Mohon tunggu...
Tan Faizal Rachman
Tan Faizal Rachman Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Aktif Semester 7 Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik - Ilmu Komunikasi, Universitas Diponegoro, Semarang.

Mahasiswi Aktif Semester 7 Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik - Ilmu Komunikasi, Universitas Diponegoro, Semarang.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Mahasiswa Undip Ajak Warga Membuat Kompos Metode Takakura dan Kampanye Penggunaan Masker Ganda

2 Agustus 2021   16:25 Diperbarui: 2 Agustus 2021   16:44 139
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Padangsari, Semarang (1 Agustus, 2021). Sampah sudah menjadi masalah yang tak kunjung usai. Kehadirannya tak bisa dipungkiri akan selalu ada dimanapun kita berada. Namun, di kala pandemi ini, Jumlah perhitungan produksi sampah pe-tahun berkurang. 

Hal ini membuat seorang Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam TIM II P2KKN UNDIP, Tan Faizal Rachman, untuk ikut andil dalam upaya pengurangan jumlah sampah, khususnya yang dihasilkan dari rumah.

Mengolah sampah memang selalu identik dengan bau yang tidak sedap. Terlebih sampah yang bersumber dari makanan atau minuman dan ber-air. 

Masyarakat biasa untuk membuang sampah-sampah tersebut ke tempat penampungan sampah, atau bak sampah karena seringkali Niat untuk mengolah secara mandiri hilang karena takut akan bau yang dihasilkan. Padahal, jika ditangani secara benar, Sampah-sampah ini nantinya akan sangat berguna setelah diolah menjadi Kompos.

Maka Dari itu, Tan berinisiatif untuk mencoba mengedukasi warga untuk mulai mandiri mengolah limbah rumah tangga menjadi kompos dengan metode Takakura. Pengolahan limbah Rumah Tangga dengan metode Takakura ini punya banyak kelebihan, salah satunya adalah Tidak berbau dan ramah di kantong. 

Dengan bahan-bahan sederhana, sampah rumah tangga bisa disulap menjadi pupuk kompos yang kaya akan nutrisi bagi tanaman dan lingkungan sekitar.

Dengan tetap mematuhi peraturan PPKM dan arahan dari Universitas, Ia memanfaatkan metode Daring dengan menggunakan Whatsapp Group RT setempat. Topik tentang edukasi ini bersamaan dengan inisiatif Tan untuk tidak hanya memberikan Ilmu secara tertulis, namun juga berbentuk video Tutorial. 

Video yang diupload di platform YouTube itu dibuat guna memberikan tahap dan cara bagaimana menyusun media kompos Takakura dengan bahan-bahan sederhana.

Masa-masa KKN ini juga dimanfaatkan untuk Mengkampanyekan gerakan penggunaan Double Mask dan Pelaksanaan Protokol Kesehatan Di masyarakat. 

Dokpri
Dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun