Mohon tunggu...
Sumiati
Sumiati Mohon Tunggu... Manusia B-aja

Malas bukan jalan menuju surga

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Meneropong Efektifitas Program KB di Indonesia

22 Juni 2021   13:06 Diperbarui: 22 Juni 2021   13:14 44 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Meneropong Efektifitas Program KB di Indonesia
Dok. BKKBN

Oleh: Sumiati

Mahasiswi Sosiologi, Fisib, Universitas Trunojoyo Madura.

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan kebijakan kependudukan pemerintah Indonesia, untuk menekan pertumbuhan penduduk. Program yang digawangi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini, bertujuan menyeimbangkan antara kebutuhan dengan jumlah penduduk. Tujuan lain KB, untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera, melalui pengendalian kelahiran & pertumbuhan penduduk. Gerakan Dua anak cukup ini, membumikan konsep norma keluarga kecil bahagia sejahtera (Hadi, 2001). Menurut BKKBN, dalam program dua anak lebih sehat, terkandung filosofi ilmiah. Hasil penelitian ilmiah mengungkap, keluarga dengan dua anak, dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi. (M. Reza Sulaiman, 2020)

Selain mengatur kelahiran, program KB bertujuan mencegah praktik pernikahan usia dini yang banyak terjadi di desa-desa. Pernikahan dini berpotensi meningkatkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Ini lantaran usia ibu belum masuk ideal. Pernikahan usia dini melibatkan perempuan berusia antara 15–20 tahun. Usia ideal menikah yang sesuai dengan pertumbuhan fisik mulai umur 21 tahun. Oleh karena itu, KB memiliki berbagai program yang bisa membantu mencegah pernikahan dini. Salah satunya penyuluhan berbagai dinas seperti dinas pendidikan dan dinas kesehatan tentang dampak negatif pernikahan dini.

Macam-macam alat kontrasepsi yang perlu diketahui, tak hanya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Jenis alat kontrasepsi tertentu juga dapat mencegah infeksi menular seksual. Pertama yang bayak digunakan oleh ibu-ibu di Indonesia yaitu pil KB, merupakan alat kontrasepsi yang paling umum digunakan. Alat kontrasepsi mengandung hormon progestin dan estrogen, untuk mencegah terjadinya ovulasi. Pil KB umumnya terdiri dari 21–35 tablet yang harus dikonsumsi dalam satu siklus atau secara berkelanjutan. Kedua, suntik KB, alat kontrasepsi yang mengandung hormon progestin. Mampu menghentikan terjadinya ovulasi. 

Berdasarkan periode penggunaannya, ada dua jenis suntik KB, yaitu suntik KB 3 bulan dan 1 bulan, Efektivitas suntik KB dalam mencegah kehamilan adalah sekitar 90 persen. Kemudian\ Tak hanya pil KB dan suntik KB, kondom pria juga umum digunakan untuk mencegah kehamilan begitu juga kondom wanita. selanjutnya KB implan atau susuk, merupakan alat kontrasepsi berukuran kecil dan berbentuk seperti batang korek api. KB implan bekerja dengan cara mengeluarkan hormon progestin secara perlahan yang berfungsi mencegah kehamilan selama 3 tahun. kemudian ada Intrauterine device (IUD) adalah alat kontrasepsi berbahan plastik dan berbentuk menyerupai huruf T yang diletakkan di dalam rahim. IUD dapat mencegah kehamilan dengan cara menghalau sperma agar tidak membuahi sel telur. Spermisida adalah produk kontrasepsi yang berbentuk jeli, krim, membran, atau busa yang mengandung bahan kimia untuk membunuh sperma. Lalu ada Diafragma, Cervical cap, Koyo ortho evra, Cincin vagina dan KB permanen (dr. Kevin Adrian, 2020).

Lalu, sejauh mana efektifitas program KB di Indonesia? Jika dilihat dari layanan penggunaan kontrasepsi, sudah berjalan terus menerus. Alat kontrasepsi merupakan salah satu indikator program KB yang berkualitas. Kualitas pelayanan program KB atau kesehatan reproduksi (KR) harus diutamakan. Indonesia melalui BKKBN akan terus aktif bersama organisasi internasional menggerakkan berbagai kegiatan yang mendorong pembangunan manusia. Penyelenggaraan ini pun mencerminkan peran penting Indonesia dalam pembangunan penduduk dalam International Inter-Ministerial Conference on Population and Development Desember 2017. Titik berat dalam konferensi ini adalah mengganti upaya keluarga berencana menjadi pendekatan kesehatan reproduktif yang lebih komprehensif yang menekankan pada pelayanan keluarga berencana yang berkualitas yang berorientasi pada klien sehingga membuat klien mampu membuat pilihan sesuai informasi yang didapat. Banyak program yang telah mengubah fokusnya dari jumlah klien yang dilayani yang menyebabkan tingginya angka putus pakai kontrasepsi, menjadi pelayanan yang lebih baik terhadap kebutuhan klien. Kualitas pelayanan yang meningkat merupakan hal yang sangat penting bagi klien sebagai pihak pertama yang mendapat manfaat dari pelayanan yang lebih baik dan yang akan lebih terdorong untuk memenuhi kebutuhan reproduksinya sebagai hasil dari pelayanan berkualitas yang diterimanya kelangsungan pemakaian kontrasepsi (STARH, USAID, & FKMUI, 2004).

Dengan pelayanan yang disediakan di indonesia seharusnya Program KB sudah dapat dikatakan sangat efektif, namun meningkatnya kelahiran yang terjadi di tahun 2020 seperti yang di umumkan oleh Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan akan ada tambahan hingga 500.000 lalu menjadi masalah dan hambatan tersendiri untuk efektitas program KB. 

Dinyatakan bahawa meningkatnya kelahiran ialah akibat di terapkanya pandemi stay at home oleh pemerintah sejak masuknya covid-19 ke Indonesia yang tidak dapat dihindari sehingga menyebabkan dunia Kesehatan sangat kurang persiapan dan kewalahan. Dapat dikatakan bahwa meningkatnya kelahiran di Indonesia bukan di sebabkan oleh tidak efektifnya program KB, melainkan perasaan keinginan pribadi yang ada didalam hubungan suami istri. Karena dianjurkan untuk tidak keluar rumah kemungkinan besar sebuah keluarga tidak sempat atau merasa takut untuk pergi keluar dan membeli alat kontrasepsi sehingga kehamilan tidak dapat dicegah. 

Dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya penghambat efektifitas program KB tahun lalu dan tahun ini ialah karena masuknya covid-19 ke indonesia yang kemudian diterapkan untuk tetap dirumah dan pasangan di setiap keluarga lebih memilih melakukan aktitas suami istri dan tidak dapat menghindari kehamilan karena tidak menindahkan pemakaian alat kontrasepsi untuk membantu keberhasilan program KB di Indonesia. 

Agar tetap melangsungkan anjuran pemerintah, baiknya menyediakan alat kontrasepsi yang bisa didapat melalui media penjualan online, karena saat ini sistem jual beli online sangat dianjurkan dengan syarat tetap menjaga protokol kesehatan. Oleh karena itu, karena tahun ini penyebaran covid-19 sudah tidak separah tahun sebelumnya maka alangkah baiknya untuk kembali menekuni program KB dengan tujuan tidak hanya mencegah kehamilan melainkan juga untuk membantu tercapainya tujuan pembangnan pemelintah dengan meminimalisir pertumbuhan penduduk yang sangat banyak di Indonesia, juga untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan dialami oleh ibu maupun bayi.

VIDEO PILIHAN