Tareq Albana
Tareq Albana Mahasiswa

Pejuang Literasi || Mahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir. Jurusan Islamic Theology || Bekerja sebagai Reporter dan Penyiar Radio PPI Dunia.

Selanjutnya

Tutup

Muda Artikel Utama

Puan Maharani ke Mesir, Mahasiswa Indonesia Tak Antusias?

28 April 2018   00:14 Diperbarui: 29 April 2018   12:06 3290 5 2
Puan Maharani ke Mesir, Mahasiswa Indonesia Tak Antusias?
Puan Maharani bersama Helmy Fauzi, Dubes Indonesia untuk Mesir (dokumentasi pribadi)


Sudah dua hari ini, saya dan ribuan mahasiswa Al-Azhar di Mesir mendengar kabar kedatangan Puan Maharani, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kabinet Kerja Presiden Jokowi yang juga adalah anak dari mantan presiden Megawati Sukarnoputri.

Untuk menyambut kedatangan beliau di Kairo, KBRI telah menyiapkan serangkaian acara. Di antaranya yaitu acara silaturrahmi bersama yang diadakan di gedung asrama Indonesia, Distrik 6, Kota Kairo. Acara silaturrahmi tersebut juga mengundang seluruh warga Indonesia melalu aplikasi Whatsapp, terutama mahasiswa Al-Azhar yang menjadi dominasi WNI di Mesir.

Baca juga: 24 Jam Jelajahi CIBF di Kairo, Bazar Buku Terbesar di Dunia

Acara yang diadakan pukul 17.00 waktu Kairo tersebut hanya berlangsung sebentar saja, dimulai dengan sambutan sambutan hingga dibukanya sesi tanya jawab dan sesi penyampaian aspirasi dari mahasiswa Indonesia kepada Bu Puan Maharani.

Saat sesi penyampaian aspirasi berlangsung, sebagian mahasiswa mengeluhkan mengenai mahalnya biaya asrama Indonesia di Mesir. Setelah berlangsung sekitar satu jam, acara silaturrahmi tersebut ditutup dengan sesi foto bareng bersama para mahasiswa. Acaranya dihelat secara sederhana di aula asrama Indonesia.

Puan Maharani berfoto dengan mahasiswa Indonesia di Mesir (dokumentasi pribadi)
Puan Maharani berfoto dengan mahasiswa Indonesia di Mesir (dokumentasi pribadi)
Saat melihat acara seminar tersebut, ada satu hal yang mengganjal di hati saya, karena kedatangan Puan Maharani ke Kairo seolah senyap sepi begitu saja, tidak ada hiruk pikuk atau obrolan mengenai sosok beliau di kalangan mahasiswa di sini.

Saat bertemu dengan beberapa mahasiswa, saya menanyakan perihal kedatangan Bu Puan Maharani. Sebagian besar dari mereka mengetahui hal tersebut namun mereka tidak tertarik untuk pergi berjumpa dengan beliau. 

Alasan yang diutarakan bermacam-macam, mulai dari ujian hingga enggan untuk bertemu karena saat ini sudah dekat dengan pilpres, sehingga mahasiswa ini beranggapan kalau ada muatan politik dengan kehadiran beliau di Mesir.

Saya membandingkan dengan kedatangan Wali Kota Bandung ke Kairo tahun lalu, pada saat itu mahasiswa sering membicarakan sosok beliau yang dikenal gaul dan sukses mempercantik Kota Bandung, bahkan mahasiswa mengadakan Seminar khusus di Al-Azhar Conferention Center (ACC) yang terkenal megah dan mewah.

Baca juga: Kunjungi Mesir, Ridwan Kamil Bakar Semangat Mahasiswa Indonesia

Tidak hanya itu, saking banyaknya yang mau mengikuti seminar Ridwan Kamil, panitia membatasi peserta dengan meminta mahasiswa untuk mengisi formulir yang disediakan secara online. Sehari setelah kedatangan beliau, media-media mahasiswa langsung mengabarkan tentang nasehat-nasehat beliau didalam seminar tersebut. 

Tak ketinggalan, foto-foto selfie dengan Ridwan Kamil pun menghiasi feed Instagram Mahasiswa di Mesir.

Begitu juga dengan kehadiran Wali Kota Surabaya, Bu Risma yang kedatangannya disambut antusias oleh mahasiswa. Berbeda dengar Ridwan Kamil yang pergi umrah, Bu Risma memang bermaksud pergi ke Mesir atas undangan Universitas Kairo untuk menerima gelar Doktor Honoris Causa.

Melihat kedatangan Puan Maharani yang merupakan seorang menteri dan berbeda dengan Ridwan Kamil dan Risma yang menjabat sebagai wali kota, sudah sepatutnya antusiasme mahasiswa di Mesir lebih "wah"  dengan kehadiran Puan.  

Kenyataannya sangat berbeda sekali, mulai dari kedatangannya ke Kairo beberapa hari yang lalu, hingga kehadiran nya di Asrama Indonesia di distrik 6 Kota Kairo, tidak terdengar hiruk pikuk mahasiswa untuk menemui beliau di Asrama tersebut. Tidak ada pamflet ataupun pengisian formulir untuk menghadiri pertemuan dengan Puan Maharani sebagaimana yang dilakukan jika ada pejabat yang datang.

Bahkan di dalam acara tersebut, hanya dihadiri oleh segelintir mahasiswa saja, dan itu pun sebagian besar adalah mahasiswa baru yang menempati bangunan asrama Indonesia tersebut. Namun walaupun begitu, Presiden PPMI Mesir Pangeran Arsyad terlihat menghadiri acara. Setidaknya kedatangan Presiden PPMI ini mewakili mahasiswa Indonesia yang berada disana.

Melihat dari acara tersebut, ada sekitar seratus mahasiswa yang hadir, sedangkan di Kairo ada ribuan mahasiswa Indonesia. Sangat jauh perbandingannya antara mahasiswa yang hadir dengan jumlah mahasiswa yang ada. Padahal Bu Puan Maharani adalah seorang menteri yang notabene orang penting di Republik ini.

Namun Anda jangan berburuk sangka dahulu, saya melihat bahwa ada dua kemungkinan yang menyebabkan "cuek"nya mahasiswa Indonesia atas kedatangan pejabat negara sekelas menteri seperti Bu Puan di Mesir.

Pertama, kedatangan Bu Puan bertepatan dengan musim ujian semester genap di Universitas Al-Azhar Kairo, mengingat 90 persen lebih mahasiswa Indonesia yang berada di Mesir berkuliah di Al-Azhar, sebagian kecil lainnya berkuliah di Universitas Kairo, dan beberapa universitas ternama lainnya.

Jadi wajar saja para mahasiswa mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian dan tidak memilih untuk menyibukkan diri dengan membahas kedatangan Bu Puan Maharani di Kota Kairo. Apalagi kedatangan ke Mesir tidak terkait dengan agenda tertentu, sehingga memang kedatangan beliau tidak diketahui sejak jauh-jauh hari.

Kemungkinan kedua, dan hal ini merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa sosok Puan Maharani belum sepopuler Ridwan Kamil ataupun Risma di kalangan mahasiswa Mesir. Karena Menteri Puan tidak terlalu sering tampil di hadapan media, ditambah lagi beliau tidaklah seaktif Ridwan Kamil di Medsos sehingga wajar saja banyak mahasiswa yang tidak terlalu mengenal sosok beliau.

Sentimen politik bisa saja terjadi, apalagi beliau saat ini menjabat sebagai salah satu Menteri Presiden Jokowi, yang belakangan ini menjadi tidak populer dengan banyaknya kasus kriminalisasi Ulama didalam kepemimpinan nya.

Sehingga bisa jadi banyak mahasiswa yang kecewa dengan berbagai kasus tersebut dan berdampak dengan turunnya respek mahasiswa Indonesia saat kedatangan Bu Puan Maharani.

Saya tidak ingin berspekulasi lebih jauh lagi, namun sebagai seorang yang sering mengamati dinamika mahasiswa Indonesia di Mesir, saya merasakan ada sikap tak acuh yang ditampakkan oleh mahasiswa Indonesia di Mesir dengan kedatangan Puan Maharani sebagai tokoh publik. 

Sikap ini sangat berbeda dengan kedatangan tokoh publik lainnya yang disambut begitu meriah oleh mahasiswa. Sekian.

Selamat berbagi