Mohon tunggu...
Taufiq Sentana
Taufiq Sentana Mohon Tunggu... Guru - Pendidikan dan sosial budaya
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Praktisi pendidikan Islam. peneliti independen studi sosial-budaya dan kreativitas.menetap di Aceh Barat

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Taman Musafir

29 September 2022   16:39 Diperbarui: 29 September 2022   16:48 62
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Taman Musafir

===

Musafir tercenung, taman rimbun menjangkau matanya, air mengalir di sisian taman, musafir merekam rindu yang kusam.  hiasan kota membuatnya terpana, lampu lampu dan layar kaca, koneksi jagat maya dan lintasan di saraf kepalanya.

Musafir di arus waktu
kadang sepi dan deras
gairahnya berganti
kadang takjub dan takluk
kadang gaduh dan remuk

Musafir melepas taman yang tumbuh di dadanya, sebelum sang rindu dirasuk malam.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun