Mohon tunggu...
Teopilus Tarigan
Teopilus Tarigan Mohon Tunggu... Pegawai Negeri Sipil

Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, memelihara hati dan pikiranku... Blog Pribadi: https://surantateo.wixsite.com/terraincognita

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Artikel Utama

Sejujurnya, Sudikah Pejabat Publik Menjadi Pelayan?

6 November 2019   01:57 Diperbarui: 6 November 2019   13:30 0 8 4 Mohon Tunggu...
Sejujurnya, Sudikah Pejabat Publik Menjadi Pelayan?
foto dari Arief Budiman, Karanganyar (Layani Kesehatan Warga di pinggir jalan)

"Perubahan pola pikir dan pola kerja para pejabat publik di birokrasi pemerintahan, di tengah semangat kompetisi, berbagai sektor kehidupan masyarakat saat ini menjadi sebuah keniscayaan."

Menurut Ben Dupre dalam bukunya "50 Gagasan Besar yang Perlu Anda Ketahui," ada perbedaan mendasar dari apa yang disebut sebagai gagasan cemerlang dengan apa yang disebut sebagai gagasan besar.

Gagasan cemerlang menurutnya adalah sebuah skema cerdik dan menarik, tapi gagal saat kekosongan esensialnya mulai tampak.

Sementara itu, gagasan besar bisa dikatakan sebagai gagasan yang langka, itu adalah gagasan yang berisi ide-ide dengan konsep yang lengkap, muncul pada waktu yang tepat, membawa ambisi yang orisinal, dan menimbulkan efek yang besar.

Bila ke-50 gagasan besar yang dirangkum Dupre itu dikategorisasi, maka sekurang-kurangnya seluruhnya dapat dibagi ke dalam 4 bagian. 

Pertama, yakni gagasan yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Gagasan seperti ini misalnya berisi ide yang terkait dengan kebebasan dan akal sehat.

Kedua, adalah gagasan yang memusingkan. Gagasan yang terkait dengan teori ledakan besar atau Big Bang dalam menjelaskan asal usul ruang dan waktu, atau teori tentang Chaos untuk menjelaskan keteraturan dalam ketidakteraturan, adalah sebagai gagasan yang memusingkan.

Ketiga, adalah gagasan yang misterius. Termasuk ke dalam bagian gagasan ini adalah ide tentang takdir dan surealisme. Bagaimana tidak, apa lagi yang bisa dihasilan dari menggabungkan dua keadaan yang kontradiktif, mimpi dan realitas, selain menghasilkan realita absolut berupa misteri.

Keempat, adalah gagasan yang tercela. Tidak salah lagi, yang termasuk kedalam gagasan yang seperti itu adalah segala ide yang mengakibatkan luka dan kepedihan, katakanlah semisal fasisme, rasisme dan lain-lain yang sejenisnya.

Namun, ada satu kesamaan dari semua gagasan besar di keempat kategori itu, yakni bahwa semua gagasan itu telah meninggalkan kesan yang mendalam dalam sejarah peradaban umat manusia.

Bila ide-ide di atas ditarik ke dalam hal yang lebih kecil, misalnya ide yang mengkonsepsi jabatan pejabat publik sebagai jabatan pelayan mungkin hanya mapan sebagai slogan, tapi dalam realitas gagasan itu mungkin masih mengundang beragam pertanyaan, memusingkan, misterius atau bahkan dipandang tercela juga oleh sebagain.

Meskipun demikian, memang sudah tidak kurang banyak juga contoh baiknya dalam penerapan, bahwa banyak pejabat yang mampu sekurang-kurangnya tampak sebagai pelayan.

Menggunakan, konsep gagasan Ben Dupre, dalam memandang jabatan pejabat publik sebagai jabatan pelayan, kita dapat menggunakan beberapa ide yang terkait untuk menjadi batu ujian.

Setidaknya kita bisa menggunakan ide dari gagasan tentang modernisme, karena kita sedang berada di zaman itu. Kemudian gagasan tentang nasionalisme, yang diperlukan terkait dengan makna tanggung jawab pejabat publik dalam kaitannya dengan kehidupan bernegara.

Lalu yang ketiga adalah gagasan tentang kontrak sosial, dalam kaitannya dengan hubungan pejabat publik dengan masyarakat yang dilayaninya.

Gagasan tentang Modernisme
Inti dari gagasan modernisme dalam kajian menurut Ben Dupre ini adalah adanya guncangan dari sesuatu yang baru. Perubahan pola pikir dan pola kerja para pejabat publik di birokrasi pemerintahan, di tengah semangat kompetisi, berbagai sektor kehidupan masyarakat saat ini menjadi sebuah keniscayaan. 

Perubahan yang semakin signifikan itu, perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi aparatur sesuai dengan tuntutan kebutuhan.

Hal itu penting karena para pejabat publik adalah pejabat yang bertanggungjawab memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan. 

Kinerja para pejabat publik sangat menentukan keberhasilan pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Saat ini kita hidup dalam peradaban yang sudah sama sekali berbeda. Cara kerja yang dulunya sangat birokratik, bertahan di zona nyaman, sangat hirarkis dan berbasis regulasi yang monopolis sesungguhnya telah berakhir.

Kita tengah berada pada era dimana teknologi dan informasi digital berkembang begitu pesatnya. Segala sesuatu yang tadinya bergerak secara linear dan beruntun, berubah menjadi sirkular dan bergerak serentak. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2