Mohon tunggu...
Tati AjengSaidah
Tati AjengSaidah Mohon Tunggu... Guru di SMPN 2 Cibadak Kab. Sukabumi

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Artikel Utama

Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler

1 April 2021   13:22 Diperbarui: 19 April 2021   17:08 794 57 18 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler
Ekstrakulikuler futsal di sekolah (Sumber: pixabay.com)

Ketika baru diangkat diangkat menjadi guru PNS, saya ditempatkan di SMP negeri yang ada di daerah. Selain mendapatkan tugas mengajar, saya pun ditugaskan menjadi pembina kegiatan ekstrakurikuler (eskul), yaitu PMR dan pramuka. Menjadi pembina 2 kegiatan eskul yang bergantian setiap tahunnya.

Terus terang pada saat pertama kali ditunjuk menjadi pembina eskul, saya mengalami kebingungan karena pada saat sekolah dari SD sampai SMA saya tidak pernah aktif dalam kegiatan eskul apa pun.

Saya pun mulai mempelajari materi-materi tentang PMR dan pramuka dari buku serta mengamati terlebih dahulu pada awal kegiatan, supaya nantinya saya bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Setahun kemudian ada undangan pelatihan dari PMI kabupaten Sukabumi, pihak sekolah mengikutsertakan saya dalam kegiatan pelatihan tersebut. Materi pelatihan yang didapatkan sangat bermanfaat dan bisa diaplikasikan pada saat menjadi pembina eskul PMR. 

Dalam kegiatan eskul, peran pembina sebagai pembimbing dalam kegiatan, sedangkan yang melatih siswa kelas 1 dan kelas 2 adalah siswa kelas 3 yang sudah mahir menguasai materi dan keterampilan-keterampilan. 

Kegiatan latihan diawali dengan upacara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dan keterampilan di kelas atau pun di lapangan. Untuk kegiatan eskul pramuka biasanya dilaksanakan pada hari Jum'at mulai pukul 14.00 sampai pukul 16.00 WIB.

Semua peserta eskul akan dijadikan satu dan dibuat kelompok yang beranggotakan siswa kelas 1 dan 2. Apabila jumlah siswa yang ikut kegiatan eskul banyak maka dibagi menjadi beberapa kelas. Walaupun yang melatih di kelas adalah siswa kelas 3, pada saat kegiatan berlangsung saya dan pembina yang lain selalu mengawasi siswa di kelas.

Kami selalu mengingatkan kepada mereka apabila memberi hukuman kepada siswa yang melakukan kesalahan, jangan ada kontak fisik yang bisa menyakiti badan. Tetapi berikan hukuman yang bisa mendidik siswa agar menjadi lebih disiplin lagi.

Sekali-kali saya pun memberikan materi tentang sejarah PMR atau pun pramuka yang diselingi dengan nyanyian dan permainan supaya tidak bosan. 

Justru serunya pada saat permainan ini, siswa-siswa sangat antusias sekali dan mereka pun senang walaupun terkadang harus maju ke depan untuk nyanyi sendiri atau pun dengan kelompoknya ketika mendapatkan hukuman.

Saya pun belajar lagu-lagu PMR dan pramuka dari siswa, walaupun di awal tahun 2000 belum ada internet seperti sekarang, tetapi mereka sangat kreatif menciptakan lagu-lagu dan bermacam-macam tepuk tangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN