Mohon tunggu...
Teguh Yuswanto
Teguh Yuswanto Mohon Tunggu... Jurnalis - Suka belajar hal baru

jurnalis dan penulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Puisi Menangis

16 Januari 2019   20:40 Diperbarui: 16 Januari 2019   20:42 155
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Ada puisi menangis

Sudah berabad-abad lamanya 

menunggu ditulis

Tertindas di bawah  batu

Menunggu bersama sepi

Tak ada penyair yang lewat

Sampai satu hari datang seorang lelaki membawa martil

Badannya menggigil 

dia yakin, itu bukan alat tulis

badanya merasa sakit 

martil menghantam batu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun