Mohon tunggu...
Teopilus Tarigan
Teopilus Tarigan Mohon Tunggu... ASN - Pegawai Negeri Sipil

Pro Deo et Patria

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

"Midnight Diner", tentang Belahan Jiwa yang Tetap Kembali Sekalipun Bebas untuk Melupakannya

8 April 2020   16:10 Diperbarui: 10 April 2020   19:29 4093
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Zhang Sisi dan Tsao di Midnight Diner, Courtesy of Well Go USA (Sumber: www.cinemaclock.com)

Kelima, datang dari kisah Zhang Sisi dan Tsao yang sama-sama bekerja di Shanghai dan berasal dari Hunan. Sisi seorang resepsionis tapi sangat terobsesi menjadi seorang model terkenal. Sementara itu, Tsao adalah seorang pengemudi taxi sederhana yang berencana akan kembali ke kampung dan membangun keluarga di sana.

Dalam perjalanan cinta mereka, Sisi yang tidak mudah puas dan obsesif berpisah jalan dengan Tsao, laki-laki yang perhatian namun cepat puas dan sangat sederhana, justru di saat Tsao menyampaikan lamarannya untuk menikahi Sisi.

Dulu, mereka pun sering kali bertemu di kedai yang buka tengah malam itu. Tsao memesankan untuk Sisi, telur dadar orak arik yang dicampur sayur pahit dan sayur manis, hingga rasanya ada pahit dan manisnya, ketika pertama kali makan di sana.

Suatu ketika, setelah lama berselang sejak perpisahan mereka, kelihatannya Sisi telah sukses menjadi seorang model dari penampilannya. Dia kembali ke kedai kecil sederhana yang buka pada tengah malam di kota Shanghai itu. Chef masih mengenalinya.

Chef menawarinya untuk dimasakkan telur dadar orak arik seperti yang pertama kali dia pesan dulu. Sisi setuju dan ia pun menikmati telur dadar orak ariknya. Ada rasa pahit dan manisnya, ia makan sambil meneteskan air mata. Chef melihat semua itu, tapi ia tidak berkata apa-apa.

Dari film sederhana yang hanya berlatar di sebuah kedai kecil sederhana yang buka pada tengah malam, tapi dengan atmosfer yang hangat di atas sebuah meja, berada di sudut sebuah gang yang terjepit di antara bangunan pencakar langit di kota Shanghai itu, seorang Chef memasak makanan yang dipesan sambil mengenali latar hidup seluruh orang yang pernah singgah, makan dan minum di kedainya dengan segala kisahnya.

Tapi Chef selalu paling suka dengan kisah dari orang yang baru pertama kali datang dengan kisah pertamanya. Chef yang sudah menghabiskan separuh masa hidupnya di kota itu, mengatakan bahwa setiap kota pasti mempunyai kedai tengah malamnya masing-masing, dan setiap kedai pasti mempunyai kisahnya sendiri-sendiri.

Dari salah satu kisah, milik Sisi dan Tsao, ketika mereka berpisah jalan karena pilihan hidup yang berbeda, ada sebuah kata-kata penyemangat dari seorang penjahit tua yang juga langganan kedai ini dan selalu tampil dalam balutan busana pria klasik khas Shanghai tahun 1930-an. 

Memberikan kata penghiburan tentang konsep Wafel House Index kepada Tsao. Entah apakah itu ngawur atau serius, tapi ia memperlihatkan empatinya atas kesedihan Tsao dengan mentraktirnya teh hangat, karena melihat Tsao sudah kebanyakan menenggak minuman beralkohol.

Katanya lebih kurang, "Anak muda, hidup belum berakhir sekalipun kau menganggap ini sebagai bencana. Mungkin kau akan merasa ini tidak masuk akal, tapi ini adalah cara yang tidak normal untuk mengevaluasi kehidupan setelah dilanda bencana. Apabila kedai ini masih buka, artinya hidup masih belum berakhir, karena engkau masih bisa singgah untuk minum atau memakan kudapan."

Kitapun mungkin juga sering bertanya-tanya, orang-orang macam apa yang masih pergi ke kedai pada tengah malam? Mungkin, sesekali kita perlu datang dan melihatnya ke sana, maka kita akan tahu orang-orang seperti apa mereka.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun