Mohon tunggu...
Rahmi
Rahmi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Student Of The State Islamic University Maulana Malik Ibrahim of Malang

Long Life Education

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Bagaimana Konsep Pertemanan pada Anak?

8 Desember 2022   19:43 Diperbarui: 8 Desember 2022   20:03 165
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sejak usia dini, interaksi dengan teman sebaya memainkan peran positif dalam memungkinkan anak-anak memiliki serta mempertimbangkan sudut pandang lain dan dalam melakukan setiap tindakan dalam kesehariannya, seperti contohnya dalam memberi alasan mengapa memukul seseorang atau menolak berbagi dan memberi alasan mengapa hal itu salah.

Konflik interpersonal yang dimiliki oleh anak memberikan konteks di mana anak belajar tentang hubungan antara tindakan dan konsekuensi (misalnya, bahwa memukul menyebabkan rasa sakit), lalu kemudian ingatan anak-anak tentang pengalaman-pengalaman ini, serta pengamatan mereka sendiri terhadap anak-anak lain yang dipukul dan menangis kemudian memungkinkan anak membuat kesimpulan bahwa memukul itu salah, dan lain sebagainya pada kasus yang berbeda. 

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang dituntut untuk saling berhubungan dengan orang lain dalam kehidupannya. Tak terkecuali anak usia dini. Meskipun, pada keseharian dan karakteristik nya berbeda dengan anak remaja atau orang dewasa pada umumnya. 

Dalam konsep pertemanan pada anak, beberapa indikator yang menjadi sebab adanya keterikatan individu dalam kelompok sebaya yakni beberapa diantaranya merasakan adanya kesamaan satu dengan yang lainnya seperti dalam bidang usia, kebutuhan, dan tujuan atau orientasi kesenangan yang sama. 

Teman sebaya atau kelompok sebaya merupakan lingkungan sosial diluar lingkup lingkungan keluarga, dimana dari lingkungan tersebut seseorang akan belajar dan menambah wawasannya atau kemampuannya yang kemudian akan mengarahkan sang anak pada pembentukan perilaku yang baik melalui input dan budaya berkelompok yang akan membawa dampak positif terhadap individu yang bersangkutan.

Menurut salah satu ahli, John W. Santrock, teman sebaya adalah kelompok anak-anak atau remaja yang memiliki tingkat usia atau tingkat kedewasaan yang sama, yang kemudian menjadikan anak dapat lebih luwes dalam berinteraksi, bergaul, bertukar pikiran, dan memberi dampak pada perubahan dan pengembangan dalan kehidupan sosial dan pribadinya. 

Dimana dalam interaksi tersebut,akan terjadi timbal balik untuk saling memberikan bantuan kepada sesama temannya yang tadinya mungkin merasa takut dan tidak mampu untuk melakukan suatu kegiatan menjadi lebih percaya diri dengan adanya bantuan dan dukungan dari teman-teman sebayanya sehingga kemudian menumbuhkan motivasi dan percaya diri pada anak.

Peranan teman sebaya atau kelompok permainan semacam ini terhadap anak usia dini sangat besar karena sebagian waktu anak dilakukan diluar ruangan bersama dengan teman sebayanya dan tidak hanya ada dalam lingkup keluarga saja. Adapun beberapa pengaruh yang dibentuk oleh kelompok pertemanan atau teman sebaya ini antara lain:

-sikap, 

-gaya berbicara,

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun