Mohon tunggu...
Nevi Zuairina
Nevi Zuairina Mohon Tunggu... Politisi - Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Anggota Komisi V DPR RI Periode 2019 - 2024 Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Daerah Pemilihan Sumatera Barat II

Selanjutnya

Tutup

Money

Bangga Buatan Indonesia, Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?

25 September 2021   16:18 Diperbarui: 14 Oktober 2021   16:08 143
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pada pekan lalu (14/9/2021) Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau disingkat Gernas BBI. Gerakan itu dikatakan Presiden Jokowi, sebagaimana dikutip dari media massa disebutkan sebagai gerakan yang memberikan perlindungan dan bentuk komitmen pemerintah dalam memajukan sektor UMKM dan usaha rakyat ditengah badai pandemi Covid19 yang belum tahu kapan akan berakhir.Tentu saja dari sisi gerakan, keberadaan Gernas BBI ini harus diapresiasi sebagai langkah pemerintah dalam mewujudkan komitmen untuk memajukan produk lokal yang selama ini bermain di pasar menangah kebawah dan mikro. Kita tahu bahwa banyak dan teramat banyak produk dan buatan masyarakat kita yang saat merajai penjualan di berbagai patform jual beli baik daring maupun offline.

Produk produk lokal dan asli buatan warga masyarakat tersebut merupakan wujud dari kreatifitas usahawan lokal yang tentu saja harus dilindungi, difasilitasi dan dikembangkan bersama oleh palaku usaha dan pemerintah.

Untuk skala Sumatera Barat saja misalnya, berbagai produk hasil kerajinan lokal dan berbahan lokal kini bermunculan dan mulai dipasarkan di berbagai platform jual beli online seperti BukaLapak, Tokopedia, Shopee dan  berbagai media jual beli online lainnya.

Seperti halnya Presiden Jokowi yang mengharapkan agar masyarakat agar saling membantu agar ekonomi Indonesia tidak terkapar akibat pandemi Covid19, saya juga menaruh harapan yang tak kalah besar agar masyarakat kita selaku konsumen terdekat juga memiliki niat dan daya untuk membeli karya produk Indonesia.

Ada banyak produk lokal dan buatan anak bangsa Indonesia yang bahkan sudah mendapatkan pengakuan dunia internasional. Diantaranya adalah kerajinan Batik yang saat ini sudah tersedia dalam berbagai varian model dan corak. Untuk Sumatera Barat, berbagai corak dan motif batik bahkan tersedia dalam puluhan motif dan corak yang menandai dari mana batik tersebut diproduksi.

Kita memahami ada kendala dalam pengolahan produk tersebut, namun melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ini, berbagai kekurangan itu menjadi tanggung jawab bersama bagi kita untuk memperbaiki dan menyempurnakannya.

Kembali ke Gernas BBI, saya mencatat setidaknya ada tiga tujuan gerakan Bangga Buatan Indonesia tersebut antara lain, yaitu memicu dan meningkatkan jumlah industri kecil dan menengah, menciptakan value creation bagi IKM/UKM, dan yang terakhir meningkatkan permintaan produk-produknya.

Meski baru saja diresmikan oleh Presiden, namun sejatinya gerakan ini sudah dimulai sejak lama. Bahkan pada saat krisis moneter pada tahun 1998 silam, berbagai kampanye serupa sudah dilakukan guna mempertahankan sektor UMKM yang terbukti mampu paling bisa bertahan ditengah badai krisis dunia. Kini muncul pertanyaan, apakah gerakan itu efektif untuk melindungi UMKM ? Tentu saja pertanyaan ini menarik untuk dibahas bersama. sebab sejak dimulainya program Gernas BBI sejak bulan Mei 2020 silam, tercatat hingga bulan April 2021, sebanyak 5.714.631 unit UMKM sudah masuk (on boardinh) ke ekosistem digital. Angka statistik ini jelas sangat mengembirakan. Namun disisi lain angka sebesar itu juga merupakan pekerjaan rumah yang besar dan berat untuk dipertahankan.

Karena itu, Pemerintah harus terus mendorong agar produk UMKM lokal tersebut mampu bertahan dan berkembang serta naik peringkat. Tidak itu saja, pemerintah harus mampu memberikan keringanan berusaha bagi startup lokal untuk berkembang, termasuk memfasilitasi ketersediaan infrastrukur digital yang representatif dan mumpuni.

Tantangan dan peluang tentu saja tetap ada seiring berjalannya waktu. Kesuksesan program Bangga Buatan Indonesia sangat ditentukan oleh market lokal yang ada. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, maka saya meyakini bahwa potensi berkembangnya UMKM akan semakin terbuka lebar.

Sedangkan jika membahas hambatan, tentu saja dukungan yang masih belum maksimal dari semua komponen yang berkepentingan. Karena itu, kalau semua pihak memberikan dukungan untuk program ini, maka apapun hambatannya tidak akan terlalu berarti.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun