Mohon tunggu...
Teopilus Tarigan
Teopilus Tarigan Mohon Tunggu... Pegawai Negeri Sipil

https://www.youtube.com/channel/UC23hqkOw50KW12-6OHvnbQA

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

"Toilet: Ek Prem Katha", Kalau Menginginkan Istrimu, Kau Harus Punya Toilet di Rumah

15 Desember 2019   02:42 Diperbarui: 15 Desember 2019   03:24 1093 8 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Toilet: Ek Prem Katha", Kalau Menginginkan Istrimu, Kau Harus Punya Toilet di Rumah
Akshay Kumar dan Bhumi Pednekar dalam Toilet: Ek Prem Katha (Sumber: https://m.media-amazon.com/images)

Barangkali begitulah yang terjadi bila suatu negara dengan wilayah yang sangat luas dan penduduk yang sangat banyak, maka akan banyak hal yang terjadi. 

Di satu tempat terjadi hal yang baik, sementara di tempat lain terjadi sesuatu yang buruk. Di satu tempat tampak sudah sangat modern, sementara di tempat yang lain tampak masih sangat primitif. Itu terjadi bahkan di satu negara, pada tempat-tempat yang saling berdekatan, tapi dengan kenyataan yang sama sekali berbeda, di India.

Sebuah film drama komedi berjudul "Toilet: Ek Prem Katha" dirilis pada 11 Agustus 2017, dengan sutradara Shree Narayan Singh, dibintangi oleh Akshay Kumar sebagai Keshav dan Bhumi Pednekar sebagai Jaya. 

Film ini bercerita tentang realita sosial dalam bungkus drama percintaan dan komedi yang terinspirasi dari kehidupan warga desa di sekitar Mathura, India, yang sekurang-kurangnya sekitar 80% rumah tangganya tidak memiliki akses terhadap jamban atau toilet.

Keshav yang berumur 37 tahun bekerja di sebuah bengkel sepeda dan sepeda motor dan memiliki seorang kekasih bernama Jaya. Ia adalah seorang perempuan terdidik lulusan perguruan tinggi dari sebuah keluarga yang juga sudah terbiasa dengan nilai-nilai hidup modern, sehingga komunikasi dan cara-cara menyatakan pendapat di antara anggota keluarga berlangsung secara terbuka. 

Sementara Keshav adalah seorang anak yang lahir dan dibesarkan di tengah keluarga golongan Brahman, dengan ayah yang sangat ortodoks dan dengan kaku menegakkan tradisi, bahkan keras dan kejam apabila ada yang menentangnya, sekalipun anak-anaknya.

Keshav sangat mencintai Jaya. Atas dorongan adiknya, Keshav memberanikan diri membujuk ayahnya untuk mengijinkannya menikah.

Saat menyampaikan maksudnya, ayah Keshav menekankan bahwa ia hanya akan memberi restu bila calon menantunya adalah wanita yang juga menjunjung budaya dan agama, sehingga membawa berkat bagi keluarga. Bahkan, secara fisik ayah Keshav memberi gambaran bahwa perempuan dengan dua jari jempol pada sebelah tangannya adalah calon istri yang paling baik. Karena jempol dalam susunan jari adalah simbol untuk api, maka dua jari jempol pada sebelah tangan adalah simbol bagi calon istri yang bisa membawa api terang dan berkat yang lebih lagi bagi keluarga suaminya.

Penekanan atas hal ini adalah salah satu bagian pengajaran moral dalam film ini, yang menjelaskan bagaimana seorang anak yang sebenarnya sudah hidup di zaman yang sudah modern pun, bila hidup dan besar dalam lingkungan keluarga yang sudah terbiasa dengan pemahaman logika mistik yang sudah sedemikian mengakarnya, hanya akan mencari jalan pintas demi menyenangkan orang tua agar harapan dan permintaannya terwujud, sekalipun untuk itu mereka harus membohongi orang tua.

Maka, demi menikah dengan Jaya, Keshav meminta Jaya merajutkan sarung tangan wanita bagi dirinya sendiri dengan dua jari jempol pada tangannya yang sebelah kiri. Dan bermodal jahe yang tampak seperti jari jempol, Keshav menempelkan jempol tambahan di tapak tangan sebelah kiri calon istrinya, demi mendapat restu dari ayahnya.

Semalam berlalu setelah pesta pernikahan itu langsung timbul sebuah masalah. Pada pagi-pagi buta, Jaya dibangunkan oleh wanita-wanita tetangganya. Mau ke lapangan katanya, untuk buang air besar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x