Mohon tunggu...
Taofik Wildan
Taofik Wildan Mohon Tunggu... Saya adalah
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Wildan

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Produksi Naik Tapi Harga Tak Berkutik

16 April 2019   21:03 Diperbarui: 16 April 2019   21:14 0 0 0 Mohon Tunggu...
Produksi Naik Tapi Harga Tak Berkutik
pertanian bawang putih (Foto: dok. Kementan)

Sejak beberapa pekan lalu harga bawang putih di pasaran naik. Jika mengacu pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga bawang putih  berada pada rata-rata kisaran Rp 46.250-Rp 52.300 per kilogram (kg). lonjakan harga di level konsumen itu memicu efek ekonomi makro berupa inflasi.

Akhirnya pemerintah sempat memerintahkan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mendatangkan bawang putih impor sebanyak 100 ribu ton dari Cina. Langkah pemerintah yang memerintahkan Bulog mengimpor bawang putih itu dilakukan bukan karena rakyat butuh makanan enak. Tapi karena Bawang putih, menjadi salah satu bahan pangan yang dijaga stabilitas harganya karena memberi kontribusi inflasi pada Februari 2019. Lonjakan harga bawang putih, akan memerahkan rapor pengendalian inflasi pemerintah.

Bawang putih memang cukup langka dan dibutuhkan di Indonesia. Apalagi, kita selama ini tidak bisa mencukupi kebutuhan bawang putih kita sendiri. Berdasarkan data dari kantor Kementerian koordinator bidang Perekonomian, per tahunnya Indonesia mengimpor sekitar 400.000-450.000 ton bawang putih. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sepanjang tahun lalu RI mengimpor bawang putih sebanyak 582.994 ton, dengan 99,6% berasal dari China.

Lemahnya Indonesia memproduksi bawang putih sepertinya menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan. Sejauh ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, pengembangan varietas penanaman bawang putih sedang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Berdasarkan catatan Kementan, Amran mengklaim produksi bawang putih hingga akhir tahun lalu mencapai 11 ribu ton atau naik dibanding periode tahun sebelumnya yang mencapai 10 ribu ton. Dan tahun depan, Kementan menargetkan bisa menambah produksi bawang putih hingga 20 ribu ton.

Kita bisa melihat bahwa kenaikan produksi bawang putih di dalam negeri yang diklaim oleh Kementan itu rupanya belum mampu mengerem laju harga

Indonesia masih sangat mungkin untuk dapat memenuhi kebutuhan bawang putih dari produksi di dalam negeri. Meski secara geografis mayoritas lahan tanam yang ada beriklim tropis, Kementan perlu mengembangkan inovasi-inovasi baru guna mendukung produktivitas bawang putih.

Bawang putih memang merupakan jenis tanaman hortikultura yang umumnya tumbuh di dataran tinggi atau wilayah dengan iklim subtropis. Jika Kementan dapat membuat kemungkinan adanya varian baru yang cocok ditanam dengan keterbatasan iklim dan lahan yang ada, Indonesia bisa saja swasembada bawang putih. Apalagi Mentan Amran Sulaiman pasang target, 2021 nanti Indonesia sudah bisa swasembada bawang putih.

Kita berharap saja agar target itu bisa dicapai. Dan juga selama usaha pencapaian itu dilakukan, harga bawang putih tidak lagi berfluktuasi. Karena peningkatan produksi juga terbukti belum bisa mengendalikan harga.

Republika
CNBC Indonesia