Mohon tunggu...
TauRa
TauRa Mohon Tunggu... Konsultan - Rabbani Motivator, Penulis Buku Motivasi The New You dan GITA (God Is The Answer), Pembicara Publik

Rabbani Motivator, Leadership and Sales Expert and Motivational Public Speaker. Instagram : @taura_man Twitter : Taufik_rachman Youtube : RUBI (Ruang Belajar dan Inspirasi) email : taura_man2000@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Mengapa Banyak Orang "Menolak Tua"?

30 Agustus 2021   08:12 Diperbarui: 30 Agustus 2021   08:32 3213
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Usia boleh bertambah, tapi jiwa saya tetap muda.."

"Jangan lihat usianya, tapi lihat semangatnya.."

"Rambut boleh putih, tapi semangat tetap membara.."

Anda pernah dengar kalimat ini atau sejenisnya? atau jangan-jangan Anda juga sering mengucapkannya? Seorang teman (senior) saya bahkan tetap ngotot untuk dibilang muda (atau jiwa mudalah menurut istilahnya) ketika berkumpul di kalangan kaula muda.  

Ya, banyak orang ternyata terlalu takut untuk menjadi tua. Banyak orang yang seolah-olah menolak salah satu takdir kehidupan yaitu menjadi tua. Tentu kita tidak persoalkan masalah "jiwa muda" yang ada di dalam raga yang tua itu, karena itu adalah asumsi, perasaan dan pemikiran si pemilik raga (tua) itu. Tapi tentu kita perlu merenung kenapa banyak sekali orang yang seolah-olah sulit menerima kalau usianya terus bertambah dan menjadi tua? 

Kali ini kita akan coba mengulik beberapa alasan kenapa orang sulit mengakui kalau dia sudah tua atau boleh kita sebut menolak tua. Berikut beberapa alasannya. Markililede (mari kita lihat lebih dekat)

1. Kurangnya Syukur

Kalau Anda sudah hidup 40, 50 atau 60 tahun, sudah berapa banyak rezeki yang Anda peroleh? sudah berapa banyak oksigen yang Anda hirup? sudah berapa banyak nasi,sagu,kentang dan sebagainya yang Anda makan? Bahkan, kalaupun Anda seorang ahli hitung-hitungan, mustahil untuk menghitung itu semua. Ya, mus-ta-hil, dengan cetak tebal.

Lalu, ketika sudah terlalu banyak yang kita terima itu, apakah kita masih menolak untuk mengakui kalau wajar rambut kita memutih karena sudah terlalu lama hitam? apakah kita masih susah menerima kalau wajar gigi kita mulai tanggal karena sudah terlalu lama bertahan dan dipakai untuk mengunyah?

Ya, coba kita renungkan sekejap. Wajar bin pantas alias lumrah kalau kita menua. Jangan ditolak dengan berbagai macam kalimat yang seolah-olah mengatakan kita masih muda. Jujurlah pada diri sendiri. Akui saja kalau setiap yang muda pasti akan menua jika umur panjang. Teknologi kecantikan mungkin bisa "memperlambat" banyaknya kerutan di wajah Anda, tapi ia mustahil untuk melenyapkannya. Jadi, syukuri saja kalau Anda menua, karena itu juga anugerah. Tidak semua orang bisa menua seperti Anda. 

2. Hidup Tidak di Masa Kini

"Orang yang hidup di masa lalu rentan depresi, Sedangkan orang yang hidup di masa depan rentan merasa cemas" (TauRa)

Alasan orang menolak tua selanjutnya adalah selalu hidup tidak di masa sekarang. Masa lalu itu adalah pengalaman. Kalau ia baik, maka jadikan guru terbaik untuk diingat nasihatnya. Kalau ia buruk, maka jadikan guru yang memotivasi untuk kita bisa lebih baik.

Masa depan jangan dipikirkan. Kita belum tentu ada bersamanya. Yang kita punya adalah masa kini, sekarang, saat ini. Nah, orang yang menolak tua, seringkali masih "merasa muda" karena ia menganggap yang terjadi saat ini tidak beda jauh dengan apa yang sudah di alaminya di masa lalu. Pun dia meyakini kalau saat ini juga tidak akan jauh berbeda dengan masa depan.

Jadi, hiduplah di masa kini dengan semua tantangannya. Ketika rambut memutih di masa kini dan Anda menikmatinya, maka seharusnya tidak ada penyesalan sedikitpun yang muncul.

3. Terlalu Cinta Kehidupan Dunia 

Suka atau tidak, kehidupan dunia ini pasti akan kita tinggalkan. Nah, orang yang "menolak tua", seringkali merasa kalau dia akan hidup lama dengan kondisi yang sama baiknya. Padahal, (hampir) mustahil organ tubuh kita akan sama kuatnya sekarang dengan 30 tahun lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun