Mohon tunggu...
Tamita Wibisono
Tamita Wibisono Mohon Tunggu... Freelancer - Creativepreuner

Here I am with all of my Destiny...perjalanan hidup itu ibarat bianglala kehidupan,tidak selamanya berada di satu titik. pergerakan antara kehidupan di bawah dengan diatas itu sungguh dinamis adanya...dan tiap ruang yang tercipta menjadi inspirasi untuk dijabarkan dalam untaian kata menjadi sebuah karya

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Surat untuk Pak SBY dan Keluarga

5 Juni 2019   00:16 Diperbarui: 5 Juni 2019   00:20 18 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Surat untuk Pak SBY dan Keluarga
sumber Jitunews.com

 Jakarta 4 Juni 2019

Yth. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono sekeluarga

di Puri Cikeas

Bogor

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sebelumnya saya memohon ijin, telah lancang menuliskan surat ini teruntuk Bapak sekeluarga. Rasa duka mendalam saya sampaikan atas berpulangnya Ibu Ani Yudhoyono di waktu istimewanya bulan suci. Tiada hal yang dapat saya lakukan selain turut berdoa semoga Allah melapangkan jalan bagi Almarhumah menuju Jannah. 

Demikian pula doa agar Allah SWT senantiasa memberi keikhlasan, ketabahan dan ketegaran bagi Bapak SBY sekeluarga.

Ini kali kedua saya memberanikan diri menuliskan hal sederhana yangtimbul atas dorongan dari dalam diri saya. Sekali lagi sudilah kiranya Bapak sekeluarga mengizinkan saya untuk menuliskan "sedikit" terkait Sang Flamboyan yang kini tidak lagi bersama kita. 

Sebelumnya bertepatan dengan 1 Juni, hari dimana duka mendalam bagi keluarga Bapak SBY sekeluarga, saya telah lancang menuliskan sebuah fiksi mini yang begitu terinspirasi oleh kepergian Almarhumah. 

Semoga tulisan dalam surat ini tidak menjadi hal yang justru membuat Bapak SBY sekeluarga kian bertambah sedih. Saya beberapa kali mengirimkan komentar melalui akun instagram Almarhumah Ibu Ani.Sungguh semua follower beliau tentu akan sangat kehilangan dengan cerita dan foto-foto yang senantiasa membuat saya tersenyum.

Saya tidak tahu lagi harus menuliskan apa dalam surat ini. Seribu kenangan tentang Almarhumah Ibu Ani akan begitu lekat dalam ingatan kita semua. Pak SBY yang saya hormati, berat memang ditinggalkan oleh belahan jiwa yang selama ini telah mengarungi suka duka bersama. Besar harapan saya, Bapak tegar dan tetap menjadi negarawan meski ini flamboyan itu hanya melihat dari kejauhan, tak bisa lagi mendampingi.

Tetap tegar dan kembali tersenyum ya pak

Salam hormat selalu.

Tami

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN