Humaniora

Sensitif yang Tidak Disadari

8 Desember 2017   07:56 Diperbarui: 8 Desember 2017   08:44 105 0 0

Betapa sensitif dan pekanya manusia. Manusia hidup karena indra, karena rasa. Adanya rasa membuat manusia berpikir. Berpikir untuk mewujudan keinginannya. Mengembalikan rasa yang pernah dialaminya. Menjaga rasa yang sedang dialaminya. Melestarikan alamnya untuk menjaga keberlangsungan hidupnya. berapa besar tingkat kesadaran kita terhadap rasa dan isinya. Kita tahu bahwa kita bernafas, tapi jarang kita merasa bahwa kita sedang bernafas. kita tahu bahwa kita tidak pernah berhenti berpikir, tapi jarang kita merasa saat kita sedang berpikir. Bahayanya alam pikir tanpa merasakan sedang berpikir. Terjebak masuk ke dalam alam yang terkadang lupa ada di dalam sehingga lupa untuk keluar.

Banyak kita bicara tanpa merasa. Banyak kita bekerja tanpa merasa dan masih banyak banyak lainnya yag tidak terasa. Dengan pikir kita dapat mengetahui. Tanpa rasa kita tidak dapat memahami. Kita dapat dengan mudah menilai, tapi jarang kita menilai sesudah mengerti.

Alam pikir adalah alam dualitas. Alam rasa adalah alam yang tunggal. Tanpa rasa pikiran tidak bekerja. Tanpa pikir rasa tidak ada. Dan ternyata semua memang bekerja satu sama lain. Agaknya alam pikir dapat diibaratkan society dan alam rasa adalah bagian dari pribadi, bagian personal, bagian yang dalam, dan hal tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama. kesepakatan yang dihasilkan oleh alam pikir. Namun pertanyaannya adalah apakah cukup dengan mengetahui? atau perlu mengerti, agar semua menjadi hidup?