Mohon tunggu...
Teguh Wiyono
Teguh Wiyono Mohon Tunggu... Guru - Pendidik

Berkarya untuk Sesama, Mengabdi untuk Negeri

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Memasuki Dunia Kerja, Apa yang Perlu Disiapkan?

27 Agustus 2022   07:06 Diperbarui: 27 Agustus 2022   07:10 761 9 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Memasuki Dunia Kerja, Apa yang perlu disiapkan?

Setiap orang menginginkan pekerjaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Banyak alasan mengapa orang ingin bekerja, ada karena ingin merubah nasib, ada yang karena ingin menunjukkan eksistensinya, karena ingin membantu ekonomi orang tua, ingin bisa kuliah dan lain sebagainya. Namun demikian, banyak lulusan SMK ataupun lulusan Perguruan Tinggi yang setelah dinyatakan lulus, tak segera mendapatkan tempat kerja yang sesuai yang diinginkan.

Menurut Data, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, jumlah industri diwilayah kabupaten bekasi sekitar 7600 perusahaan yang berada di 11 kawasan industri. Sementara jumlah lulusan dari sekolah SMK/SMA sekitar 18.000 lulusan / tahun. Ada kesenjangan antara kebutuhan dan daya serap terhadap lulusan yang dapat diterima oleh Perusahaan, belum lagi lulusan lulusan dari sekolah sekolah dari daerah/kota disekitar/diluar kabupaten bekasi yang turut bersaing dalam memasuki dunia kerja.

(Dokpri)
(Dokpri)

Bagaimana dan apa yang perlu disiapkan?

Dunia kerja adalah dunia yang berorientasi pada keuntungan (profit oriented), sehingga seluruh daya dukungnya termasuk SDM yang terlibat mampu beradaptasi dengan target-target yang diingin perusahaan. Maka sebagai calon tenaga kerja baru yang ingin memasuki dunia kerja harus:

  • Menyiapkan mental untuk dapat beradaptasi dengan budaya industri. Banyak pencari kerja yang menginginkan kerja, ditempat yang bagus, ternama tetapi ternyata mereka tidak siap secara mental dapat beradaptasi dengan budaya budaya industri. Tak sedikit pekerja pemula tidak tahan berdiri 8 jam untuk bekerja, tidak siap harus kerja shift, tidak siap untuk lembur, tidak siap potong rambut saat mengikuti proses rekruitmen dan banyak lagi.sementara penilaian dalam proses rekruitmen dinilai dari mulai ketika kandidat masuk ruangan tes, apakah sikap dan perilakunya menunjukkan keinginan kuat untuk lolos atau tidak.  Jadi hal terpenting harus siap dengan budaya budaya yang berbeda dengan keseharian kita
  • Menyiapkan Dokumen-dokumen sesuai kebutuhan melamar kerja. Sering ditemukan pelamar kerja yang tidak memiliki kesiapan dokumen ketika melamar kerja. Jika ada informasi lowongan kerja dengan cepat mendaftar, tetapi saat diminta kelengkapan dokumen, banyak yang tidak dapat dipenuhi, sebagai contoh SKCK mati, kartu Vaksin, NPWP belum punya,
  • Menyiapkan diri menghadapi Tes. Tahapan Tes dalam proses rekruitmen ada tes tertulis dan interview/wawancara. Kandidat sering mengikuti proses rekruitmen dengan modal nekat, artinya tanpa persiapan, latihan yang cukup untuk menghadapi tahapan tes yang akan diikuti. Maka perlu melakukan latihan latihan khusus mengerjakan soal soal tes
  • Menyiapkan diri menghadapi Medical Check Up (MCU). Kesehatan merupakan hal mendasar didalam proses memasuki dunia kerja, maka pihak perusahaan selalu menutup rangkaian tes dengan MCU untuk memastikan calon karyawannya sesuai standar kebutuhan dan kesehatan diperusahaannya. Kesehatan tidak bisa disiapkan dalam waktu pendek tetapi menjaga kesehatan dari jauh jauh hari, missal dengan melakukan olahraga pada usia remaja, tidak kecanduan rokok, ataupun minuman yang bisa menyebabkan kesehatan terganggu. Dengan melakukan persiapan yang matang dan kesiapan mental yang baik, tentu akan memiliki peluang jauh lebih besar dibandingkan ketika mempersiapkan dengan ala kadarnya. semoga tulisan ini bermanfaat buat para pembaca yang budiman.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan