Mohon tunggu...
Muhammad Thahir Kherid S.farm
Muhammad Thahir Kherid S.farm Mohon Tunggu... Mahasiswa

Progresif dan visioner

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Peran Pemuda Ditengah Pandemi Covid-19

23 Mei 2020   23:28 Diperbarui: 24 Mei 2020   00:15 84 1 0 Mohon Tunggu...

Saat ini berbagai negara di dunia termasuk Indonesia sedang menghadapi masalah serius yaitu munculnya penyakit virus corona (Covid-19). Coronavirus atau Covid-19 merupakan suatu jenis virus yang menyerang sistem pernafasan dengan berbagai gejala yang muncul seperti demam, radang paru-paru, kesulitan bernapas, dan infeksi paru-paru. secara epidemiologi Covid-19 berasal dari Wuhan, provinsi Hubei, China. pada saat itu, terdapat sekelompok pasien diduga terkena pneumonia, namun belum ditemukan secara pasti penyebab pneumonia tersebut,  karena belum ditemukan secara spesifik terkait data klinis penyebab pneumonia. Menanggapi kejadian tersebut, pusat pengendalian pencegahan penyakit (CDC China) bersama otoritas kesehatan provinsi Hubei melakukan penyelidikan secara epidemiologis dan etiologis. Berbagai ilmuan kemudian melakukan penelitian sumber virus corona baru, dan genom pertama Covid-19 ditemukan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Yong-Zhen Zhang. Belum diketahui secara pasti bagaimana Covid-19 tersebut tersebar, apakah karena kebocoran labarorium penelitian, atau peneliti tersebut terkena infeksi dan carrier Covid-19, atau berasal dari pasien yang sebelumnya terkena infeksi Covid-19 (Adhikari et al, 2020). Namun, yang pasti dalam 1 bulan sejak januari, virus ini menyebar secara cepat ke seluruh daerah Cina hingga kemudian menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. terhitung hingga saat ini, per 16 April 2020, secara global telah tercatat sejumlah 4,39 juta pasien dinyatakan positif dan sejumlah 300 ribu pasien dinyatakan meninggal. Secara nasional  telah tercatat sejumlah 16,4 ribu pasien dinyatakan positif dan 1076 pasien dinyatakan meninggal (WHO, 2020). Muncul dan berkembangnya wabah Covid-19 ini, WHO kemudian menetapkan sebagai status darurat global.

Indonesia diprediksikan akan memasuki era bonus demografi pada tahun 2030-2040. yang artinya pada era ini jumlah populasi usia produktif akan lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif. Bonus demografi menjadi suatu momentum dan kesempatan baik bagi Indonesia dalam meningkatkan produktifitas dan daya saing secara global yang berimplikasi pada kemajuan negara. dalam meraih ini, tentu yang perlu ditekankan adalah membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, dinamis, kreatif, inovatif, dan maju. Bangsa dan masyarakat Indonesia saat ini menaruh harapan besar terhadap pemuda indonesia karena mereka adalah salah satu bagian dari ujung tombak kemajuan indonesia kedepan. oleh karenanya, dibutuhkan ide, gagasan, dan trobosan baru melalui sebuah  gerakan-gerakan perubahan, serta memberikan solusi dan aksi kongkret atas segala problematika yang ada. Hadirnya covid-19 menjadi salah satu masalah baru dalam meningkatkan kemajuan indonesia. Pada kondisi ini tentunya peran pemuda melalui gagasan cerdas dan solusi konkretnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat indonesia. dalam hal ini, penulis yang juga menjadi bagian dari pemuda akan memberikan sumbangsih pemikiran dan solusi atas masalah ini.


Upaya memahami kebijakan pemerintah.


Sebagian besar masyarakat di desa memiliki pemikiran yang cenderung konservatif dan minimnya informasi. pemikiran yang konservatif dan kurangnya informasi inilah yang menyebabkan  mudah dikendalikan. Pada kelompok yang kontra terhadap kebijakan pemerintah dan memiliki kepentingan politik misalnya, mereka akan memanfaatkan momentum ini untuk kemudian mendapatkan konstituen baru melalui berbagai intervensi yang dilakukan sehingga berdampak pada minimnya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah implikasinya adalah terjadi krisis kepercayaan terhadap pemerintah.
Dalam kondisi ini dibutuhkan gerakan-gerakan perubahan untuk membantu mensosialisasikan kebijakan pemerintah terkait penaganan Covid-19. gerakan ini tentunya dapat dilakuan secara kolektif kolegial, artinya tidak bisa seutuhnya kita pasrah terhadap pemerintah, tetapi perlu ada komponen lain untuk melebarkan sayap baru dalam membantu masalah pandemi Covid-19 ini. kolektif kolegial yang dimaksud disini adalah perlu kerja sama antara pemuda dengan berbagai stakeholder dan pihak-pihak terkait. Namun, yang perlu diketahui kegiatan ini belum bisa dipastikan berhasil jika tidak terkonsep dengan baik. karena setiap kelompok dan setiap daerah memiliki kultur dan cara berpikir yang berbeda-beda.
Posisi pemuda berada di antara kedua elemen tersebut diharapkan mampu menjadi media strategis untuk mewujudkan penyelesaian masalah yang tendensius ini, perlu konsep yang matang,terstruktur, dan terorganisir dengan baik agar dapat diterima secara komprehensif oleh masyarakat. Oleh karena itu, pemuda milenial, pemuda karantina desa, aktivis sosial,  melalui  berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa, bahkan jika memungkinkan organisasi setingkat pendidikan SMA perlu dilibatkan. Proses pelaksanaan ini perlu dilakukan dengan metode yang tepat, terukur dan dapat menyesuaikan dengan kultur kelompok masyarakat itu sendiri. secara teknis bisa dilakukan melalui pendekatan secara persuasif kepada masyarakat, melakukan koordinasi melalui pendekatan secara emosional dengan tokoh masyarakat untuk ikut serta menyampaikan kepada masyarakat. artinya, untuk mewujudkan ini perlu koordinasi yang massif dan terstruktur dengan baik. dengan demikian, upaya edukasi, penyampaian informasi dan  follow up aturan dan kebijakan pemerintah dan esensi yang kita sampaikan dapat tercapai dengan baik.


Mempertahankan Ekonomi Agar Tetap Survive Ditengah Pandemi.


Covid-19 tidak hanya berdampak pada meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas suatu penduduk, tetapi secara signifikan juga berpengaruh pada sektor ekonomi khususnya pada kelompok menengah kebawah. Sejak penyebaran Covid-19 masuk ke Indonesia, produktivitas berbagai perusahaan mulai menurun yang menyebabkan terjadinya PHK besar-besaran, pendapatan pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga pelaku usaha kecil pinggiran mengalami penurunan. Bahkan jika terus berlanjut, angka kemiskinan dapat diprediksi bertambah hingga mencapai 4,86 juta orang dan angka pengangguran meningkat menjadi 5, 23 juta orang (Detik.com). Dampak yang cukup signifikan sebagian besar terjadi pada masyarakat kecil, kelompok petani, dan nelayan, dan pelaku usaha kecil, serta korban PHK. berdasarkan kondisi di atas, hadirnya pemuda memiliki peran penting yang diharapkan oleh bangsa indonesia sebagai generasi unggul melalui gagasan yang cerdas, inovatif, kreatif  dan solutif. Upaya mempertahankan sistem perekonomian agar tetap survive khusunya pada masyarakat kecil tetap membutuhkan koordinasi yang baik dan terstruktur. Penulis yang juga memiliki tanggung jawab moral pada situasi saat ini menawarkan gagasan khususnya di sektor pangan yang mungkin menjadi salah satu opsi solusi bagi sebagian pemuda lain.
Petani merupakan salah satu ujung tombak sektor pangan yang pendapatannya juga mengalami penurunan. salah satu alternatif yang memungkinkan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah melakukan perputaran ekonomi secara lokal, artinya untuk saat ini jual beli pangan dan kebutuhan pokok dapat dilakukan di ruang lingkup yang lebih kecil dengan harga yang relatif murah. Peran pemuda disini adalah menjadi motor penggerak arus jual beli pangan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan hingga perangkat desa. Secara teknis pemuda dapat melakukan koordinasi dengan camat dan perangkat desa, melakukan pendataan setiap penduduk yang menjadi produsen (petani), dan penduduk yang menjadi konsumen. Pendataan tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pangan setiap kepala keluarga selama satu samapai dua bulan kedepan. selanjutnya produsen yang telah terdata melakukan penjualan hasil panen kepada masyarakat dengan harga yang relatif lebih murah. Setiap RT/RW menjadi posko distribusi hasil panen yang siap dijual kepada konsumen. Konsep ini jika diterapkan jauh lebih efektif, efisien dan cukup praktis dilakukan ditengah kondisi pandemi Covid-19. Disisi lain, masyarakat tidak perlu keluar desa untuk memenuhi kebutuhan pokok, disadari atau tidak konsep ini secara tidak langsung mengurangi penyebaran Covid-19 karena tetap sesuai prinsip sosial distancing. apabila konsep ini dipahami dan diterapkan oleh semua pemerintah desa di seluruh indonesia, maka stabitas perekonomian dan sektor pangan tetap terjaga. oleh karena itu, harapan besar kami dengan memberikan sumbangsih gagasan dapat digunakan dan bermanfaat untuk masyarakat indonesia.


Oleh Muhammad Thahir Kherid S.farm


penulis adalah aktivis sosial dan pegiat kajian isu kesehatan strategis.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x