Mohon tunggu...
Taufiq Sentana
Taufiq Sentana Mohon Tunggu... Guru - Pendidikan dan sosial budaya

Praktisi pendidikan Islam. peneliti independen studi sosial-budaya dan kreativitas.menetap di Aceh Barat

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Sepotong Rembulan

20 September 2022   11:04 Diperbarui: 20 September 2022   11:07 50 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Seorang naturalis menyayat rembulan yang sepotong. Zaman telah mengeras, katanya. Duka malam semakin kental, sepi melintas di jagat peristiwa. Pusat berita dan media media, menyayat kebenaran, memoles kesan gaya hidup, konsumerisme dan serba tubuh. Tubuh tubuh yang menjadi komoditas,  tubuh tubuh yang,  katanya,  ingin dibebaskan dari subjektifitas. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan