Mohon tunggu...
Okti Li
Okti Li Mohon Tunggu... lainnya

"Pengejar mimpi yang tak pernah tidur!" Salah satu Kompasianer Backpacker... Keluarga Petualang, Mantan TKW, Indosuara, Citizen Journalist, Tukang icip kuliner, Blogger Reporter, Backpacker,

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Heni Sri Sundani: Mantan Buruh Penggerak Komunitas Desa

4 Mei 2015   00:36 Diperbarui: 17 Juni 2015   07:24 0 0 0 Mohon Tunggu...
Heni Sri Sundani: Mantan Buruh Penggerak Komunitas Desa
14306803052107614041

“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk memutus mata rantai kemiskinan. Dan saya telah membuktikan itu!” Demikian ucap Heni Sri Sundani (28) saat diwawancarai di rumahnya di kawasan Perumahan Talaga Kahuripan, Kabupaten Bogor.

Bangga sekaligus terharu, masih ada perempuan muda super yang memiliki semangat full power. Heni merupakan inisiator gerakan #anakpetanicerdas yang telah berjalan di 5 kampung pra-sejahtera berlokasi di Desa Jampang, Kabupaten Bogor. Bersama Aditia Ginantaka, suaminya yang sama-sama mempunya kepedulian dan mimpi sama tentang desa dan pendidikan, Heni membuat sebuah komunitas yang bernama AgroEdu Jampang Community. Komunitas yang mewadahi para petani dan keluarganya.




[caption id="attachment_414741" align="aligncenter" width="300" caption="Heni Sri Sundani Mantan Buruh Penggerak Komunitas Desa"]1430680366912161285[/caption]

Di komunitas ini Heni kelahiran Ciamis, 2 Mei 1987 memberdayakan para petani dan keluarganya. Ada kesepakatan bersama antara pihak Heni dan komunitas, yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak. Seperti hal yang mengatur berapa besar para petani mendapatkan masukan jika ada pengunjung yang datang, pemasaran oleh-oleh dan produk souvenir dari petani, termasuk upaya Heni membantu memberdayakan keluarga petani dalam bentuk pendidikan luar sekolah secara gratis.




[caption id="attachment_364288" align="aligncenter" width="630" caption="Berbagai program Heni untuk desa pra sejahtera"]1430674242599370332[/caption]

Ide membuat wisata pendidikan pertanian ini berawal ketika Heni menjenguk orang yang bekerja di rumahnya. Saat itulah Heni mendapati kenyataan, kondisi warga dan kampung dimana orang yang membantunya mencuci dan setrika berasal itu sangatlah miskin dan memprihatinkan. Mereka hidup dalam kondisi tidak layak. Padahal di kampung itu ada banyak potensi pertanian yang bisa dikembangkan. Muncullah ide untuk membuat wisata pendidikan pertanian.

Heni ingin membuka mindset para petani, melalui interaksi dengan para pengunjung dan membagikan ilmu pertanian, mereka akan tahu bahwa ilmu itu berharga. Harapannya, mereka mau menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. Kunjungan demi kunjungan telah membuat banyak perubahan bagi warga kampung. Bahkan beberapa mahasiswa datang ke AgroEdu Jampang untuk magang.






1430668447167375217

Heni berpikir pemberdayaan petani tak bisa berhenti pada kepala keluarganya saja. Setelah berdiskusi dengan suami, bagaimana cara memberdayakan ibu-ibu petani dan anak-anaknya. Jadilah Heni dan suami mendesain komunitas untuk para petani dan keluarganya dengan berbagai program yang mencakup: Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan dan Sosial.




[caption id="attachment_364259" align="aligncenter" width="300" caption="Keseharian anak-anak Desa Jampang"]14306678551638423818[/caption]

Kini komunitas AgroEdu Jampang memiliki sepuluh destinasi wisata dan semuanya telah dikenal luas. Mulai dari Hidroponik; Budidaya tanaman organik dan holtikultura Kahuripan; Ikan Hias Kampung Jampang; Ikan Lele Bioflok Kampung Pondok; Ikan Hias dan Konsumsi Kahuripan; Wisata Saba Desa (ternak kambing) Kampung Sasak; Sapi Perah Jampang Farm; Homestay dan Budidaya Ikan Danau Kampung Lengkong Barang; Budidaya Jamur Tiram Kampung Jampang; dan Wisata Odong-odong Kahuripan.

Banyak sekali program yang telah dilakukan Heni dengan Komunitas Jampangnya itu. Dalam bidang pendidikan, Heni membuat gerakan #anakpetanicerdas. Awalnya mereka semua adalah anak-anak petani. Seiring berjalannya waktu anak didik semakin banyak. Tidak lagi hanya anak-anak petani, tapi anak pembantu rumah tangga, anak tukang ojek, anak-anak yatim, pemulung dan siapa saja mereka yang tak mampu dan ingin mendapatkan pendidikan gratis.




[caption id="attachment_364261" align="aligncenter" width="300" caption="Bersama #anakpetanicerdas binaan Heni. Pendidikan dan informasi diharapkan bisa merubah nasib mereka, seperti nasib yang dialami Heni."]1430668151311113953[/caption]

Awalnya Heni hanya “mengasuh” beberapa anak petani saja. Di Kampung Sasak sekitar 15 orang dan di Kampung Jampang sekitar 50 orang. Kini anak didiknya telah meluas mencapai 5 kampung dengan jumlah anak mencapai 500 orang. Bukan hanya membina anak-anak kampung, Heni juga membina sebuah pesantren di Cigombong. Sebagian besar santrinya adalah anak-anak buruh tani miskin, dan Heni bersama relawan membinanya supaya mereka menjadi harapan keluarganya untuk memutus mata rantai kemiskinan dalam keluarganya.

Adapun kegiatan pendidikan untuk #anakpetanicerdas ini mencakup kegiatan:

1.Belajar intensif (pelajaran yang ada disekolah);

2.Kelas lifeskill (Komputer dan bahasa Inggris) lokasi di perpustakaan Abatasa yang dikelola Heni di rumahnya;

3.Literasi (pendampingan baca-tulis melalui media pembelajaran yang menarik);

4.Safari buku (mengajak anak-anak petani datang ke perpustakaan yang ada di sekitar Bogor);

5.Wisata Baca (kegiatan baca-tulis dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti museum dll untuk memberikan pengalaman dan membuka mindset mereka tentang dunia);

6.Storytelling (membacakan dongeng atau mengundang pendongeng untuk datang dan mengedukasi anak petani cerdas melalui dongeng);

7.Kelas agropreneur junior (mengajak anak kampung untuk mengenali potensi pertanian sekitar dan mengoptimalkannya. Mengajarkan mereka pertanian sederhana yang ramah lingkungan.);

8.Character Building (memperkenalkan dan mengajarkan karakter-karakter baik kepada anak-anak melalui berbagai permaianan dan outbond. Berharap mereka memiliki karakter yang kuat dan penuh semangat untuk menggapai mimpi-mimpinya, karena selama ini mereka tidak mendapatkan pelajaran karakter yang baik dari orang tua mereka. Di dalamnya diberikan motivasi kepada anak petani supaya memiliki cita-cita dan mimpi yang besar);

9.Pekan #anakpetanicerdas Ceria yang dilakukan sebulan satu kali. Kegiatannya beragam, mulai dari menggelar lomba-lomba, kelas kreativitas maupun berenang;

10.Bule Hunting (kegiatan mengajak anak-anak petani agar berani berkomunikasi dengan bule meski bahasa Iinggrisnya sangat terbatas);

11.Cooking class (mengajarkan anak-anak petani cara mengolah makanan sehat karena banyak sekali dari mereka yang kekurangan gizi bahkan gizi buruk);

12.Jelajah kota (mengunjungi ibu kota, ini akan menjadi motivasi bagi mereka untuk maju dan mengejar ketertinggalan di kampungnya. Berharap, kelak mereka akan membangun kampungnya menjadi lebih baik);

13.Perpustakaan Kampung. Saat ini sudah ada 5 perpustakaan di setiap kampung;

14.Pendirian PAUD. Anak-anak tidak mengenyam pendidikan pre-school seperti PAUD dan TK. Heni memulainya di Kampung Pulo yang letaknya berada di tengah sehingga bisa diakses dari kampung sekitar;

15.Beasiswa Pendidikan. Heni menyalurkan beasiswa lebih dari 100 anak dari donatur yang tersebar di 5 benua; dan masih banyak lagi kegiatannya. Semua kegiatan ini gratis.

1430668335632787112

Gerakan #anakpetanicerdas ini telah menginspirasi banyak orang untuk turut serta mendukung kegiatannya. Setiap bulan Heni mendapatkan bantuan dana dari teman-temannya yang tersebar di 5 benua memalui jejaring sosial media. Mereka adalah donatur perorangan yang menyalurkan zakat, infaq dan sedekahnya untuk didistribusikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Banyak donatur dari luar negeri yang datang langsung menyaksikan kegiatan di AgroEdu Jampang. Mereka semakin termotivasi untuk terus berbagi dengan upaya yang dilakukan Heni. Menjadi sebaik-baiknya muslim dengan memberi manfaat paling banyak bagi ummat.

Tidak hanya di gerakan #anakpetanicerdas saja, bidang kesehatan pun dilakukan. Heni menggagas program kesehatan meliputi:

1.Edukasi dan penyuluhan kesehatan dengan tema: sanitasi, kesehatan gigi, kesehatan rumah dan lingkungan, cuci tangan, MCK sehat, Makanan sehat dan Bergizi, Pola hidup sehat, Posyandudll. Kegiatan ini bekerjasama dengan banyak pihak seperti Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cab. Bogor, Puskemas, Klinik, Bidan sekitar dll.

2.Pembangunan MCK di 8 titik. Empat di Cigelap, dua di Kampung Pulo, satu di Kampung Sasak dan satu lagi di Kampung Pondok.

3.Pembangunan sumur bor untuk mengantisifasi kekeringan saat kemarau di 3 titik. Kampung Pulo, Sasak dan Pondok.

4.Pemberian makanan bergizi rutin setiap pekan berupa susu, roti, buah, nasi dan lauk pauk seperti sayur, ayam dll

5.Pembuatan kebun gizi dan kebun obat. Mengajak warga untuk memanfaatkan pekarangannya untuk menanam sayuran dan tanaman obat keluarga untuk dikonsumsi oleh keluarga mereka.

6.Pembagian peralatan mandi dan mencuci seperti sabun mandi, pasta gigi, sabun cuci, sikat gigi.

7.Kampanye SATU UNTUKKU: satu sikat gigi untuk satu orang, satu handuk untuk satu orang, satu underware untuk satu orang. Umumnya dikampung mereka yang memiliki anak banyak dengan usia berdekatan, pakaian dalam, sikat gigi dan handuk mereka berbarengan.

8.Pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga kampung. Keliling dari kampung ke kampung untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya hidup sehat dan memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi mereka. Warga sangat antusias dengan program ini. Heni dan tim bisa melayani lebih dari 200 orang setiap kampungnya. Kegiatan ini sudah rutin berjalan di 4 kampung dan 2 kali pernah diselenggarakan dikampung Parung Singa 1 dan Parung Singa Lamping. Jadi total semuanya 6 kampung.

9.Posyandu BBM (Bayi, Balita dan Manula)

10.Sunatan massal. Banyak warga kampung yang anaknya sudah besar namun belum mampu untuk menyunat anaknya.

11.Edukasi bahaya Sex Bebasdan pencegahan kepada remaja masjid dikampung-kampung dan #anakpetanicerdas. Hal ini untuk mencegah pernikahan dini yang umumnya terjadi di kampung-kampung serta memberi mereka pengetahuan bagaimana jika seandainya mereka menjadi korban. Apa yang harus mereka lakukan.

12.Penanganan kesehatan lanjutan diberikan kepada mereka yang membutuhkan penanganan kesehatan lanjut. Seperti penderita tumor wajah, tetanus, radang kulit dll. Melakukan pendampingan dan pengobatan dengan membawanya ke rumah sakit.

13.Penyaluran perlengkapan bayi kepada ibu-ibu yang baru saja melahirkan dan memerlukan bantuan seperti popok, baju, kain bayi dll.




[caption id="attachment_364265" align="aligncenter" width="300" caption="Heni bersama keluarga yang menerima bantuan di Desa Jampang"]1430668526432622278[/caption]

Energinya yang begitu besar membuat semangat anak-anak untuk terus belajar tak pernah padam. Perpustakaan Abatasa yang dikelola di rumahnya di kawasan perumahan Talaga Kahuripan selalu ramai dikunjungi. Inovasinya untuk mengemas program komunitasnya sehingga tepat sasaran benar-benar patut dijadikan teladan. Ia memiliki jargon #OneStopGiving. Memberikan manfaat dan kebaikan sebesar-besarnya bagi siapapun yang terlibat dalam kegiatannya. Bukan hanya untuk mustahik, tapi untuk relawan dan juga donatur.




[caption id="attachment_364266" align="aligncenter" width="300" caption="Heni bersama relawan sekaligus donatur"]14306686191097464762[/caption]

Terobosan Heni dalam bidang ekonomi, ia menggagas program #SeMaiQurbanProduktif (Sebar Manfaat Ibadah Qurban untuk menggerakan perekonomian warga kampung) dengan skema investasi.Ia mengajak teman-temannya untuk berinvestasi sebesar 5 juta rupiah yang akan diberikan kepada warga kampung dalam bentuk 5 ekor kambing. Petani pemelihara akan mendapatkan bagi hasil 60% sementara donatur akan mendapatkan bagi hasil sebesar 40%. Saat Idul Adha nanti donatur akan mendapatkan kembali uangnya sebesar 7 juta. 5 juta merupakan modal awal dan 2 juta dari bagi hasil.




[caption id="attachment_364267" align="aligncenter" width="300" caption="Heni beserta suami dan relawan mahasiswa"]1430668700659292539[/caption]

Heni mengajak teman-temannya yang bermukim di luar negeri untuk berqurban dikampung-kampung petani dengan membeli kambing milik petani. Konsep qurban sepertiini terbilang jarang dan sangat bagus. Tahun lalu Heni berhasil mengumpulkan banyak hewan Qurban yang disebar ke 33 kampung dhuafa yang sebelumnya belum pernah ada penyembelihan hewan qurban sama sekali!

Program pemberdayaan ekonomi lainnya yang dijalankan Heni di AgroEdu Jampang adalah pemberian modal pinjaman untuk para petani yang tersebar di Kampung Cigelap, Kampung Pulo, Kampung Cikupa, modal untuk koperasi di Pesantren Nurul Haramain Cigombong, dan pembentukan 2 kelompok wanita tani. Mereka diberdayakan dengan cara mengelola dan menanam sayuran berupa kangkung, bayam, daun lobak dan cabe. Dan edukasi lainnya.




[caption id="attachment_364269" align="aligncenter" width="300" caption="Kegiatan pemberdayaan warga Jampang. Usaha rumahan ibu-ibu petani binaan Heni"]14306688331287643876[/caption]

[caption id="attachment_364270" align="aligncenter" width="300" caption="Keceriaan #Anakpetanicerdas di AgroEdu jampang Community"]14306690321164658722[/caption]

Adapun perhatian besar Heni untuk kemandirian dan peningkatan kualitas hidup keluarga petani dengan menggagas program yang di dalamnya berisi penguatan ahlak dan memotivasi warga kampung agar mereka mau berusaha lebih keras sesuai tuntunan agama. Beberapa program terkait itu adalah:

1.#ProMasjid yakni program Membangun, Melengkapi, Memperbaiki dan Memakmurkan Masjid. Program ini membantu pembangunan masjid, mushola, majlis taklim di berbagai kampung. Penyaluran 1000 Al Qur’an, Juz Amma dan kitab kuning serta buku-buku referensi Islam, menyalurkan 1000 alat sholat: mukena, sarung, kain dan jilbab serta membayar listrik masjid di hampir 30 masjid kampung.

2.




[caption id="attachment_364271" align="aligncenter" width="300" caption="Bersama anak-anak petani Jampang setelah MCK umum untuk mereka selesai dibangun"]14306692251649950678[/caption]

Program #kampung1000cahaya sebuah program pengajian yang mendatangkan ustadz dari luar. Bekerjasama dengan MUI, Dewan Dakwah dan lembaga lainnya untuk mengedukasi warga melalui pendekatan agama.

3.Lapak Sembako murah. Kagiatan ini didanai oleh para ibu-ibu pengajian yang tinggal di Muscat, Oman.

4.Lapak baju murah. Sebagai upaya agar warga kampung tidak terjerat rentenir dan tukang kredit untuk membeli baju lebaran.

5.Program #Food4Santri membantu santi Pesantren Cigombong yang tengah membutuhkan bantuan makanan.

6.Bedah Rumah: program ini untuk membantu warga yang rumahnya ambruk. Sudah berjalan di Kampung Cigelap.

7.Paket Sayang Aki-Nini: santunan rutin kepada kakek nenek jompo yang dhuafa

8.Qurban untuk Kampung, dan kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan untuk membantu para warga yang mebutuhkan.




[caption id="attachment_364272" align="aligncenter" width="300" caption="Prihatin melihat kondisi menggugah Heni untuk terus berbuat: Merubah kemiskinan melalui pendidikan dan informasi"]143066937981182173[/caption]

Heni telaten menginformasikan warga melalui kegiatan rutin pengajian. Pernah Heni beserta suami dan relawan mendistribusikan 600 paket sembako murah untuk membantu warga miskin dikampung-kampung yang terimbas kenaikan BBM. Program-program Heni selalu tepat sasaran sehingga wargapun sangat terbantu.




[caption id="attachment_364273" align="aligncenter" width="300" caption="Menuju sebuah kampung binaan Heni yang memerlukan perjuangan"]14306695451361409408[/caption]




[caption id="attachment_364274" align="aligncenter" width="300" caption="Dari kampung ke kampung Heni blusukan demi perubahan para petani ke arah lebih baik"]14306696801608055776[/caption]

Dalam program #Kampung1000Cahaya Heni mengajak mahasiswa untuk ikut membantu. Saat itu kegiatannya di Kampung Babakan Pulo. Sebuah kampung yang terletak ditengah empang di pinggir sungai yang hanya bisa dijangkau oleh sepeda motor atau berjalan kaki. Jembatannya pun masih terbuat dari bambu gelondongan. Saat mengantar 200 paket sembako ke kampung Babakan Pulo, mobil tidak bisa masuk. Warga harus mengangkutnya ke kampung. Estafet dari satu tangan ke tangan lain seperti semut. Hujan deras tak mengurangi semangat mereka. Heni memberikan pembelajaran nyata, bahwa ketulusan akan menggerakkan hati siapapun.




[caption id="attachment_364279" align="aligncenter" width="300" caption="Pengunjung berwisata di AgroEdu Jampang"]14306704041072705899[/caption]

Siapakah Heni sebenarnya? Bagaimana latar belakang Heni?

Ayah Heni seorang buruh tani dan ibunya pernah menjadi buruh pabrik di Bekasi. Karena kendala biaya akhirnya setelah lulus sekolah Heni memilih jadi TKI demi bisa memperbaiki ekonomi keluarga. Heni 6 tahun menjadi pekerja rumah tangga di Hong Kong. Dua tahun pertama mengalami underpay, namun semangatnya untuk merubah nasib sedikitpun tak goyah.

Dengan gaji di bawah standar, tentu saja Heni tidak cukup melanjutkan kuliah. Apalagi harus mengirim uang untuk orang tuanya di kampung. Boro-boro bisa jalan-jalan dan belanja, karenanya Heni memilih menggunakan waktunya untuk membaca dan menulis.




[caption id="attachment_364280" align="aligncenter" width="300" caption="Odong-odong Kahuripan AgroEdu Jampang"]1430670512361615969[/caption]

Uang banyak tidak berarti tapi pendidikan tinggi itu jalan terbaik. Jika punya uang, manfaatkan untuk pendidikan, begitulah cara Heni memanfaatkan hasil kerjanya. Cara pandang ini pula yang membuat Heni lebih memilih beli buku daripada belanja baju. Cita-citanya menjadi guru menuntunnya untuk bisa melanjutkan kuliah meski dengan segala kendala dan keterbatasan. Meski jadi buruh, pendidikan nomor satu untuk Heni.

Hobi membaca dan menulis membukakan jalan Heni untuk mendapatkan uang tambahan dan informasi seputar pendidikan di Hongkong. Selain kerja kerasuntuk meraih sarjananya, selama menjadi TKI Heni juga mengasah diri dengan membaca dan menulis. Honor menulis digunakan untuk biaya kuliah, dikirim ke keluarga dan membeli buku. Selama bekerja di Hong Kong tidak kurang dari tiga ribu buah buku dimiliki Heni yang semuanya dibawa (kirim) pulang dan mengisi perpustakaanAbatasa di setengah bagian rumahnya.




[caption id="attachment_364281" align="aligncenter" width="300" caption="Khitanan Massal di Desa Jampang"]14306705901826193769[/caption]

Heni telah menerbitkan 17 buku dalam bentuk novel, kumpulan puisi, kumpulan cerita, dan lainnya. Tulisannya dalam buku berjudul “Surat Berdarah Untuk Presiden” memenangkan lomba menulis yang diselenggarakan Dompet Duafa. Tulisan itu pula yang mengantarkan Heni jadi wakil Indonesia di forum “Ubud Writer”, forum internasional bagi para penulis yang datang dari berbagai negara.

Kisah hidup Heni memang sangat luar biasa. Semangatnya menginspirasi di berbagai bidang.

14306707232014850661

Heni bukan hanya dikenal sebagai penulis, tetapi juga guru, motivator sekaligus penggerak komunitas desa. Heni banyak menerima undangan jadi pembicara forum diskusi dan seminar, menjadi motivator di dalam dan di luar kelas. Tak ada yang percaya bahwa Heni yang mempunyai nama pena Jaladara ini adalah seorang mantan TKI.

Heni bukanlah TKI biasa, yang bekerja ke luar negeri sekadar untuk mendapatkan uang dan setelah itu pulang. Demikian dituturkan Sri Palupi, seorang peneliti dari Institute Ecosoc dalam tulisannya. Heni adalah TKI pembelajar, yang jeli dan cerdas dalam membaca dan memanfaatkan kesempatan di tengah kesempitan.




[caption id="attachment_364284" align="aligncenter" width="300" caption="Saat liburan tiba, siswa dan guru datang untuk belajar di alam Jampang"]14306708141596551914[/caption]

Di samping melakukan kerja rutin sebagai pekerja rumah tangga di Hongkong, ia juga bekerja keras untuk menempuh pendidikan tinggi.Tak heran, setelah enam tahun menjadi TKI, Heni kembali ke Indonesia dengan menyandang gelar sarjana bidang kewirausahaan dari UniversitasSaint Mary Hongkong untuk kelulusan angkatan pertama dan sekaligus mengantongi ijasah pendidikan D3 di bidang IT. Dan ia lulus sebagai salah satu mahasiswa terbaik.

TKI seperti Heni masih terbilang langka. TKI yang melanjutkan pendidikannya sampai tingkat sarjana memang banyak. Tetapi mereka kuliahnya setelah kembali ke Indonesia. Sementara Heni menempuh pendidikan tinggi dan meraih sarjananya saat masih menjadi TKI. Sulit membayangkan bagaimana seorang TKI bisa bekerja di negara orang sambil kuliah.14306709191479892123

Heni pantas menjadi inspirasi. Kerja nyatanya patut mendapat apresiasi. Ia bekerja membangun kemandirian ummat, menguatkan pondasi masa depan anak-anak petani dan keluarganya. Tangan-tangan lain harus menguatkan perjuangannya. Seorang Heni mampu menginspirasi ratusan bahkan ribuan orang terutama di social media untuk melakukan hal yang sama, berbuat kebaikan setiap harinya. Indonesia perlu lebih banyak Heni-heni yang lain untuk ditempatkan di berbagai wilayah pelosok tanah air untuk membawa perubahan kebaikan.

Heni yang mantan pekerja rumah tangga di Hong Kong mampu memberikan kontribusi yang besar untuk masyarakat di sekitarnya. Ia bagai lentera. Disaat orang-orang gelap mata mengejar kemewahan Heni malah mengejar anak-anak petani di pelosok kampung yang tengah berjuang untuk bisa terus sekolah.

Heni mengetuk banyak pintu hati untuk peduli pada mereka yang seringkali dipandang sebelah mata. Heni mengingatkan kita semua untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan melalui tujuan hidupnya yang sederhana, bermanfaat untuk sesama.




[caption id="attachment_364286" align="aligncenter" width="300" caption="Kolam ikan hias di AgroEdu Jampang"]1430670991317221204[/caption]

Semoga apa yang dilakukan Heni jadi teladan bagi perempuan Indonesia. Bagaimana cara ia mencari jalan keluar dari rantai kemiskinan yang dialaminya, juga dialami warga Jampang dan sekitarnya. Bagaimana ia menyelesaikan masalah-masalah yang di hadapi untuk terus bergerak maju membawa perubahan anak-anak tidak mampu ke arah lebih baik ini dapat menginspirasi perempuan Indonesia.

Semangat yang ditularkan Heni bahwa menjadi mandiri itu penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah mengajarkan lagi kemandirian itu kepada orang lain. (ol)




[caption id="attachment_364275" align="aligncenter" width="300" caption="Bersama relawan"]14306698551751919197[/caption]

[caption id="attachment_364276" align="aligncenter" width="300" caption="Membawa #anakpetanicerdas mengenal "]1430670007409160042[/caption]

[caption id="attachment_364277" align="aligncenter" width="300" caption="Suami Heni bukan hanya mendukung tapi juga memberikan bukti dengan turut mengajar "]1430670088992788939[/caption]

[caption id="attachment_364278" align="aligncenter" width="300" caption="Meski anak kampung, kalau belajar dan diajarkan, mereka bisa karena terpaksa juga bicara dengan bule :)"]14306702391110649261[/caption]

[caption id="attachment_364287" align="aligncenter" width="300" caption="Kambing yang dikelola warga Jampang"]14306710631819677067[/caption]

[caption id="attachment_364489" align="aligncenter" width="300" caption="Keluargaku bersama Heni, Aditia Ginantaka, donatur dan relawan di Perpustakaan Abatasa, sekalaigus tempat tinggal Heni di Talaga Kahuripan, Bogor"]14307971631300667609[/caption]

[caption id="attachment_414740" align="aligncenter" width="300" caption="Heni di antara anak-anak petani cerdas #AnakPetaniCerdas Desa Jampang, Bogor (Semua foto dok. pribadi)"][/caption]

“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk memutus mata rantai kemiskinan. Dan saya telah membuktikan itu!” Demikian ucap Heni Sri Sundani (28) saat diwawancarai di rumahnya di kawasan Perumahan Talaga Kahuripan, Kabupaten Bogor.

Bangga sekaligus terharu, masih ada perempuan muda super yang memiliki semangat full power. Heni merupakan inisiator gerakan #anakpetanicerdas yang telah berjalan di 5 kampung pra-sejahtera berlokasi di Desa Jampang, Kabupaten Bogor. Bersama Aditia Ginantaka, suaminya yang sama-sama mempunya kepedulian dan mimpi sama tentang desa dan pendidikan, Heni membuat sebuah komunitas yang bernama AgroEdu Jampang Community. Komunitas yang mewadahi para petani dan keluarganya.




[caption id="attachment_414741" align="aligncenter" width="300" caption="Heni Sri Sundani Mantan Buruh Penggerak Komunitas Desa"]1430680366912161285[/caption]

Di komunitas ini Heni kelahiran Ciamis, 2 Mei 1987 memberdayakan para petani dan keluarganya. Ada kesepakatan bersama antara pihak Heni dan komunitas, yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak. Seperti hal yang mengatur berapa besar para petani mendapatkan masukan jika ada pengunjung yang datang, pemasaran oleh-oleh dan produk souvenir dari petani, termasuk upaya Heni membantu memberdayakan keluarga petani dalam bentuk pendidikan luar sekolah secara gratis.




[caption id="attachment_364288" align="aligncenter" width="630" caption="Berbagai program Heni untuk desa pra sejahtera"]1430674242599370332[/caption]

Ide membuat wisata pendidikan pertanian ini berawal ketika Heni menjenguk orang yang bekerja di rumahnya. Saat itulah Heni mendapati kenyataan, kondisi warga dan kampung dimana orang yang membantunya mencuci dan setrika berasal itu sangatlah miskin dan memprihatinkan. Mereka hidup dalam kondisi tidak layak. Padahal di kampung itu ada banyak potensi pertanian yang bisa dikembangkan. Muncullah ide untuk membuat wisata pendidikan pertanian.

Heni ingin membuka mindset para petani, melalui interaksi dengan para pengunjung dan membagikan ilmu pertanian, mereka akan tahu bahwa ilmu itu berharga. Harapannya, mereka mau menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. Kunjungan demi kunjungan telah membuat banyak perubahan bagi warga kampung. Bahkan beberapa mahasiswa datang ke AgroEdu Jampang untuk magang.






1430668447167375217

Heni berpikir pemberdayaan petani tak bisa berhenti pada kepala keluarganya saja. Setelah berdiskusi dengan suami, bagaimana cara memberdayakan ibu-ibu petani dan anak-anaknya. Jadilah Heni dan suami mendesain komunitas untuk para petani dan keluarganya dengan berbagai program yang mencakup: Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan dan Sosial.




[caption id="attachment_364259" align="aligncenter" width="300" caption="Keseharian anak-anak Desa Jampang"]14306678551638423818[/caption]

Kini komunitas AgroEdu Jampang memiliki sepuluh destinasi wisata dan semuanya telah dikenal luas. Mulai dari Hidroponik; Budidaya tanaman organik dan holtikultura Kahuripan; Ikan Hias Kampung Jampang; Ikan Lele Bioflok Kampung Pondok; Ikan Hias dan Konsumsi Kahuripan; Wisata Saba Desa (ternak kambing) Kampung Sasak; Sapi Perah Jampang Farm; Homestay dan Budidaya Ikan Danau Kampung Lengkong Barang; Budidaya Jamur Tiram Kampung Jampang; dan Wisata Odong-odong Kahuripan.

Banyak sekali program yang telah dilakukan Heni dengan Komunitas Jampangnya itu. Dalam bidang pendidikan, Heni membuat gerakan #anakpetanicerdas. Awalnya mereka semua adalah anak-anak petani. Seiring berjalannya waktu anak didik semakin banyak. Tidak lagi hanya anak-anak petani, tapi anak pembantu rumah tangga, anak tukang ojek, anak-anak yatim, pemulung dan siapa saja mereka yang tak mampu dan ingin mendapatkan pendidikan gratis.




[caption id="attachment_364261" align="aligncenter" width="300" caption="Bersama #anakpetanicerdas binaan Heni. Pendidikan dan informasi diharapkan bisa merubah nasib mereka, seperti nasib yang dialami Heni."]1430668151311113953[/caption]

Awalnya Heni hanya “mengasuh” beberapa anak petani saja. Di Kampung Sasak sekitar 15 orang dan di Kampung Jampang sekitar 50 orang. Kini anak didiknya telah meluas mencapai 5 kampung dengan jumlah anak mencapai 500 orang. Bukan hanya membina anak-anak kampung, Heni juga membina sebuah pesantren di Cigombong. Sebagian besar santrinya adalah anak-anak buruh tani miskin, dan Heni bersama relawan membinanya supaya mereka menjadi harapan keluarganya untuk memutus mata rantai kemiskinan dalam keluarganya.

Adapun kegiatan pendidikan untuk #anakpetanicerdas ini mencakup kegiatan:

1.Belajar intensif (pelajaran yang ada disekolah);

2.Kelas lifeskill (Komputer dan bahasa Inggris) lokasi di perpustakaan Abatasa yang dikelola Heni di rumahnya;

3.Literasi (pendampingan baca-tulis melalui media pembelajaran yang menarik);

4.Safari buku (mengajak anak-anak petani datang ke perpustakaan yang ada di sekitar Bogor);

5.Wisata Baca (kegiatan baca-tulis dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti museum dll untuk memberikan pengalaman dan membuka mindset mereka tentang dunia);

6.Storytelling (membacakan dongeng atau mengundang pendongeng untuk datang dan mengedukasi anak petani cerdas melalui dongeng);

7.Kelas agropreneur junior (mengajak anak kampung untuk mengenali potensi pertanian sekitar dan mengoptimalkannya. Mengajarkan mereka pertanian sederhana yang ramah lingkungan.);

8.Character Building (memperkenalkan dan mengajarkan karakter-karakter baik kepada anak-anak melalui berbagai permaianan dan outbond. Berharap mereka memiliki karakter yang kuat dan penuh semangat untuk menggapai mimpi-mimpinya, karena selama ini mereka tidak mendapatkan pelajaran karakter yang baik dari orang tua mereka. Di dalamnya diberikan motivasi kepada anak petani supaya memiliki cita-cita dan mimpi yang besar);

9.Pekan #anakpetanicerdas Ceria yang dilakukan sebulan satu kali. Kegiatannya beragam, mulai dari menggelar lomba-lomba, kelas kreativitas maupun berenang;

10.Bule Hunting (kegiatan mengajak anak-anak petani agar berani berkomunikasi dengan bule meski bahasa Iinggrisnya sangat terbatas);

11.Cooking class (mengajarkan anak-anak petani cara mengolah makanan sehat karena banyak sekali dari mereka yang kekurangan gizi bahkan gizi buruk);

12.Jelajah kota (mengunjungi ibu kota, ini akan menjadi motivasi bagi mereka untuk maju dan mengejar ketertinggalan di kampungnya. Berharap, kelak mereka akan membangun kampungnya menjadi lebih baik);

13.Perpustakaan Kampung. Saat ini sudah ada 5 perpustakaan di setiap kampung;

14.Pendirian PAUD. Anak-anak tidak mengenyam pendidikan pre-school seperti PAUD dan TK. Heni memulainya di Kampung Pulo yang letaknya berada di tengah sehingga bisa diakses dari kampung sekitar;

15.Beasiswa Pendidikan. Heni menyalurkan beasiswa lebih dari 100 anak dari donatur yang tersebar di 5 benua; dan masih banyak lagi kegiatannya. Semua kegiatan ini gratis.

1430668335632787112

Gerakan #anakpetanicerdas ini telah menginspirasi banyak orang untuk turut serta mendukung kegiatannya. Setiap bulan Heni mendapatkan bantuan dana dari teman-temannya yang tersebar di 5 benua memalui jejaring sosial media. Mereka adalah donatur perorangan yang menyalurkan zakat, infaq dan sedekahnya untuk didistribusikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Banyak donatur dari luar negeri yang datang langsung menyaksikan kegiatan di AgroEdu Jampang. Mereka semakin termotivasi untuk terus berbagi dengan upaya yang dilakukan Heni. Menjadi sebaik-baiknya muslim dengan memberi manfaat paling banyak bagi ummat.

Tidak hanya di gerakan #anakpetanicerdas saja, bidang kesehatan pun dilakukan. Heni menggagas program kesehatan meliputi:

1.Edukasi dan penyuluhan kesehatan dengan tema: sanitasi, kesehatan gigi, kesehatan rumah dan lingkungan, cuci tangan, MCK sehat, Makanan sehat dan Bergizi, Pola hidup sehat, Posyandudll. Kegiatan ini bekerjasama dengan banyak pihak seperti Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cab. Bogor, Puskemas, Klinik, Bidan sekitar dll.

2.Pembangunan MCK di 8 titik. Empat di Cigelap, dua di Kampung Pulo, satu di Kampung Sasak dan satu lagi di Kampung Pondok.

3.Pembangunan sumur bor untuk mengantisifasi kekeringan saat kemarau di 3 titik. Kampung Pulo, Sasak dan Pondok.

4.Pemberian makanan bergizi rutin setiap pekan berupa susu, roti, buah, nasi dan lauk pauk seperti sayur, ayam dll

5.Pembuatan kebun gizi dan kebun obat. Mengajak warga untuk memanfaatkan pekarangannya untuk menanam sayuran dan tanaman obat keluarga untuk dikonsumsi oleh keluarga mereka.

6.Pembagian peralatan mandi dan mencuci seperti sabun mandi, pasta gigi, sabun cuci, sikat gigi.

7.Kampanye SATU UNTUKKU: satu sikat gigi untuk satu orang, satu handuk untuk satu orang, satu underware untuk satu orang. Umumnya dikampung mereka yang memiliki anak banyak dengan usia berdekatan, pakaian dalam, sikat gigi dan handuk mereka berbarengan.

8.Pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga kampung. Keliling dari kampung ke kampung untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya hidup sehat dan memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi mereka. Warga sangat antusias dengan program ini. Heni dan tim bisa melayani lebih dari 200 orang setiap kampungnya. Kegiatan ini sudah rutin berjalan di 4 kampung dan 2 kali pernah diselenggarakan dikampung Parung Singa 1 dan Parung Singa Lamping. Jadi total semuanya 6 kampung.

9.Posyandu BBM (Bayi, Balita dan Manula)

10.Sunatan massal. Banyak warga kampung yang anaknya sudah besar namun belum mampu untuk menyunat anaknya.

11.Edukasi bahaya Sex Bebasdan pencegahan kepada remaja masjid dikampung-kampung dan #anakpetanicerdas. Hal ini untuk mencegah pernikahan dini yang umumnya terjadi di kampung-kampung serta memberi mereka pengetahuan bagaimana jika seandainya mereka menjadi korban. Apa yang harus mereka lakukan.

12.Penanganan kesehatan lanjutan diberikan kepada mereka yang membutuhkan penanganan kesehatan lanjut. Seperti penderita tumor wajah, tetanus, radang kulit dll. Melakukan pendampingan dan pengobatan dengan membawanya ke rumah sakit.

13.Penyaluran perlengkapan bayi kepada ibu-ibu yang baru saja melahirkan dan memerlukan bantuan seperti popok, baju, kain bayi dll.




[caption id="attachment_364265" align="aligncenter" width="300" caption="Heni bersama keluarga yang menerima bantuan di Desa Jampang"]1430668526432622278[/caption]

Energinya yang begitu besar membuat semangat anak-anak untuk terus belajar tak pernah padam. Perpustakaan Abatasa yang dikelola di rumahnya di kawasan perumahan Talaga Kahuripan selalu ramai dikunjungi. Inovasinya untuk mengemas program komunitasnya sehingga tepat sasaran benar-benar patut dijadikan teladan. Ia memiliki jargon #OneStopGiving. Memberikan manfaat dan kebaikan sebesar-besarnya bagi siapapun yang terlibat dalam kegiatannya. Bukan hanya untuk mustahik, tapi untuk relawan dan juga donatur.




[caption id="attachment_364266" align="aligncenter" width="300" caption="Heni bersama relawan sekaligus donatur"]14306686191097464762[/caption]

Terobosan Heni dalam bidang ekonomi, ia menggagas program #SeMaiQurbanProduktif (Sebar Manfaat Ibadah Qurban untuk menggerakan perekonomian warga kampung) dengan skema investasi.Ia mengajak teman-temannya untuk berinvestasi sebesar 5 juta rupiah yang akan diberikan kepada warga kampung dalam bentuk 5 ekor kambing. Petani pemelihara akan mendapatkan bagi hasil 60% sementara donatur akan mendapatkan bagi hasil sebesar 40%. Saat Idul Adha nanti donatur akan mendapatkan kembali uangnya sebesar 7 juta. 5 juta merupakan modal awal dan 2 juta dari bagi hasil.




[caption id="attachment_364267" align="aligncenter" width="300" caption="Heni beserta suami dan relawan mahasiswa"]1430668700659292539[/caption]

Heni mengajak teman-temannya yang bermukim di luar negeri untuk berqurban dikampung-kampung petani dengan membeli kambing milik petani. Konsep qurban sepertiini terbilang jarang dan sangat bagus. Tahun lalu Heni berhasil mengumpulkan banyak hewan Qurban yang disebar ke 33 kampung dhuafa yang sebelumnya belum pernah ada penyembelihan hewan qurban sama sekali!

Program pemberdayaan ekonomi lainnya yang dijalankan Heni di AgroEdu Jampang adalah pemberian modal pinjaman untuk para petani yang tersebar di Kampung Cigelap, Kampung Pulo, Kampung Cikupa, modal untuk koperasi di Pesantren Nurul Haramain Cigombong, dan pembentukan 2 kelompok wanita tani. Mereka diberdayakan dengan cara mengelola dan menanam sayuran berupa kangkung, bayam, daun lobak dan cabe. Dan edukasi lainnya.




[caption id="attachment_364269" align="aligncenter" width="300" caption="Kegiatan pemberdayaan warga Jampang. Usaha rumahan ibu-ibu petani binaan Heni"]14306688331287643876[/caption]

[caption id="attachment_364270" align="aligncenter" width="300" caption="Keceriaan #Anakpetanicerdas di AgroEdu jampang Community"]14306690321164658722[/caption]

Adapun perhatian besar Heni untuk kemandirian dan peningkatan kualitas hidup keluarga petani dengan menggagas program yang di dalamnya berisi penguatan ahlak dan memotivasi warga kampung agar mereka mau berusaha lebih keras sesuai tuntunan agama. Beberapa program terkait itu adalah:

1.#ProMasjid yakni program Membangun, Melengkapi, Memperbaiki dan Memakmurkan Masjid. Program ini membantu pembangunan masjid, mushola, majlis taklim di berbagai kampung. Penyaluran 1000 Al Qur’an, Juz Amma dan kitab kuning serta buku-buku referensi Islam, menyalurkan 1000 alat sholat: mukena, sarung, kain dan jilbab serta membayar listrik masjid di hampir 30 masjid kampung.

2.




[caption id="attachment_364271" align="aligncenter" width="300" caption="Bersama anak-anak petani Jampang setelah MCK umum untuk mereka selesai dibangun"]14306692251649950678[/caption]

Program #kampung1000cahaya sebuah program pengajian yang mendatangkan ustadz dari luar. Bekerjasama dengan MUI, Dewan Dakwah dan lembaga lainnya untuk mengedukasi warga melalui pendekatan agama.

3.Lapak Sembako murah. Kagiatan ini didanai oleh para ibu-ibu pengajian yang tinggal di Muscat, Oman.

4.Lapak baju murah. Sebagai upaya agar warga kampung tidak terjerat rentenir dan tukang kredit untuk membeli baju lebaran.

5.Program #Food4Santri membantu santi Pesantren Cigombong yang tengah membutuhkan bantuan makanan.

6.Bedah Rumah: program ini untuk membantu warga yang rumahnya ambruk. Sudah berjalan di Kampung Cigelap.

7.Paket Sayang Aki-Nini: santunan rutin kepada kakek nenek jompo yang dhuafa

8.Qurban untuk Kampung, dan kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan untuk membantu para warga yang mebutuhkan.




[caption id="attachment_364272" align="aligncenter" width="300" caption="Prihatin melihat kondisi menggugah Heni untuk terus berbuat: Merubah kemiskinan melalui pendidikan dan informasi"]143066937981182173[/caption]

Heni telaten menginformasikan warga melalui kegiatan rutin pengajian. Pernah Heni beserta suami dan relawan mendistribusikan 600 paket sembako murah untuk membantu warga miskin dikampung-kampung yang terimbas kenaikan BBM. Program-program Heni selalu tepat sasaran sehingga wargapun sangat terbantu.




[caption id="attachment_364273" align="aligncenter" width="300" caption="Menuju sebuah kampung binaan Heni yang memerlukan perjuangan"]14306695451361409408[/caption]




[caption id="attachment_364274" align="aligncenter" width="300" caption="Dari kampung ke kampung Heni blusukan demi perubahan para petani ke arah lebih baik"]14306696801608055776[/caption]

Dalam program #Kampung1000Cahaya Heni mengajak mahasiswa untuk ikut membantu. Saat itu kegiatannya di Kampung Babakan Pulo. Sebuah kampung yang terletak ditengah empang di pinggir sungai yang hanya bisa dijangkau oleh sepeda motor atau berjalan kaki. Jembatannya pun masih terbuat dari bambu gelondongan. Saat mengantar 200 paket sembako ke kampung Babakan Pulo, mobil tidak bisa masuk. Warga harus mengangkutnya ke kampung. Estafet dari satu tangan ke tangan lain seperti semut. Hujan deras tak mengurangi semangat mereka. Heni memberikan pembelajaran nyata, bahwa ketulusan akan menggerakkan hati siapapun.




[caption id="attachment_364279" align="aligncenter" width="300" caption="Pengunjung berwisata di AgroEdu Jampang"]14306704041072705899[/caption]

Siapakah Heni sebenarnya? Bagaimana latar belakang Heni?

Ayah Heni seorang buruh tani dan ibunya pernah menjadi buruh pabrik di Bekasi. Karena kendala biaya akhirnya setelah lulus sekolah Heni memilih jadi TKI demi bisa memperbaiki ekonomi keluarga. Heni 6 tahun menjadi pekerja rumah tangga di Hong Kong. Dua tahun pertama mengalami underpay, namun semangatnya untuk merubah nasib sedikitpun tak goyah.

Dengan gaji di bawah standar, tentu saja Heni tidak cukup melanjutkan kuliah. Apalagi harus mengirim uang untuk orang tuanya di kampung. Boro-boro bisa jalan-jalan dan belanja, karenanya Heni memilih menggunakan waktunya untuk membaca dan menulis.




[caption id="attachment_364280" align="aligncenter" width="300" caption="Odong-odong Kahuripan AgroEdu Jampang"]1430670512361615969[/caption]

Uang banyak tidak berarti tapi pendidikan tinggi itu jalan terbaik. Jika punya uang, manfaatkan untuk pendidikan, begitulah cara Heni memanfaatkan hasil kerjanya. Cara pandang ini pula yang membuat Heni lebih memilih beli buku daripada belanja baju. Cita-citanya menjadi guru menuntunnya untuk bisa melanjutkan kuliah meski dengan segala kendala dan keterbatasan. Meski jadi buruh, pendidikan nomor satu untuk Heni.

Hobi membaca dan menulis membukakan jalan Heni untuk mendapatkan uang tambahan dan informasi seputar pendidikan di Hongkong. Selain kerja kerasuntuk meraih sarjananya, selama menjadi TKI Heni juga mengasah diri dengan membaca dan menulis. Honor menulis digunakan untuk biaya kuliah, dikirim ke keluarga dan membeli buku. Selama bekerja di Hong Kong tidak kurang dari tiga ribu buah buku dimiliki Heni yang semuanya dibawa (kirim) pulang dan mengisi perpustakaanAbatasa di setengah bagian rumahnya.




[caption id="attachment_364281" align="aligncenter" width="300" caption="Khitanan Massal di Desa Jampang"]14306705901826193769[/caption]

Heni telah menerbitkan 17 buku dalam bentuk novel, kumpulan puisi, kumpulan cerita, dan lainnya. Tulisannya dalam buku berjudul “Surat Berdarah Untuk Presiden” memenangkan lomba menulis yang diselenggarakan Dompet Duafa. Tulisan itu pula yang mengantarkan Heni jadi wakil Indonesia di forum “Ubud Writer”, forum internasional bagi para penulis yang datang dari berbagai negara.

Kisah hidup Heni memang sangat luar biasa. Semangatnya menginspirasi di berbagai bidang.

14306707232014850661

Heni bukan hanya dikenal sebagai penulis, tetapi juga guru, motivator sekaligus penggerak komunitas desa. Heni banyak menerima undangan jadi pembicara forum diskusi dan seminar, menjadi motivator di dalam dan di luar kelas. Tak ada yang percaya bahwa Heni yang mempunyai nama pena Jaladara ini adalah seorang mantan TKI.

Heni bukanlah TKI biasa, yang bekerja ke luar negeri sekadar untuk mendapatkan uang dan setelah itu pulang. Demikian dituturkan Sri Palupi, seorang peneliti dari Institute Ecosoc dalam tulisannya. Heni adalah TKI pembelajar, yang jeli dan cerdas dalam membaca dan memanfaatkan kesempatan di tengah kesempitan.




[caption id="attachment_364284" align="aligncenter" width="300" caption="Saat liburan tiba, siswa dan guru datang untuk belajar di alam Jampang"]14306708141596551914[/caption]

Di samping melakukan kerja rutin sebagai pekerja rumah tangga di Hongkong, ia juga bekerja keras untuk menempuh pendidikan tinggi.Tak heran, setelah enam tahun menjadi TKI, Heni kembali ke Indonesia dengan menyandang gelar sarjana bidang kewirausahaan dari UniversitasSaint Mary Hongkong untuk kelulusan angkatan pertama dan sekaligus mengantongi ijasah pendidikan D3 di bidang IT. Dan ia lulus sebagai salah satu mahasiswa terbaik.

TKI seperti Heni masih terbilang langka. TKI yang melanjutkan pendidikannya sampai tingkat sarjana memang banyak. Tetapi mereka kuliahnya setelah kembali ke Indonesia. Sementara Heni menempuh pendidikan tinggi dan meraih sarjananya saat masih menjadi TKI. Sulit membayangkan bagaimana seorang TKI bisa bekerja di negara orang sambil kuliah.14306709191479892123

Heni pantas menjadi inspirasi. Kerja nyatanya patut mendapat apresiasi. Ia bekerja membangun kemandirian ummat, menguatkan pondasi masa depan anak-anak petani dan keluarganya. Tangan-tangan lain harus menguatkan perjuangannya. Seorang Heni mampu menginspirasi ratusan bahkan ribuan orang terutama di social media untuk melakukan hal yang sama, berbuat kebaikan setiap harinya. Indonesia perlu lebih banyak Heni-heni yang lain untuk ditempatkan di berbagai wilayah pelosok tanah air untuk membawa perubahan kebaikan.

Heni yang mantan pekerja rumah tangga di Hong Kong mampu memberikan kontribusi yang besar untuk masyarakat di sekitarnya. Ia bagai lentera. Disaat orang-orang gelap mata mengejar kemewahan Heni malah mengejar anak-anak petani di pelosok kampung yang tengah berjuang untuk bisa terus sekolah.

Heni mengetuk banyak pintu hati untuk peduli pada mereka yang seringkali dipandang sebelah mata. Heni mengingatkan kita semua untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan melalui tujuan hidupnya yang sederhana, bermanfaat untuk sesama.




[caption id="attachment_364286" align="aligncenter" width="300" caption="Kolam ikan hias di AgroEdu Jampang"]1430670991317221204[/caption]

Semoga apa yang dilakukan Heni jadi teladan bagi perempuan Indonesia. Bagaimana cara ia mencari jalan keluar dari rantai kemiskinan yang dialaminya, juga dialami warga Jampang dan sekitarnya. Bagaimana ia menyelesaikan masalah-masalah yang di hadapi untuk terus bergerak maju membawa perubahan anak-anak tidak mampu ke arah lebih baik ini dapat menginspirasi perempuan Indonesia.

Semangat yang ditularkan Heni bahwa menjadi mandiri itu penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah mengajarkan lagi kemandirian itu kepada orang lain. (ol)




[caption id="attachment_364275" align="aligncenter" width="300" caption="Bersama relawan"]14306698551751919197[/caption]

[caption id="attachment_364276" align="aligncenter" width="300" caption="Membawa #anakpetanicerdas mengenal "]1430670007409160042[/caption]

[caption id="attachment_364277" align="aligncenter" width="300" caption="Suami Heni bukan hanya mendukung tapi juga memberikan bukti dengan turut mengajar "]1430670088992788939[/caption]

[caption id="attachment_364278" align="aligncenter" width="300" caption="Meski anak kampung, kalau belajar dan diajarkan, mereka bisa karena terpaksa juga bicara dengan bule :)"]14306702391110649261[/caption]

[caption id="attachment_364287" align="aligncenter" width="300" caption="Kambing yang dikelola warga Jampang"]14306710631819677067[/caption]

[caption id="attachment_364489" align="aligncenter" width="300" caption="Keluargaku bersama Heni, Aditia Ginantaka, donatur dan relawan di Perpustakaan Abatasa, sekalaigus tempat tinggal Heni di Talaga Kahuripan, Bogor"]14307971631300667609[/caption]