Mohon tunggu...
Taufiq Sentana
Taufiq Sentana Mohon Tunggu... Guru - Pendidikan dan sosial budaya

Praktisi pendidikan Islam. peneliti independen studi sosial-budaya dan kreativitas.menetap di Aceh Barat

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Teknik Puisi: Spontanitas

5 Oktober 2022   10:12 Diperbarui: 5 Oktober 2022   10:30 121 7 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dok. Pixabay. Ilustrasi

Teknik Puisi: Spontanitas
===

Tak ada teori spontanitas dalam puisi, yang ada hanya teknik menulis bebas, yang bisa diterapkan dalam menulis kreatif:termasuk puisi.

Ada beberapa catatan saya sebelumnya tentang teknik dan apresiasi puisi. saya kira bermanfaat, lagi pula karena saya bukan penyair, jadi tak ada salahnya saya ulas tentang teknik menulis puisi. karena memang,  tidak ada pesulap yang membeberkan triknya, begitu kan?

Namun saya hanya menganggap puisi sebagai bentuk eksperimen dan mediasi, sekaligus meditasi, yang sudah lama saya kembangkan,  katakanlah sejak 97 dan puncaknya tahun 2000.

Sebagian besar puisi saya memang lahir dalam lompatan spontanitas, bila sempat, saya langsungmenulisnya dengan spontan juga. bila tidak, saya hanya mengendapkan judulnya" beberapa waktu, kadang beberapa jam atau tiga harian, atau tiga pekan, tapi jarang.

Karena beralur spontan,  maka banyak pula puisi puisi saya itu tidak panjang, hanya tiga bait, bahkan ada tak sampai 70 kata.  

Tema yang lazim adalah refektif-personal-eksistensial. Diantaranya ada yang berbasis common sense, tema sosial yang update.

Hal pokok yang perlu diperhatikan dalam alur spontanitas ini adalah, pengalaman bahasa, perspektif, ekspresi dan nilai.

Menulis puisi dengan spontan adalah bagian dari citra puisi mutakhir, kadang tidak terikat pada lirik. hanya usaha untuk membangun impresi, peristiwa atau menyampaikan kesan dan pesan.

Dalam teknik ini, kita berhati hati dalam jebakan klise pada puisi,  atau seakan mengulang idiom idiom yang lama, tak memberi perspektif yang baru. maka saya berusaha,  setidaknya dalam satu puisi ada satu idiom yang baru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan