Mohon tunggu...
Hana Tayo
Hana Tayo Mohon Tunggu... Aku dolby, dia Draco Malfoy

jatuh cinta tak bisa memilih siapa catatan sebelum sekarang cerita sebelum sejarah

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Kembang Suket Lawu (2)

3 Desember 2019   17:23 Diperbarui: 3 Desember 2019   17:33 52 1 0 Mohon Tunggu...

"Han, Rizky tak akan memaafkanmu kalau nanjak sendirian," pesan dari Siva,"jangan nekat kenapa sih." Tertanggal 25 Januari, seminggu lalu.

"Tidak aku sudah memperhitungkan semuanya. Aku tak punya waktu selain sekarang. Suasana hatiku pas di bawa mendaki Siv," jawabku, "soal maaf, aku akan terus meminta maaf di setiap tetes airmata yang jatuh di atas sajadah saat ruku' dan sujud. Entah di lima waktu, dhuha tahajud. Tempat yang tepat mengadu sakitnya hati kan? Aku meminta maaf di setiap huruf mim dalam tiap juz kubaca, karena namanya berawalan mim. Aku mendoakan dia rahmat Allah tetap melingkupi hatinya tetap lembut dan penyayang. Yang lain tak tahu letak kelembutan dan penyayangnya seorang Rizky."

"Hana, apa yang kau lihat dari dia. Mencari yang seperti apa lagi, kalau kau yang seperti ini disiakan," Siva menjawab.

"Entahlah Siv."

***

Dengan carrier di punggung, aku berdiri menunggu bis menuju Solo. Sejak terminal Terboyo di nonaktifkan semua bis beralih ke terminal Penggaron, meski satu dua masih melintas di Jalan Kaligawe. Bis Jogja menawarkanku turun di Sukun, tanpa pikir panjang aku melompat naik. Sampai di Sukun aku beralih bis menuju Solo. Tak hirau pandang heran orang melihatku bergamis memanggul carrier.

Sepanjang perjalanan menuju Solo, aku merenung dan mengenang semua hal yang pernah kami alami memasuki tahun ke 6. Aku membuang pandang ke jendela, menyembunyikan airmata.

Sampai di Tirtonadi, aku beralih bis menuju Tawangmangu. Malam menjelang, aku ingat dua bulan lalu aku menyusuri jalan yang sama bersama Falda dan Rizky. Kelokan jalan, gedung, membuat hati makin teriris. Tapi aku butuh perjalanan ini. Untuk memastikan mampukah aku beranjak pergi dari Rizky.

Terminal Tawangmangu sepi. Aku mencari ojek yang bersedia mengantarku ke Cemoro Kandang. Alhamdulillah ada pendaki solo sepertiku dari Tangerang mencari transportasi menuju Basecamp. Kami sepakat membagi dua ongkos omprengan yang bersedia mengantar kami. Lebih dari itu kami bersepakat untuk mendaki bersama.

Isya kami sampai di Cemoro Kandang, kenangan menyiksaku. Ku ajak rekan baruku memasuki warung yang dulu pernah kusinggahi bersama Rizky. Pertahanan diriku jebol, kukirim pesan pada Rizky melalui sms, "Mas, aku di Cemoro Kandang, dan jujur aku takut, tracknya gelap. "

"Pulang kau."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN