Mohon tunggu...
Hana Tayo
Hana Tayo Mohon Tunggu... Aku dolby, dia Draco Malfoy

jatuh cinta tak bisa memilih siapa catatan sebelum sekarang cerita sebelum sejarah

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Susah Masuk Pilihan Kompasiana

24 Mei 2020   15:12 Diperbarui: 24 Mei 2020   15:02 66 11 7 Mohon Tunggu...

Akun ini bukanlah akun pertama kompasianaku. Tapi karena kehilangan email akibat ter delete, tak sengaja tentunya, aku membuat akun baru. 

Di akun lamaku, keterbacaan mencapai 7 ribuan lebih, dengan 40 artikel yang 2/3 nya termasuk highlight atau pilihan. 

Dalam waktu sejam ditayangkan, sudah 100 an yang membaca, diikuti penilaian dan komentar. Bahkan beberapa tulisanku yang masuk pilihan ada yang mendekati seribu kali dibaca. 

Buat penulis pemula sepertiku, prestasi bangetlah dibaca sekian ratus orang. Bayangkan kalo dikumpulin di lapangan. Sudah mendatangkan pedagang asongan deh.

Sekarang, sudah 2 hari baru 2 yang membaca, tanpa memberi nilai apalagi komentar . Padahal masuk kategori pilihan. Gimana yang enggak masuk pilihan.

Dulu, menjadi artikel pilihan susah, sekarang lebih susah lagi. Persaingan semakin ketat. Dari judul yang menarik perhatian, diksi yang memikat untuk terus membaca, plot yang seru dan tak terduga, tema sederhana asalkan mampu menyihir pembaca, hikmah yang bisa didapat, belum lagi ejaan, makin harus digali dan diasah lebih tajam lagi. Resep lama sudah tak berlaku, meski terkadang manjur.

Hal itu membuatku sadar diri, kemampuan harus terus diasah kalau ingin eksis dalam dunia literasi. Salah satunya membaca. Apa yang mau dikeluarkan kalau tak pernah diisi? Dan membaca harus menyisihkan waktu dan biaya untuk membeli buku. 

Memang ada bacaan online, tapi kalau kita ingin buku kita dibeli orang, ya beli juga buku orang dong. Lagian seruan baca hardcopy dibanding softcopy. Tapi semua tergantung selera sih, dan kemampuan finansial mengingat buku sekarang juga tak bisa dibilang murah. 

Sebenarnya bukan kompasiananya yang galak hanya pesaingnya makin banyak, persaingan makin ketat, makin kompetitif. Tidak hanya di kompasiana, di semua bidang kukira begitu keadaannya sekarang.

Jadi memang meningkatkan skill, kompetensi, dan terus belajar adalah keharusan bagi yang menginginkan kemajuan. Yah, semoga aku gak kehilangan semangat, rasa lelah dan menyerah dalam berkompetensi masuk pilihan. Belum artikel utama lho ini. Baru pilihan. Hadududu.. Semangat ya penulis pemula dan tanpa bakat seperti aku yang nekat terjun di belantara literasi. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x