Eta Rahayu
Eta Rahayu urban planner/ pemerhati kota

Urban Planner | Pemerhati Kota | Content Writer | www.etarahayu.com | Hidup tidak membiarkan satu orangpun lolos untuk cuma jadi penonton. #dee #petir E. etha_tata@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Merasakan Situasi Perayaan Imlek

12 Februari 2019   17:22 Diperbarui: 12 Februari 2019   17:45 43 1 0
Merasakan Situasi Perayaan Imlek
Gala Dinner Perayaan Imlek di Hotel Mercure Surabaya | Dokpri

Sebelum Tahun Baru Imlek beberapa saat lalu, saya membaca artikel di Kompasiana. Artikel tentang bagaimana perayaan Imlek di Hatyai, Thailand. Sewaktu baca artikel itu saya seperti larut. Sepertinya akan menyengkan mengenal kultur baru. Saya belum pernah merasakan berada di lingkungan cina yang kental, atau bahkan merasakan aktivitas imlek. Selama ini kebagian libur tanggal merahnya aja, hehe

Beberapa jam sebelum tahun baru imlek, saya sedang menghadiri acara Self Healing Yoga dengan sebuah rumah sakit kanker surabaya. Untuk memperingati hari kanker dunia 4 Februari di salah satu Poolside hotel di Surabaya. Nah disana saya bertemu dengan kompasianer @mbakavy. Sore itu beliau bercerita kalau selepas dari acara Yoga itu beliau akan mengikuti acara tahun baru imlek.

Ngobrol-ngobrol, eh diajak deh ke Perayaan Tahun Baru Imlek di Mercure Hotel yang jaraknya lumayan dekat dari acara Yoga sore itu.

--

Hujan deras. Sore itu mendung gelap menyelimuti Kota Surabaya. Selesai acara yoga, kamipun memesan taksi lewat aplikasi online. Menghindari hujan yang terus turun dari langit. Kira-kira 15 menit kami berbaur di jalanan, menuju venue gala dinner dalam rangka perayaan imlek. Sampai disana kami masuk, beberapa orang tampak duduk-duduk di lobby hotel.

Signage menuju Gala Dinner | Dokpri
Signage menuju Gala Dinner | Dokpri
Kamipun menuju lantai 2. Ke ballroom yang dijadikan lokasi dinner.

Gala dinner. Dalam bayanganku memang acara yang sangat-sangat besar dengan meja-meja melingkar. Dan benar saja. Turun lift, kami disambut signage >Grand Ballroom IMLEK GALA DINNER<. Kami terus bergerak masuk dan disambut keramaian yang sangat meriah. Warna merah begitu mendominasi. Tak hanya baju yang dikenakan mereka yang menyambut tahun baru imlek, namun juga tata panggung megah itu. Semuanya hampir berwarna merah.

Merayakan imlek bersama keluarga | Dokpri
Merayakan imlek bersama keluarga | Dokpri
Kami dibawa menuju meja nomor 16. Dalam pengamatku, meja bulat itu begitu lebar. Cocok diduduki satu keluarga, lingkar melingkar. Ada kursi hingga 10 orang di tiap meja. Ada puluhan meja di ballroom mercure hotel malam itu.

Dipanggung, ketika kami datang, pembawa acara sedang berbicara dalam bahasa mandarin. Cukup lama sebelum akhirnya mengucapkan selamat datang dalam bahasa Indonesia. Seketika aku terkesiap, mungkin sudah saatnya aku belajar bahasa mandarin juga. Hahaha aku hanya mampu mengucap xiexie. :)

Selepas memberikan penghormatan pada para sponsor, sang MC laki-laki itu memberikan monolog. Aku tak hafal apa yang beliau katakan, tapi kurang lebih begini. Berdasarkan Astrologi Cina yang ditetapkan oleh Dinasti Han, pada Tahun Baru Imlek 2019 dikenal sebagai Tahun Babi dengan unsur Tanah (Bumi) yang menjanjikan keberuntungan dan berkat bagi semua tanda zodiak Cina. Dan malam itu aku resmi ngerti kalau tahun baru imlek ini dilambangkan dengan babi. Coba kalau gak ikut acara itu pasti gak akan pernah tahu.

Para pemain Opera di atas panggung | Dokpri
Para pemain Opera di atas panggung | Dokpri
Sang MC kemudian mengundang beberapa penari opera. Mereka beradegan dengan diiringi musik dan backsound dalam bahasa mandarin. Menarik. Tarian kurang lebih 10 menit itu mampu menjadi  magnet bagi kebanyakan orang yang berada di ballroom Mercure megah itu.

--

Jeruk yang katanya sajian wajib, bener gak ya? | Dokpri
Jeruk yang katanya sajian wajib, bener gak ya? | Dokpri
Salah satu sahabatku yang lingkungannya berada di lingkungan tionghoa, mengatakan dalam tradisi Tionghoa, perayaan tahun baru Imlek identik dengan acara makan bersama. Maknanya adalah ungkapan kebersamaan dan keutuhan keluarga sehingga makan malam adalah bagian yang esensial dari perayaan ini. "Kalau kaya kita semacam idul fitri gitu yang biasanya silaturahmi." Aku hanya mengangguk-angguk. Mencoba mengerti.

Motor undian berwarna merah | Dokpri
Motor undian berwarna merah | Dokpri
Selepas tarian opera. Sang MC kembali naik panggung. Kini ditemani 2 orang perempuan cantik. Satu membawa semacam wadah undian. Dan satunya membawa beberapa bungkus merchandise. Banar apa yang kupikirkan, mereka akan mengundi siapa yang akan memenangkan hadiah-hadiah. 

Tak heran, disebelah kursi kami ada sebuah sepeda motor berwarna merah, lengkap dengan pitanya. Mungkin ini hadiah yang akan dibagi, batinku. Dan benar saja, dimulai dari undian meja 008. 

Mereka mendapat tiket menginap di salah satu hotel di Jakarta. Kabarnya, malam itu akan ada lucky draw tiket berlibur Surabaya-Taipei PP dari China Airline, voucher stay hotel dan masih banyak hadiah lainnya. Selain juga 1 buah motor tadi.

Sang MC begitu semarak menyebutkan akan banyak hadiah yang dibagikan malam itu. MC kembali turun. Berganti para penyanyi panggung. Seorang perempuan cantik dan lelaki yang juga tampan. Mereka menyanyi lagu, beberapa lagu hingga kamipun memutuskan untuk pulang.

Para penyanyi siap menghibur dengan suara emas | Dokpri
Para penyanyi siap menghibur dengan suara emas | Dokpri
Mengesankan.

Satu kata yang bisa aku sampaikan atas pengalamanku di Perayaan Gala Dinner Imlek di hotel yang terletak di jl. Raya Darmo No 68-78 Surabaya malam itu. Saling jabat, senyum lebar, menjadi aksi yang menurutku begitu menyenangkan untuk dilihat diantara para pengunjung malam itu. Akupun baru tahu, kalau Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya rutin setiap tahun mengadakan acara perayaan malam tahun baru Cina.