Mohon tunggu...
Seneng Utami
Seneng Utami Mohon Tunggu... Perantau

setiap kata- kata punya nyawa

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Teruntuk Para Wanita yang Trauma Berat karena Pria

21 Mei 2019   22:18 Diperbarui: 21 Mei 2019   23:27 294 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Teruntuk Para Wanita yang Trauma Berat karena Pria
jenhannahspeaks.com

Dua tahun lalu aku kenal seorang perempuan cantik mantan pramugari, orang Hong Kong. Kita nggak sengaja kenal lewat sebuah aplikasi "Language Exchange". Saat itu nasib kita sedang sama- sama mau nemuin orang yang bisa diajak belajar Bahasa Inggris bareng. Tak berapa lama kemudian kita tukar- tukaran Whatsapp number dan mulailah haha - hihi di sana.

Enggak tahu kenapa, dari yang mulanya mau belajar Bahasa Inggris bareng kita malah jadi curhat- curhatan. Temanku itu memulai dulu nyurhatin mantannya. Dibilangnya dulu pernah pacaran sama seorang laki- laki (temanku emang perempuan normal, eh)....Ya pas dulu lagi suka sama suka, semuanya seperti baik- baik saja. Sampai pada akhirnya kepercayaannya satu- sama lain seolah tidak ada yang diragukan lagi, itu yang dipikir oleh temanku. Temanku tadinya pun punya pikiran untuk menikah sama si itu laki, sudah dikenalkan sama orang tuanya juga.

Tidak disangka hubungannya kandas, pacar temanku tadi ternyata playboy cap kadal. Dari situ temanku menjadi berubah, parasnya masih cantik tetapi dalam hatinya menyimpan kemarahan yang besar kepada mantannya, emosinya menjadi tidak stabil (tiap kali ingat mau marah sama mantannya, dia suka mengirimi pesan kepadaku dan aku siap jadi pendengar yang baik sekaligus tong sampah). Kok tong sampah? .... Hiks, soalanya kalau lagi marah tingkat dewa temanku saat itu ngomongnya jadi aneh, dan dia beraninya cuma curhat sama aku.

Dalam hatiku, melihat kejadian yang dia alamai sedikit banyak juga mengingatkan pengalaman pribadiku yang kemudian membentuk 'image cowok' yang berdasarkan prespektifku sendiri yang kurang lebih aku sebenarnya juga belum bisa menganggap bahwa di dunia ini masih ada seseorang laki- laki yang baik. Yang mungkin mau menerima aku dan memberikan kasih sayang selayaknya pasangan yang sejati.

Untuk memberikan sedikit rasa tenang, pada saat itu aku justru berani membuka pengalaman burukku tentang dulu yang pernah tersuruk dalam limbah air mata karena berada pada pusaran yang salah. Setiap saat aku tidak henti- hentinya memberikan semangat untuk dia agar tetap ingat bangkit. Dari usia, kala itu dia berusia 30 tahun, selang dua tahun ini rupa- rupanya dia belum mengubah pikirannya tentang laki- laki. Dianggapnya laki- laki di dunia ini semua tidak ada yang baik.

***

Aku masih ingat perkenalanku dengan teman yang penah bekerja menjadi pramugari tadi itu kenal tahun 2016. Walaupun dulu aku juga punya pengalaman pahit dengan laki- laki dan pernah juga menyumpahi diri untuk tidak mau dekat dengan laki- laki dari mana pun.... Nasib baik di tahun 2017 mindsetku bisa diperbaiki.

Begini ringkasan ceritanya; memang ya bisa dikatakan tahun 2016- 2017 itu masa dimana aku sedang tergila- gila untuk bisa belajar Bahasa Inggris sebanyak- banyaknya. Baik itu reading, listening ataupun speaking. Nah, aku pengennya per detik itu bisa memanfaatkan waktu untuk belajar, jadi kalau pun aku lagi jalan ke pasar atau keluar menjemput anak pulang sekolah misalnya, telingaku sengaja tak kasih headset buat ndengerin orang yang lagi ngomong inggris.

Kebetulan saat itu aku nemu nama seseorang yang menjadi pembicara di TEDTalk, namanya Till H. Gross, tema yang dibicarakan "How to become more confident -- lay down on the street for 30 seconds'' | TED Donauinsel. Aku dapet videonya dari YouTube dan aku putar berkali- kali. Mungkin yang ngomong tadi orangnya tinggi cakep kali ya walaupun aslinya Bahasa Inggrisnya dia nggak bagus- bagus amat aku nggak bosan buat ndengerinnya.

Karena kepo, aku ada search profile dia di Facebook, lalu nemulah yang namanya 'Comfort Zone Crusher', dari grup tertutup itu setelah aku di- approved ....eh nggak nyangka juga aku nemu pacar di sana! haha... Dipikirnya kalau ngirim permintaan pertemanan sama Till H. Gross kan udah nggak mungkin di konfirm dulu, lalu aku iseng- iseng ngirim permintaan pertemanan yang ada di group tertutup itu, secara acak mungkin aku nge- add sekitar empat orang atau lebih dari itu aku lupa, yang jelas dari sebanyak orang yang tak add, aku di konfirm sama dua orang. Satu orang berasal dari Mesir yang kini lagi sekolah di USA, dan satunya lagi orang yang mukanya tak pikir dari Malaysia yang keliatan pinter pakai kaca mata, hiks ternyata bukan orang Malaysia. Dan yang ini nih kebetulan jadi LDR - an ku. Ciyeeeh (kibas rambut).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x