Mohon tunggu...
Teguh pratama putra
Teguh pratama putra Mohon Tunggu... Human Resources - Punya Teguh ASLI

Mahasiswa santuy belajar online

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ketimpangan Pendidikan bagi Anak Pedalaman

2 April 2020   16:41 Diperbarui: 2 April 2020   17:02 481
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
nasional.republika.co.id

Bukan rahasia lagi bila anak yang tinggal di daerah pedalaman sangat sulit mendapatkan kehidupan yang layak seperti anak-anak pada umumnya. Anak-anak pedalaman sulit untuk dapat mengenyam pendidikan formal sesuai batas kelayakan pendidikan Indonesia, mengapa demikian? 

Karena mayoritas anak pedalaman tidak dapat mengikuti perkembangan zaman, hal ini ditandai dengan banyaknya anak-anak pedalaman yang tidak mengenal teknologi seperti alat komunikasi atau pun yang lainnya.

Jadi wajar saja jika anak-anak pedalaman tertinggal  salah satunya dalam bidang pendidikan, hal itu karena pendidikan di Indonesia saat ini mayoritas sudah memanfaatkan teknologi seperti telfon genggem, internet ataupun yang lainnya.

Bagi anak pedalaman, teknologi asing dimata mereka, oleh sebab itu anak pedalaman tertinggal pendidikannya dibanding dengan anak-anak pada umumnya.

Hal pokok yang menjadi sorotan utama yaitu, betapa sulitnya mereka mendapatkan pendidikan yang layak dan dapat mengenyam pendidikan dua  belas tahun lamanya sesuai dengan batas kelayakan pendidikan di Indonesia. 

Pada faktanya ini semua bukan murni salah mereka sepenuhnya, mereka sebagian besar hanyalah korban dari infrastruktur yang tidak merata, jika kita berbicara tentang infrastruktur, maka pasti berkaitan dengan pemerintahan, baik negara ataupun daerah. 

Dengan adanya kesenjangan pendidikan bagi anak pedalaman  yang salah satunya disebabkan oleh tidak meratanya infrastruktur, ini membuktikan bahwa pemerintah belum berhasil dalam pemerataan infrastruktur di Indonesia, ini akan menjadi koreksi bagi pemerintahan untuk lebih baik dan  merata bagi daerahnya atau bahkan negara Indonesia.

Gambar diatas merupakan salah satu bentuk perjuangan anak-anak pedalaman untuk dapat mengenyam pendidikan, mereka jika ingin bersekolah mau tidak mau harus mengarungi sungai, setelah itu masih harus berjalan kaki  berpuluh puluh kilo meter bahkan banyak yang tidak menggunakan alas kaki karena jika sepatu sekolah mereka pakai, sepatu itu akan cepat rusak. 

Tetapi semua itu mereka jalani dengan ikhlas karena mereka sadar untuk mendapatkan ilmu itu rintangannya sulit, mereka tatap semangat untuk mencari ilmu. 

Ini gambaran betapa minimnya sentuhan pemerintah terhadap daerah pedalaman yang berimbas kepada kualitas pribadi  anak-anak disana. Bisa kita bayangkan betapa berbahaya rintangan yang mereka lalui setiap harinya untuk dapat besekolah, berbanding kebalik dengan kita yang bukan berada di pedalaman.

Oleh karena itu, bagi kita yang masih diberi kemudahan untuk menuntut ilmu tidak ada alasan lagi untuk bermalas malasan, kita patut malu dengan anak-anak pedalaman yang tetap semangat walaupun keadaan memaksa dia untuk tidak semangat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun