Mohon tunggu...
Taufiq Nur Azis
Taufiq Nur Azis Mohon Tunggu... Konsultan - Taufiq Nur Azis

Relativitas

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan

Ngaji Gus Baha' | Belajar dari Tawadhu'nya Gus Baha'

24 April 2021   10:38 Diperbarui: 24 April 2021   10:39 1206 2 0 Mohon Tunggu...

"Akhlaq mulia lebih mulia dibandingkan dengan ilmu yang dimiliki", mungkin inilah pernyataan yang bisa mewakili sebuah sikap ketawadhu'an seseorang. Namun dalam kesempatan dibulan mulia penuh dengan keberkahan dan maghfirah, penulis ingin mengkaji "bagaimana sikap ketawadhu'an seorang KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau sering dipanggil Gus Baha' yang secara keilmuan tidak bisa dipungkiri lagi kompetensi beliau.

Penulis sebagai salah satu Muhibbin Gus Baha', selalu memperhatikan keseharian meskipun tidak secara langsung namun melalui informasi dari berbagai media. 

Salah satu yang ingin penulis ulas disini sebagimana dijelaskan dalam prolog diatas yakni, "akhlaq mulia lebih mulia dibandingkan dengan ilmu yang dimiliki".

"KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha ketika hendak sowan (bertamu) ke ndalem (rumah) Buya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus duduk di emperan Mushola di Ponpes Lirboyo Kota Kediri (Istimewa).

Begitu luar biasa kesederhanaan dan ketawadhu'an KH. Bahaudin Nursalim ketika hendak sowan Buya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus.

Beliau (Gus Baha') tampak duduk di emperan Mushola, persis seperti santri yang akan sowan atau bertamu ke rumah Kiai. Meskipun beliau seorang Kiai yang memiliki keilmuan luar biasa namun tidak disangka sikap ketawadhu'an beliau ketika sowan kepada Kiai.

Penulis sangat terenyuh ingin menangis ketika seorang Gus Baha' melakukan sikap Tawadhu'nya saat ingin bertemu atau sowan kepada KH. Abdullah Kafabihi Mahrus. 

Penulis yang tidak bisa melihat langsung rasanya sejuk dan sedih tidak ada kesombongan yang melekat dalam diri Gus Baha'. Apabila kita perhatikan diluar sana  sangat jarang sekali kita temukan sosok Gus Baha' dengan ketawadhu'annya.

Bahkan terkadang sekarang ada seorang yang baru faham sedikit tentang Agama sudah merasa dirinya paling tau dan menyalahkan orang lain. Dan hal ini sangatlah berbeda sekali ketika melihat Gus Baha' dengan segala kesederhanaan dan ketawadhu'an beliau menunggu Sang Kiai ketika ingin bertemu.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kesehatan beliau sehingga banyak pemahaman yang baik dalam memahami Agama Islam melalui beliau. Apalagi dibulan Ramadhan ini yang penuh berkah kita semua senantiasa menunggu keutamaan bulan Ramadhan dengan senantiasa belajar dan belajar dari para Kiai kita salah satunya adalah Gus Baha'.

Semoga memberikan manfaat khususnya untuk penulis dan juga kepada seluruh pembaca. Dengan berharap semoga Allah SWT menitipkan anak cucu kita kelak menjadi seperti beliau dengan keilmuan yang luar biasa namun memiliki akhlaq diatas ilmu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN