Mohon tunggu...
Okti Li
Okti Li Mohon Tunggu... Ibu rumah tangga suka menulis dan membaca.

"Pengejar mimpi yang tak pernah tidur!" Salah satu Kompasianer Backpacker... Keluarga Petualang, Mantan TKW, Indosuara, Citizen Journalist, Tukang icip kuliner, Blogger Reporter, Backpacker,

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Wanita Renta Pejuang Kehidupan

21 April 2021   14:55 Diperbarui: 21 April 2021   15:15 255 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Wanita Renta Pejuang Kehidupan
Meski jualannya sederhana namun keberkahan menyertainya. Dok pribadi

Selepas sahur dan melakukan kewajiban subuh, para lansia pejuang kehidupan ini bergegas mempersiapkan hasil kebun menuju pasar Pagelaran tempat dimana selama ini mereka berjuang menggantungkan nasib dan kehidupannya.

Apa yang akan dijual sebagian mereka dapatkan dari kebun dan ditanamnya sendiri. Sebagian lagi mengambil dari orang, dijualnya kembali untuk mengambil untung lima ratus sampai seribuan rupiah.

Nenek renta yang seharusnya di usianya yang sudah lanjut ini banyak istirahat dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta tapi karena tuntutan kebutuhan dan persaingan hidup membuat mereka terpaksa harus bekerja keras, mencari keuntungan yang tidak seberapa dari hasil dagangannya.

Berbagai lalapan seribuan aja. Dok pribadi
Berbagai lalapan seribuan aja. Dok pribadi

Apa yang dijual tidak begitu berharga. Namun terbilang sudah langka karena yang mereka jual sudah banyak hilang dari peredaran. Seperti picung, lalapan dan bumbu kampung lainnya.

Dengan sisa tenaga harus bersusah payah mencari dan mengolah dahulu apa yang mereka hendak dagangkan sehingga memiliki nilai jual. Seperti picung, harus diolah dulu selama berminggu-minggu supaya kepayang yang diolahnya bersih dari racun zat sianida.

Perjuangan menghadirkan picung. Tega masih nawar? Dok pribadi
Perjuangan menghadirkan picung. Tega masih nawar? Dok pribadi

Padahal, ia menjualnya hanya seharga dua ribu rupiah saja. Itu pun masih banyak yang menawar lima ribu tiga atau seribuan! Sungguh tidak sepadan dengan perjuangan dan kelelahannya.

Namun mereka tetap tersenyum dan semangat berjualan di pasar tradisional yang hanya ada seminggu dua kali Selasa dan Jumat ini. Keberkahan, itu katanya yang mereka cari. Bukan keuntungan semata.

Tidak mengenal pahlawan sibuk bekerja keras jadi pahlawan kehidupan untuk dirinya sendiri. Dok pribadi
Tidak mengenal pahlawan sibuk bekerja keras jadi pahlawan kehidupan untuk dirinya sendiri. Dok pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x