Eta Rahayu
Eta Rahayu urban planner/ pemerhati kota

Pemerhati Kota | owner www.etarahayu.com| Hidup tidak membiarkan satu orangpun lolos untuk cuma jadi penonton. #dee #petir E. etha_tata@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Travel

Dari Batam dan Bintan, Sampai Luwuk dan Banggai Laut

10 November 2018   20:30 Diperbarui: 24 November 2018   09:38 252 1 0
Dari Batam dan Bintan, Sampai Luwuk dan Banggai Laut
Engku Putri. Alun alun terkenal di Kota Batam. (Dok. Pribadi)

Traveling-- it leaves you speechless, then turn you into story teller.

~ Ibn Battuta, The Travel of Ibn Battutah

Dari banyak hal yang bisa saya syukuri, saya selalu besyukur karena bisa jelajah Indonesia. Dari satu kota ke kota lain. Dari pulau satu ke pulau yang lain. Indonesia sungguh sangat indah. Saya selalu kehilangan banyak kata saat mengunjungi setiap sudutnya.

Kini, setidaknya sudah 60-an kota kabupaten di Indonesia yang pernah saya kunjungi. Batam dan Bintan di ujung barat, Luwuk dan Banggai Laut di bagian timur. And for me, traveling was always been magical.
--


Saya ingat, awal tahun 2017 saya mengunjungi Bintan. Dan karena pesawat yang saya tumpangi landed di Hang Nadim Airport, saya pastikan untuk mengitari Batam. Kota yang hanya berjarak 1 jam dari Singapore.

Satu hal yang saya yakini. Batam bukan hanya surga belanja.

Jembatan Barelang yang dibangun dengan kokoh ini menjadi ikon wisata Kota Batam. (dok. pribadi)
Jembatan Barelang yang dibangun dengan kokoh ini menjadi ikon wisata Kota Batam. (dok. pribadi)
Batam menawarkan tempat wisata alam yang cantik. Selain jembatan Barelang dan Engku Putri yang jadi ikon Kota Batam, pantai-pantainya juga seru untuk di-eksplore. Salah satunya tak jauh dari bandara, kampung Tua Bakau Serip. Di kampung nelayan ini, wisatawan bisa menikmati alam. Pasir putih, skyline Singapore, dan jajaran gazebo instagramable. That was interesting. :)

Pasir putih, bakau, skyline Singapore, pertunjukan seni, we got everything. (Dok. Pribadi)
Pasir putih, bakau, skyline Singapore, pertunjukan seni, we got everything. (Dok. Pribadi)
--
Lepas menikmati Kota Batam, saya bertolak ke Bintan.
Kala itu, libur tahun baru sudah selesai. Saya memilih waktu setelahnya. Tanggal 7 Januari. Selain karena saya tidak libur di saat kebanyakan orang libur (baca: tahun baru), juga karena saya tak nyaman libur saat tempat wisata penuh sesak.

Bintan, wisata Indonesia satu ini sangat terkenal hingga negeri tetangga. Bintan tersohor karena Treasure Bay. Kolam renang terbesar se Asia Tenggara, katanya. Treasure bay menjadi andalan yang saya yakin tak akan pernah sepi pengunjung. Terutama saat libur tahun baru.

Dan benar saja, sesaat setelah saya lolos dari pintu ticketing, saya masih menemui banyak orang yang berlibur. Dan saya dibuat kagum. Bukan karena banyaknya pengunjung. Tapi karena saya belum pernah menemui kolam renang buatan sebesar itu. Sangat besar. Saking besarnya, berjalan dari ujung ke ujung ternyata cukup melelahkan. And i was done for it. LOL. Untungnya terbayar dengan biru air yang mempesona. And i love it, personally.

Saking besarnya, kamera saya tidak menjangkau seluruh bagian Treasure Bay. (Dok. Pribadi)
Saking besarnya, kamera saya tidak menjangkau seluruh bagian Treasure Bay. (Dok. Pribadi)
--

Tiga bulan setelah explore Bintan, saya hanya mampir sekali ke Palembang. Dan tak pernah lagi ke luar Pulau Jawa. Saya hanya main-main di Jogja, Solo juga Magetan. Sampai akhirnya, satu pekerjaan membawa saya ke Pulau Banggai Laut di November 2017. Pulau yang belum pernah saya dengar sebelumnya.

--

Kali pertama saya mengejanya saat menyelesaikan urusan di Jakarta. Hari itu, seorang kawan mengirim pesan. ‘Ada pekerjaan di Banggai Laut’.

Dan beruntung saya jadi bagian dari tim. Saya mendapati alam Indonesia yang belum pernah saya explore sebelumnya.

i really super excited that day. That was blue blue and blue.
i really super excited that day. That was blue blue and blue.
Di Banggai Laut ini saya kembali di sadarkan bahwa Indonesia sangatlah kaya. Bukan hanya kekayaan alamnya, tapi juga budayanya. Disini saya menjadi saksi bahwa Suku Bajo itu nyata adanya. Saya ingat saya mengenal suku Bajo saat sekolah dasar. Dan hari itu, saya mengunjungi lokasi rumahnya. *crying*

 
Desa Popisi Banggai Laut. Permukiman Suku Bajo. (Dok. Pribadi)
Desa Popisi Banggai Laut. Permukiman Suku Bajo. (Dok. Pribadi)
 

Saya tidak pernah membayangkan kalau suatu saat saya menyebrangi lautan dengan speedboat. (Dok. Pribadi)
Saya tidak pernah membayangkan kalau suatu saat saya menyebrangi lautan dengan speedboat. (Dok. Pribadi)
Di Banggai Laut ini, wisatawan juga bisa melihat Banggai Cardinal Fish. Endemik ikan yang hanya ditemukan di wilayah Banggai Laut saja. Di dunia manapun belum pernah ditemukan lhoo. Bangga kan? Sayang saya tak punya koleksi foto pribadinya. 

Banggai Cardinal Fish hanya ditemukan di Banggai. (Dok. Wikipedia)
Banggai Cardinal Fish hanya ditemukan di Banggai. (Dok. Wikipedia)
Work done. And explore also done. : )

--

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2