Mohon tunggu...
Tareq Albana
Tareq Albana Mohon Tunggu... Mahasiswa

Pejuang Literasi || Mahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir. Jurusan Islamic Theology || Bekerja sebagai Reporter dan Penyiar Radio PPI Dunia.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

4 Fakultas yang Bisa Kamu Pilih Jika Berkuliah di Universitas Al-Azhar

25 April 2019   17:01 Diperbarui: 26 April 2019   19:50 0 5 0 Mohon Tunggu...
4 Fakultas yang Bisa Kamu Pilih Jika Berkuliah di Universitas Al-Azhar
Masjid AL-Azhar (Dokpri)

Sesuai dengan janji di artikel sebelumnya, kali ini saya akan membahas mengenai Fakultas dan Jurusan yang ada di Universitas Al-Azhar Mesir Dan juga Setelah membahas mengenai sejarah lengkap Al-Azhar, kurang lengkap rasanya jika tak membahas Fakultas apa saja yang ada di Universitas tertua di dunia ini.

Baca Artikel sebelumnya: Sejarah Singkat Berdirinya Masjid dan Universitas Al-Azhar

Sebagaimana yang kita tahu dar artikel sebelumnya, Al-Azhar sebelum tahun 1930 M tidak menggunakan system administrasi seperti yang kita lihat sekarang ini. Dahulunya Al-Azhar menggunakan system pembelajaran Turast (Kuno) di berbagai halaqah keilmuan yang terdapat didalam Masjid Al-Azhar.

Ketika itu, mahasiswa bisa memilih materi dan disiplin ilmu yang ia minati. Bahkan mahasiswa bisa mempelajari semua materi keilmuan yang ada didalam masjid tersebut. Sehingga wajar saja jika belajar di Al-Azhar dahulu bisa menghabiskan waktu yang tidak sebentar.

Ulama-ulama terdahulu pun juga seperti itu, ketika akan pergi ke Mesir, mereka harus bersiap untuk tidak pulang belasan tahun lamanya untuk menyelesaikan pendidikan di Azhar. Saya mendapat informasi, bahwa untuk menyelsaikan pendidikan di universitas ini bisa menghabiskan kurang lebih 16 tahun, lama sekali bukan?

Pembelajarannya sangat lama, karena mahasiswa tidak hanya memperlajari satu cabang keilmuan saja, akan tetapi ada beberapa disiplin ilmu yang dipelajari. Misalnya seperti ilmu agama, maka setidaknya para mahasiswa harus menguasai Ilmu Dasar Agama  (Theology) yang meliputi: Aqidah, Tafsir, Dakwah, Hadist.

Salah satu suasana didalam kelas Fakultas Ushuluddin (dokpri)
Salah satu suasana didalam kelas Fakultas Ushuluddin (dokpri)

Lalu selanjutnya mahasiswa agama juga mempelajari Syaria't Islam, seperti Fiqih dan Qonun. Tidak hanya itu, masih ada Cabang kelimuan Bahasa dan Sastra Arab yang juga dipelajari.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Perkuliahan di Al-Azhar

Jadi mahasiswa Agama setidaknya mempelajari semua hal yang saya sebutkan diatas, jadi wajar kuliah di Al-Azhar dahulunya tidak bisa sebentar, karena materi yang dipeajari sangatlah banyak. Wajarlah pada abad 14 dan 15 Al-Azhar mencapai puncak keemasannya dan berhasil mencetak ilmuwan yang mendunia.

Seiring berkembangnya zaman, maka Universitas Al-Azhar kembali mengadakan pembaharuan system pada tahun 1932 dengan menggunakan system perkuliahan dan penjurusan seperti yang kita rasakan sekarang.

Sehingga sekarang para mahasiswa Al-Azhar tetap mempelajari semua disiplin ilmu namun tidak secara mendalam, kecuali pelajaran yang sesuai dengan jurusan yang ia pilih.

Seperti saya misalnya,  walaupun berkuliah di Jurusan Hadits, saya juga mempelajari Fiqih, Tafsir dan dakwah. 

Akan tetapi semua itu hanya dipelajari dasar-dasarnya saja.

Karena saya berada di jurusan hadits,  otomatis semua pelajaran yang berkaitan dengan hadits itu yang menjadi fokus saya selama kuliah,  walaupun saya juga mempelajari ilmu lain secara ringkas. 

Saat ini Al-Azhar memiliki puluhan fakultas dan Jurusan, akan tetapi yang harus diketahui adalah, jalur resmi untuk mengikuti seleksi Al-Azhar saat ini hanyalah Jalur dari Kementrian Agama, sehingga kita akan diharuskan memilih jurusan-jurusan keagamaan saja sesampainya di Mesir.

Kementrian Agama Indonesia memiliki kesepakatan bersama Universitas Al Azhar bahwa Mahasiswa Indonesia yang berkuliah di jurusan Agama akan dibebaskan dari uang kuliah walaupun mereka tidak mendapatkan beasiswa. 

Akan tetapi sebenarnya kita juga bisa memilih jurusan umum seperti Kedokteran, Arsitek dan Pendidikan, asalkan kita mau membayar uang kuliah yang lumayan mahal. Al-Azhar hanya memberikan subsidi uang kuliah gratis bagi mahasiswa Indonesia yang berkuliah di jurusan keagamaan saja.

Oleh sebab itu, saya menyarankan untuk mengambil jurusan agama di Al-Azhar agar kita bisa mendapatkan beasiswa dan berbagai subsidi dari Al-Azhar.  Memang tidak dipungkiri, ada sebagian kecil mahasiswa Indonesia di Mesir yang mengambil jurusan umum, seperti pendidikan dan psikologi, namun mereka menggunakan biaya pribadi. Semuanya tergantung kepada diri masing-masing.

Nah supaya lebih singkat, berikut saya paparkan Berbagai Fakultas dan Penjurusan yang bisa kamu pilih  di Universitas Al-Azhar Mesir, semoga bisa membantu anda dalam menentukan pilihan.

Kuliyatul Banin (Kampus Laki-Laki)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3