Mohon tunggu...
Taofik Wildan
Taofik Wildan Mohon Tunggu... Saya adalah
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Wildan

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Standar Ganda Impor Buwas

30 April 2019   20:22 Diperbarui: 30 April 2019   20:29 0 1 2 Mohon Tunggu...
Standar Ganda Impor Buwas
Budi Waseso (foto: CNBC Indonesia)

Bukan Buwas namanya kalau tidak pernah memberikan pernyataan keras. Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) bernama lengkap Budi Waseso itu sering kali memantik polemik dengan pernyataan dan sikap kerasnya. 

Baru-baru ini, pensiunan jenderal bintang tiga Polisi itu melontarkan tuduhannya pada seorang pejabat tinggi negara yang disebutnya menghalangi impor 100 ribu ton bawang putih oleh Bulog. Di hadapan wartawan, Buwas menyebut pejabat yang berani batalkan impor itu adalah orang kuat. 

Kumparan

Pernyataan seperti itu yang muncul dari pimpinan perusahaan pelat merah sekelas Bulog tentu tidak main-main. Sepertinya ada kepentingan yang sangat besar saat Bulog sebegitu ngototnya ingin mengimpor 100 ribu ton bawang putih.

Padahal beberapa waktu sebelumnya, Buwas terkesan sangat anti impor. Pada 2018 lalu, rapat koordinasi terbatas memutuskan agar Bulog mengimpor beras untuk menjaga cadangan persediaan dalam negeri. 

Standar ganda (meme olah pribadi)
Standar ganda (meme olah pribadi)
Tanpa harus menjadi seorang pakar, kita semua mestinya tahu bahwa beras adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar-tawar keberadaannya. Stabilitas harga dan pasokan harga beras sangat erat kaitannya dengan stabilitas nasional. Tanpa ada beras di pasaran, atau ketika harga beras melonjak tak karuan, niscaya akan terjadi kerusuhan dimana-mana. 

Tapi sepertinya saat itu Buwas tidak paham dengan urgensi tersebut. Secara terang-terangan, Buwas ngotot menolak impor beras. Beredar kabar ia ditegur oleh Presiden Jokowi lantaran sikapnya tersebut.

Alih-alih melunak, Buwas malah makin ngelunjak. Dengan dalih gudang Bulog yang kepenuhan, Buwas menolak penugasan yang diberikan kepadanya. Ia berkukuh bahwa stok beras cukup hanya dengan pengadaan dalam negeri. Bulog akan memaksimalkan penyerapan gabah dari petani bukan membeli beras impor.

Bahkan ia pernah melontarkan umpatan pada menteri dan pimpinan Bulog terdahulu yang pernah menjalankan impor beras. Memang terlihat bahwa Buwas adalah orang yang keras.

Tribunnews 

Anehnya, keteguhan dan keras hati Buwas terhadap importasi sepertinya beda dalam hal rencana impor bawang putih ini. Padahal bawang putih bukan komoditas pokok, bukan pula komoditas yang bisa menimbulkan gejolak sosial. Satu-satunya efek buruk dari fluktuasi harga bawang putih hanyalah rapor inflasi yang naik.

Oleh karena itu, kita patut mempertanyakan alasan Buwas sangat ngotot ingin impor bawang putih, dan menolak impor beras.