Mohon tunggu...
Cika Tesazabalia
Cika Tesazabalia Mohon Tunggu... Panggil saja cika

Masih belajar, banyak kurangnya. Dibaca ya.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

You're My Favorite Person

22 April 2021   06:44 Diperbarui: 22 April 2021   06:47 70 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
You're My Favorite Person
Sumber gambar: Aplikasi Poster Canva (Koleksi Pribadi)

Pagi ini, ada harap yang selama ini masih aku semogakan. Bingung karena aku dan dia memang jarang berkabar. Senin sampe jumat kita sama-sama kerja sepakat buat engga chattingan. Sabtu istirahat menghabsikan waktu Bersama dengan keluarga sampe pukul 20.00 WIB dilanjut vidcall habis itu tidur. Mingu kita sama-sama menyiapkan segala hal untuk kerja esok senin. Jadi sebetulnya waktu kita hanya sedikit. Seminggu hanya sekali tapi gatau kenapa rasanya aku percaya banget sama dia. Awalnya emang ada sedikit masalah trust issue yang aku khawatirin. Cuma ya balik lagi, bahwa apa yang aku khawatirin bisa ilang gitu aja karena dia selalu punya cara buat ngeyakinin.

Heran sih karena ini kali pertama aku menjalin komitmen dengan orang yang komunikasipun engga. Aku sadar diri sebetulnya karena aku hanyalah perempuan virtualnya, tapi kami sudah kenal lama. Dia temanku, dia orang yang aku suka sejak semeseter dua. Dagunya unik, aku suka. Cara dia berbicara dewasa, aku suka. Tapi sebetulnya dari sekian banyak hal yang aku suka justru aku jatuh cinta karena dia orang yang berbeda. Cara dia mengetuk dan berpamitan adalah dua hal yang menurut aku paling baik dan itu sederhana.

Dia mengetuk, memberi izin untuk masuk tapi aku tutup. Aku takut karena aku sebetulnya tidak mudah untuk bisa memberikan hati pada laki-laki. Aku tegaskan lagi bahwa cara dia mengetuk sangat sederhana, mambuat aku luluh dan akhirnya jadi mau. Aku buka pelan-pelan karena aku rasa dia sudah punya kuncinya. Tapi ada satu hal yang membuat dia lupa bahwa gemboknya tertinggal jauh disana. Dan yang terjadi bukannya ditutup malah pintu terbuka kemana-mana.

Dia pernah bilang kalau dia jatuh hati padaku karena kagum. Aku ga terlalu percaya karena menurut aku laki-laki itu sama. Tapi effortless dia luar biasa, dia punya seribu cara yang membuat aku bertanya sama diri aku sendiri "kenapa ga dicoba ya" aku coba piker-pikir lagi, lagi karena aku engga mau buka hati sembarang lagi.

Waktu itu seingatku dia bilang begini "Aku jatuh hati karena cara berpikirmu yang dewasa, cara berpikirmu yang luar biasa. Aku jatuh hati karena ada inner beauty yang kamu punya yang ga dimiliki siapa-siapa. Aku akan terus berusaha, perihal kita bersama ataupun tidak itu adalah bagian dari rencana-NYA. Biarkan kita terus seperti ini, mengalir seadanya. Dan mulai hari ini aku akan menitipkan kamu pada semesta" Katanya.

"Sebetulnya kamu sedang tidak bersaing dengan siapa-siapa, aku hanya terlalu menikmati sendiri ini. kamu ketuk aku coba buka. Dan akhirnya akan seperti apa aku juga tidak tahu. Satu hal yang pasti bahwa aku juga ingin menitipkan kamu pada semesta karena bukankah semuanya akan percuma kalau kita bersama dalam waktu yang lama tapi berakhir sia-sia? Tetaplah seperti ini, mengalir layaknya air. Aku simpan kamu, aku tidak akan pernah menyebutmu dalam doaku, aku takut salah karena memang pada dasarnya manusia itu tidak benar. Semesta selalu tau masa depan akan seperti apa. Tapi bisakah kita tetap seperti ini?" Jawabku.

"Tentu" Katanya.
Disambungnya begini "Ini adalah bagian dari usahaku. Bukankah semakin bertambah umur kita dituntut untuk mempunyai pasangan hidup?"

"Betul" Ucapku

"Maka izinkan aku untuk mengenalmu, berkomunikasi denganmu. Aku juga punya maksud tidak hanya untuk mengetuk sembarang" Katanya

"Aku tidak siap patah hati lagi, untuk kesekian kali aku sudah tidak ingin lagi" jawabku

"Maka biarkan aku berusaha sendiri. Aku tidak akan membuatmu jatuh lagi". Dia selalu meyakinkan dan aku iya-kan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x