Mohon tunggu...
Teena .
Teena . Mohon Tunggu...

Jadi kompasianer supaya bisa menulis INI dan ITU

Selanjutnya

Tutup

Politik

Prabowo:Jokowi - 3:0 di Media Sosial

3 Juni 2014   13:28 Diperbarui: 23 Juni 2015   21:46 0 0 0 Mohon Tunggu...

Jaman sekarang ini, jangan mengabaikan peranan media sosial.  Sekarang internet sudah di mana-mana.  Di atas gunung saja bisa berKompasiana.  Maka media sosial sangat berpengaruh pada masa berkampanye.   Contoh nyata pada Pilkada DKI tahun 2012.  Ada Jasmev (Jokowi Ahok Social Media Volunteer) - kelompok relawan yang setia menjadi corong pendukung Jokowi menuju DKI1, ada Tidar (Tunas Indonesia Raya) salah satu sayap Gerindra yang aktif kreatif mendukung Ahok menjadi DKI2.

Di Pilpres tahun ini, media sosial sudah tentu lebih heboh lagi dibanding 2 tahun lalu.  Selain masyarakat semakin melek teknologi, sekarang yang punya kepentingan bukan lagi hanya warga DKI tapi seluruh Indonesia.   Jasmev masih ada dan semakin aktif setelah bertransformasi menjadi Jokowi Advanced Social Media Volunteer.  Tidar juga makin kreatif setelah beroposisi dengan Jokowi.Belum lagi kelompok-kelompok relawan (atau pun bayaran) lainnya yang rajin memantau dan meramaikan dunia maya.

Saya jadi ingin mengapresiasi Tim Prabowo, Tim Merah Putih.Saya lihat-lihat, Tim Prabowo menang, setidaknya 3:0 dalam hal ini.Semuanya fenomenal dan belum pernah saya baca di kampanye negara mana pun.Jadi kreatifitasnya perlu dikasih jempol.

Catatan saya:

1.Iklan kematian Ir. Herbertus Joko Widodo

Serius, tidak pernah mengira yang seperti ini bisa terpikir.Saya sampai ikutan ngaca.Pak Jokowi dari sudut mana kelihatan Cinanya ya.Kalau Pak Jokowi Cina, saya kemungkinan besar asli Belanda.

Lalu orang jelas-jelas masih hidup dan blusukan, diiklankan sudah meninggal.Saya yakin Tim Jokowi tidak ada yang se-kreatif itu.Maka begitu iklan itu tayang (saya tidak tahu di mana), langsung menyebar luas, jauh lebih canggih dari “hubungan hantu ke hantu”.

Maka biarpun pada tahu tidak benar Pak Jokowi sudah meninggal, setidaknya ada yang jadi bertanya-tanya, apakah itu berarti Pak Oey Hong Liong masih hidup.

2.Tabloid Obor – Capres Boneka

Nah, semua media nasional pasti punya foto yang sama.Pak Jokowi bertemu dengan ibu Mega dan mencium tangannya. Mungkin kita melihatnya biasa-biasa saja karena di tradisi bangsa kita, khususnya orang Jawa, wajar kalau yang lebih muda cium tangan atau sungkem ke yang dituakan.Tapi hanya pendukung Tim Merah Putih yang punya kemampuan meneropong jauh ke belakang layar, seperti mata Superman.Capres Boneka.

Tabloid diedarkan dan dibagi-bagi gratis di mesjid-mesjid.Jejaknya di media social banyak karena yang berbagi berita tidak sedikit.Ada ilustrasi bagaimanarupa Pak Jokowi kalau nanti ketahuan bohong ke Ibu Mega (barangkali), Pak Jokowi sebagai Pinokio Jilid 2.

3.Surat Permintaan Penangguhan Penahanan

Yang ini benaran original.Dari fotonya suratnya kelihatan kucel, sudah dilipat-lipat, seperti sudah dikantongi.Yang merancang suratnya siapa pun dia, pasti jago membuatkan surat izin bolos sekolah dulunya. Ada kop suratnya, ada tanda tangannya. Mungkin dulu biasa “bantu” orang tuanya menandatangi buku rapornya?  Dengar-dengar namanya sekarang jadi terkenal, masuk koran, dan kemungkinan bisa masuk bui kalau proses hukum terus dijalankan.   Barangkali sekarang yang menandatangani akan menyesal, harusnya tuliskan saja nama asli Pak Jokowi,  Oey Hong Liong.

Jadi kali ini saya mengakui.  Skor 3:0 kali ini buat Tim  Merah Putih.  Sangat diapresiasi  kampanye hitamnya.  Jempol (terbalik) buat anda.

-Teena-

#JKW4P

KONTEN MENARIK LAINNYA
x