Mohon tunggu...
TauRa
TauRa Mohon Tunggu... Rabbani Motivator, Penulis Buku Motivasi "The New You" dan Pembicara Publik

Rabbani Motivator, Leadership and Sales Expert and Motivational Public Speaker. Instagram : @taura_man Twitter : Taufik_rachman Youtube : Taura_Official email : taura_man2000@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Artikel Utama

Ramadan dan "Kecerdasan Pinggiran"

13 April 2021   07:25 Diperbarui: 13 April 2021   10:41 906 65 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ramadan dan "Kecerdasan Pinggiran"
Ilustrasi memberi makanan.| Sumber: SHUTTERSTOCK/ADDKM via Kompas.com

Jika Anda ditanya, apa yang membedakan ibadah puasa dengan ibadah yang lain? Bisa jadi beberapa di antara kita sudah paham apa bedanya, meskipun pasti masih banyak yang belum paham apa perbedaan yang mendasar ibadah puasa dan ibadah lainnya.

Di dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah berfirman yang artinya "Puasa itu untukku, dan aku yang akan membalas (pahala)nya". Bayangkan, begitu pentingnya ibadah puasa ini sampai Allah mengatakan ibadah ini "untukNya".

Lalu pertanyaannya, apakah ibadah kita penting untuk Allah sang Maha Pencipta? Tidak teman. Bahkan, kalau satu dunia ini pun tidak ada yang ibadah, maka tidak akan sedikitpun berkurang kekuasaan Allah SWT.

Lalu pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara kita memaknai ramadan ini agar benar-benar berkualitas dan tidak hanya melakukannya sesuai kuantitas yang sudah ditentukan? Sabar, orang yang berpuasa harus bersabar. Nanti juga Anda akan temukan jawabannya.

"Kecerdasan Pinggiran" 

Salah satu alasan kenapa ibadah puasa itu langsung diganjar oleh Allah pahalanya adalah karena kerahasiaan ibadah itu. Coba pikirkan, Anda adalah satu-satunya orang yang tahu apakah Anda berpuasa atau tidak.

Anda bisa saja minum pada saat Anda berwudhu sebelum shalat, siapa yang tahu? Anda (dan Allah). Anda bisa saja membatalkan puasa Anda di dalam mobil atau di luar rumah. Siapa yang tahu? Anda (dan Allah). 

Itulah kenapa ibadah ini kemudian menjadi sangat rahasia dan memang seharusnya begitu. Jadi aneh kalau ada orang yang berpuasa malah cerita satu kampung kalau dia puasa. Sungguh ter-la-lu, kalau kata bung Rhoma.

Lalu cukupkah sampai di sana esensi dari puasa? Tidak, kawan. Itu masih satu aspek yaitu menahan dan itu baik. Tapi aspek yang juga penting selanjutnya adalah membangun apa yang saya sebut dengan "kecerdasan pinggiran". 

Ya, itu adalah kecerdasan Anda dalam berinteraksi dengan orang di pinggir rumah Anda, di sebelah kantor Anda, di pinggir mushala Anda, di pinggir tempat dagang Anda, dan lain sebagainya.

Apa yang sudah atau akan Anda rencanakan hari ini untuk keluarga kita di "pinggiran" itu? 

"Ah, Pak, saya juga susah lho Pak..!" 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN