Mohon tunggu...
Taufiq Sentana
Taufiq Sentana Mohon Tunggu... Guru - Pendidikan dan sosial budaya

Praktisi pendidikan Islam. peneliti independen studi sosial-budaya dan kreativitas.menetap di Aceh Barat

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pencuri Data

11 September 2022   21:37 Diperbarui: 11 September 2022   21:39 75 5 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Siapa yang lupa? Ini abad ekonomi-informasi. Bio-ekonomi dan industri sudah tak zaman lagi. Bukan sekadar industri. 

Ini zaman big data. Yang menggenggamnya, dialah yang menang. Yang mencurinya menjadikan kita pecundang yang hina. Hina karena pertahanan diri yang lemah, yang sibuk menjamah apa saja. Tapi tak kuat melawan musuh sebenarnya. 

Data data kita entah tentang apa saja, tersimpan di mana saja, di aplikasi dan mesin pencari. Semua data kita dalam servoar digital yang dikomersilisasi dalam materialisme yang sesungguhnya. Dalam sentuhan realitas maya yang tak bisa kita gambarkan. 

Ada data data yang tak hilang dan tak bisa dicuri sama sekali.data dalam rekaman Pencatat Hidup, yang Maha Hidup. Yang akan kembali Membuka data data itu:

 saat kulit kulit kitapun berbicara dan mulut terkunci. Saat lembaran amal dibentangkan seluas mata memandang. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan