Mohon tunggu...
Hana Tayo
Hana Tayo Mohon Tunggu... Freelancer - Aku dolby, dia Draco Malfoy

jatuh cinta tak bisa memilih siapa catatan sebelum sekarang cerita sebelum sejarah

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

"The Ring" Apakah Bukti?

27 Juli 2022   10:04 Diperbarui: 27 Juli 2022   10:12 72 7 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

"Adudu.. telat aku," gumam Hana sembari bergegas meraih tas laundry, menyambar kontak dan berlari menuju carport memulai aktivitas mengajar siang itu. Setengah memacu scoopynya untuk berlari, Hana memasuki perumahan Mountain View, rumah anak didiknya.
"Telat Ust," sapa Bintang, sang murid menyapa Hana dengan ust kepanjangan ustadzah, karena Hana juga mengajar mengaji sebelum belajar matematika dan fisika.

"Iya Mas, tadi mampir laundry dulu, maaf ya," jawab Hana.

"Nggak apa-apa Ust," Bintang menjawab sembari membuka pintu, berlalu menyiapkan meja, dan duduk menghadapi Al Qur'an siap membaca setiap hurufnya. Hana mengikuti lantas duduk di depan Bintang, membuka kotak kacamata, dan mengeluarkan handphone. terlihat di layar, ada notif dari Falda. 

"Assalamualaikum. Mohon maaf lahir batin ya. Btw ini saya kembalikan, semoga Anda bisa Ikhlas," bunyi pesan disertai foto sebentuk cincin, menohok ulu hati Hana, jantungnya berdetak cepat, badannya seketika panas dingin. Rizky. Hana tidak lagi mendengar alunan ayat suci yang dibaca Bintang, bahkan apa yang dikerjakan Bintang tak terlihat oleh Hana. Pikiran Hana berputar, mencari-cari kata untuk membalas pesan tersebut. Dilihat waktu kirim 13.26, dan Hana membaca pesan tersebut 14.03. Pasti dikirim tatkala Hana tengah berkendara menuju lokasi. 30 menit berlalu Hana masih memandangi foto yang dikirim Rizky dan merangkai kata untuk menjawab. Berkecamuk di dada, sejuta kata ingin disampaikan, tapi semua tak tepat untuk dikirimkan.

"Walaykumsalam warrahmatullahi wabarakatuh. Kalau ikhlas seperti yang kita sama mau, aku belum bisa. Karena sekarang semua kuukur dengan dirimu. Seperti yang kusampaikan kepada Vela bahwa aku akan berhenti menitip maaf tiap lebaran, yang ini juga kukatakan terakhir kali. Aku tidak benci dan menyesal bertemu dengan Mas Ky. Tapi kembali seperti dulu aku nggak bisa. Kalau ada tombol edit maka aku akan mengedit bagian cerita kita yang seperti sekarang. Tentang cincin, bisakah cincin itu kembali pada tempat aku meletakkan?" Hana akhirnya berhasil menjawab pesan itu.
"Rizky itu yang nge chat pakai hpku," bunyi pesan dari Falda.

"Tahu aku itu Rizky."

Hana tahu pesannya tidak akan mendapat jawaban. Termangu menatap foto cincin, Hana larut dalam pemikiran, bahwa dia salah menduga maksud pesan Rizky kemarin, salah menduga tentang cincin yang Hana kira sudah dibuang Rizky seiring pertengkaran mereka yang tak kunjung mencapai titik temu. 

Cincin itu seakan memberi jawaban keraguan Hana tentang perasaan Rizky. Seperti Hana yang sulit melepas Rizky sejak membuka mata hingga malam menutup mata, cincin itu seakan mengatakan Rizky mengalami hal yang sama. Cincin itu perlu waktu tiga bulan sejak Hana mengembalikan peralatan muncak Rizky untuk menjadi pesan yang sekarang dibaca Hana.

Overthinking melanda Hana. "Kenapa perlu waktu tiga bulan? Kenapa di saat KKN? Apa dia mengembaikan karena bertemu gadis teman KKN nya atau karena aku mengembalikan alat muncaknya? Kenapa harus memakai handphone Falda? Apa nomerku di delete?."

Bergegas Hana menyelesaikan sesi belajar bersama Bintang. Tak dihirau pandang heran Bintang. Seakan memahami gurunya sedang galau, Bintang tidak banyak bertanya seperti biasa. Hana tahu dia tidak akan bisa berkonsentrasi melanjutkan pekerjaannya. Scoopynya berbelok menuju masjid. Menuntaskan keingintahuan Hana mulai berselancar di dunia maya, mencari tahu cara mengetahui seeorang menyimpan nomor kontak. Dengan berbagai aplikasi online yang tersedia,... berhasil Rizky masih menyimpan nomor kontaknya. Hana termenung, hatinya setengah bahagia setengah resah. Baru satu yang terjawab. Bisakah yang satu itu menjawab pertanyaan lainnya? Kalau Rizky masih menyimpan nomornya, kenapa harus memakai hp Falda. Hana menelepon Falda.

Nada sambung dan diangkat, "Halo, assalamualaikum," suara diseberang menjawab.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan