Mohon tunggu...
Thalia DewiFortuna
Thalia DewiFortuna Mohon Tunggu... Mahasiswa - KKN Tematik UPI 2021

Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

KKN UPI : Pendampingan Usaha Berbasis Digital Guna Meningkatkan Pemasaran UMKM

26 Juli 2021   21:32 Diperbarui: 26 Juli 2021   21:34 26 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
KKN UPI : Pendampingan Usaha Berbasis Digital Guna Meningkatkan Pemasaran UMKM
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Saat ini Indonesia dan dunia sedang dilanda oleh pandemi covid-19. Pandemi ini mewabah ke berbagai wilayah baik perkotaan maupun pedesaan. Situasi tersebut menyebabkan banyak dampak buruk yang terjadi pada masyarakat seperti penyebaran penyakit yang tinggi, perekonomian yang terguncang dan Pendidikan yang menjadi berantakan. Pemerintah Indonesia mengeluarkan berbagai upaya untuk mengurangi terpaparnya virus dengan menerapkan tindakan social distancing dengan mengurangi mobilitas pada masyarakat.

PSBB dan PPKM merupakan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia bertujuan untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan masyarakat guna menekan tingginya angka penularan covid. Hal itu berdampak sangat besar pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Akibatnya beberapa sektor perekonomian harus berhenti beroperasional guna untuk menekan tingginya penularan virus covid di Indonesia. Situasi tersebut sangat berpengaruh besar bagi Para pelaku UMKM di Indonesia karena mereka berada di garis terdepan dalam merasakan kondisi ekonomi yang di sebabkan oleh pandemi ini.

UMKM merupakan pelaku usaha yang kuat dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Karena dalam situasi negara yang saat ini sedang mengalami pandemi terdapat beberapa pelaku UMKM yang pada kenyataannya mereka dapat berkembang. Tetapi banyak juga para pelaku usaha mikro yang akhirnya harus gulung tikar karena kurangnya modal, menurunnya omzet usaha dan lain sebagainya. Oleh karena itu pemberdayaan pelaku UMKM sangat penting dalam membantu meningkatkan pembangunan ekonomi nasional.

Kelurahan Samoja merupakan salah satu Sentra Pelaku UMKM di bidang Furnitur dan Etalase di Bandung. Situasi pandemi saat ini mengakibatkan mereka mengalami penurunan omzet secara drastis. Terlebih ketika kebijakan PPKM Darurat di berlakukan, para pelaku usaha merasa semakin menurun dengan adanya peraturan larangan beroperasional bagi para pelaku usaha non essensial. Dari mulai pemilik usaha, pegawai hingga kuli panggul banyak mengeluh mengenai situasi saat ini.

"Kondisi ppkm sekarang ini bikin kita masyarakat kecil menjadi serba salah dalam mencari nafkah, kita para pelaku usaha mau buka toko aja dikejar kejar oleh satpol pp saya prihatin kepada pegawai dan kuli angkut disini karena mereka mendapat uang hanya ketika kami para pemilik usaha mendapat orderan saja." ujar Asep pelaku UMKM furnitur dan etalase Malabar.

Oleh karena itu para pelaku usaha perlu membuat stategi agar dapat meningkatkan kembali penjualan produk mereka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guna untuk meningkatkan kembali omzet penjualan yaitu dengan adanya pertukaran informasi dan wawasan terbuka bagi sesama pelaku UMKM di Wilayah Kelurahan Samoja. Melalui sebuah wadah yang kami rancang dan tawarkan bersama Kelurahan Samoja, kami membentuk sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang ekonomi dengan nama Komunitas Pelaku UMKM Furnitur dan Etalase Malabar (KUFEM). Dengan adanya komunitas ini di harapkan dapat membantu para sesama pengusaha furniture dan etalase yang sedang berjuang dalam meningkatkan pemasaran produk mereka. menjadi fasilitator dalam hubungan birokrasi antar pemerintah, dan menjadi media informator bagi para pelaku usaha furniture dan etalase Malabar. Pendampingan pemasaran produk pada komunitas dilaksanakan secara daring dengan pemberian materi megenai strategi pemasaran 4p, pertukaran informasi melalui webinar dan kegiatan positif lainnya yang dapat membantu para pelaku UMKM berkembang dalam usahanya di tengah pandemi saat ini.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN