itu. Agak diuntungkan karena saya bisa melihat bahasa tubuh lelaki Madura berkemeja putih yang bermukim di Jogja itu. Menerima telpon dengan wajah tidak sumringah. Nyaris seperti orang kebingungan. Secara paralel cutting -- dalam bahasa sinematografi -- Jokowi menyebut Ketua MUI sebagai pendampingnya.

Padahal lain, Prof Mahfud MD yang kerap menjadi kiblat yang muda-muda sebagai yang masih berakal sehat. Sohib atawa "anak buah" Gus Dur yang super nyeleneh menuntun kita ke jalan terang cara memandang persoalan yang sedang beranjak panas. Lalu ia meredamnya secara elegan. Dengan data dan analisis tingkat guru besar.

Mahfud mendadak menjahit baju putih, dalam persiapan digandeng Jokowi dalam Pilpres 2019. Ia menyebutnya, bahkan agak detail agenda deklarasi di Menteng itu, 9 Agustus itu. Ketika yang disebut profesor itu adalah Maruf Amin, esoknya toh dengan bahasa tenang: saya tidak kecewa. Hanya kaget saja. Jokowi jangan merasa bersalah. Itulah politik.

Ada pembelajaran  terbaru dalam perpolitikan kita. Di mana Prof KH Maruf Amin sendiri dalam hitungan menit baru dikabari untuk disandingkan dengan Jokowi -- yang dikepung para petinggi politikus -- persisnya sembilan wali partai.

Kekagetan Prof Mahfud, bukan basa-basi. Dan kita pun bukan basa-basi dibuat tercengang. Politik yang membingungkan? Anda punya jawaban sendiri-sendiri. Bebas saja. Ini seni kemungkinan. Bah! ***