Mohon tunggu...
Tarmidinsyah Abubakar
Tarmidinsyah Abubakar Mohon Tunggu... Politisi - Pemerhati Politik dan Sosial Berdomisili di Aceh
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Penulis adalah Pemerhati Politik dan Sosial Berdomisili di Aceh

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Harapan Sulaman Aceh Tembus Pasar Internasional dan Harapan JNE sebagai Bapak Angkat

28 Januari 2022   00:21 Diperbarui: 28 Januari 2022   00:33 267
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Oleh : Tarmidinsyah Abubakar

Pengembangan Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia dapat memberi kontribusi yang berarti terhadap pendapatan domestik Bruto yang cukup berarti. Meskipun pasar internasional masih sangat terbatas tapi usaha tersebut dapat dianggap memiliki cukup besar potensi untuk terus dikembangkan dimasa depan. Sulaman Aceh ini sesungguhnya bisa memberi added value kepada negara dalam mengembangkan budaya bangsa Indonesia ke mancanegara.

Sudah seharusnya pemerintah memberi perhatian lebih dan mengalokasikan anggaran negara untuk mensupport peningkatan usaha yang berpotensi membawa nama bangsa. Tentu membangun suatu bangsa dan menjalin interaksi dengan bangsa dan negara lain melalui jalur peran usaha masyarakat langsung sebagaimana UMKM yang dapat dipoles dan diarahkan pemerintah sehingga membuka pasar yang luas dan membuka interaksi masyarakatnya dengan masyarakat dunia.

Sebenarnya tuntutan kebutuhan menteri perindustrian dan menteri perdagangan dalam konteks kebangsaan dan membangun negara tentu dengan membangun mentalitas warga bangsanya dapat menembus kehidupan bangsa lain baik pasar maupun budayanya. Dengan kreatifitas dan produktifitas tersebut maasyarakat  suatu bangsa diberi kemudahan dan lapang hidupnya dimana saja anak bangsa kita berada.  

Demikian juga jejak keberadaan anak bangsa di negara lain akan mudah diketahui dan dikembangkan dimana aktivitasnya berpotensi untuk meningkatkan devisa negara sekaligus mereka akan tetap mencintai bangsanya sendiri. Disamping itu nilai mata uang di negara maju jauh lebih baik sehingga pemasaran produk UMKM ke pasar Internasional tentu akan memberi nilai yang optimal untuk berkembang usaha tersebut.

Oleh karena itu pemerintah sudah seharusnya tidak membiarkan anak bangsanya di negara orang hanya menjadi babu pencuci kakus warga bangsa lain karena dapat membangun image negatif terhadap kredibilitas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang rendahan.

Lalu, jika masyarakat tidak bisa berharap kepada peran pemerintah maka usaha swasta semacam JNE yang memiliki peran vital untuk dalam pengembangan usaha masyarakat UMKM tentu sangat mulia diusianya yang 31 tahun sudah dapat melakukan ekspansi dan pengembangan perannya untuk menjadi bapak angkat usaha masyarakat tersebut. Terutama terhadap usaha-usaha kecil dan micro yang berpotensi membawa nama bangsa Indonesia lebih maju dimata masyarakat bangsa lain.

Pola pembangunan UMKM yang semacam ini akan menjadi pola atau patron bagi perlindungan anak bangsa di negara mana saja mereka berada.

Sulaman Aceh yang terdiri dari berbagai macam jenis produk, misalnya tas, dompet, taplak meja,  penutup tudung saji, bahkan aksesoris pelaminan dan lain-lain diminati diberbagai negara. Apalagi di negara-negara yang pendapatan kapita masyarakatnya tinggi tentu mereka akan melakukan koleksi barang UMKM dari seluruh negara di dunia. Kalau di negara kita ada pameran produk dari daerah di negara lain yang maju bahkan ada pameran dari seluruh negara atau bangsa-bangsa dunia.

Dengan mengetahui informasi dan adanya channel UMKM di negara lain tidak hanya di daerah provinsi Indonesia tentu pengembangan sumber daya manusia masyarakat semakin terbuka dan kompetensi masyarakat Indonesia dapat berkembang secara baik. Hal itulah sebagai tujuan bersama rakyat dan pemerintah bisa diwujukan sehingga pemerintah dalam hal ini menteri perindustrian dan perdagangan tidak hanya berkonsentrasi dalam urusan-urusan yang praktis untuk berbisnis untuk memperkaya diri dan kelompok yang rawan ditangkap KPK.

Sulaman Aceh yang selama ini telah dikirim ke beberapa negara pada pasar yang terbatas, masih berpengharapan tumbuh dan berkembang baik dalam produksi, marketing demi meningkatnya volume usaha yang lebih besar yang dapat menampung pekerja terampil dalam bidang tersebut dan mereka tidak hanya berpangku tangan menunggu bantuan langsung pemerintah yang hanya Rp. 600.000,- sebulan untuk bertahan hidup dalam sengsara dalam rezim pemerintah Jokowi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun