Mohon tunggu...
Tauhidin Ananda
Tauhidin Ananda Mohon Tunggu... Administrasi - Hari ini mimpi jadi kenyataan

pegiat sosial, hobi jalan-jalan kuliner dan nonton bola

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Jurus 3S Jadi Cara Partisipasi Menjaga Stabilitas Keuangan Era Milenial

3 Agustus 2019   23:56 Diperbarui: 4 Agustus 2019   00:28 132
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi (foto: nationaldebtrelief.com)

1. Depresi Besar 1929

Peristiwa The Great Depression atau Depresi Besar pada tahun 1929 di Amerika Serikat mengguncang ekonomi negara adidaya itu.  Dalam hitungan hari, ekonomi negeri Paman Sam runtuh karena masyarakat berbondong-bondong mengambil uangnya dari bank. Penarikan uang secara massal ini dipicu oleh berita sebuah bank yang ditengarai mengalami kebangkrutan. Berita itu kemudian menjalar dari mulut ke mulut lalu berkembang menjadi kepanikan sehingga mendorong massa menarik uangnya beramai-ramai dari perbankan.

2. Krisis Moneter 1997-1998

Indonesia sudah pernah mengalami pil pahit bank rush, yang terjadi di masa krisis moneter tahun 1997-1998. Waktu itu, perbankan dilanda krisis ketidakpercayaan yang membuat masyarakat menarik uangnya dari sistem keuangan. Hal ini membuat perekonomian nasional terjerembab. Krisis ini lantas menjalar ke sektor sosial dan politik, ditandai dengan mundurnya Presiden Soeharto dari pucuk kekuasaan dan berakhirnya rezim Orde Baru. 

3. Krisis Argentina 2001-2002

Pada masa itu, Argentina dilanda krisis ekonomi hebat yang menekan kondisi sosial sampai dengan politik. Hal ini membuat masyarakatnya resah. Keresahan itu semakin memuncak dengan harga-harga yang semakin tinggi dan barang-barang yang sulit didapat, maraknya PHK, serta kesulitan pekerjaan. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan berita-berita tentang semakin sulitnya melakukan penarikan uang dari bank.

Masyarakat di berbagai kota di Argentina panik, dan serta merta menyerbu bank untuk mengamankan uang yang tersisa. Pemerintah Argentina sampai perlu menutup sistem perbankannya selama beberapa waktu untuk menyetop penarikan uang besar-besaran yang terus terjadi.

Suasana Kepanikan bank rush di Argentina, tahun 2002 (sumber: bbc) 
Suasana Kepanikan bank rush di Argentina, tahun 2002 (sumber: bbc) 

Beberapa peristiwa yang diulas secara singkat tadi memperlihatkan pentingnya kepercayaan. Pemicu munculnya rasa ketidakpercayaan (distrust) biasanya berasal dari rumor atau berita-berita yang tersebar sedemikian rupa dan memberikan efek negatif serta merusak rasa kepercayaan tersebut.

Bayangkan, berbagai krisis mulai dari Depresi Besar, krisis moneter, hingga krisis Argentina memberikan dampak yang begitu dahsyat. Padahal waktu itu jaringan internet belum seperti sekarang lho, yang dapat menyebarkan berbagai informasi ke seluruh belahan dunia dalam kedipan mata. Pada waktu krisis moneter 1997 dan 2002, telepon masih "terikat" dengan kabel. Bahkan, pada masa terjadinya The Great Depression itu, pemakaian telepon belum begitu menyebar,  masih kalah populer dibanding telegraf.

Kamu bisa bayangkan besarnya potensi kerusakan yang mungkin terjadi bila pada masa-masa kelam tersebut sudah memakai smartphone dan segalanya sudah terhubung dengan internet seperti masa kini?

Informasi di Era Milenial

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun