Mohon tunggu...
#puisi untuk ntt
Flobamora Menjerit
Paulus Tukan
Paulus Tukan
08 April 2021 | 1 bulan lalu

Flobamora Menjerit

Memandang Flobamora: Flores, Sumba, Adonara, Lembata, Solor, dan Timor, dalam harap.

Fiksiana
145
8
0
Elvrida Lady Angel Purba
Elvrida Lady Angel Purba
08 April 2021 | 1 bulan lalu

Maafkan Kami yang Terlalu Sibuk

Maafkan kami yang terlalu sibuk maafkan kami yang yang selalu menghiraukan-Mu

Fiksiana
70
7
2
Aroma Secangkir Teh Pagi Ini
ER
ER
08 April 2021 | 1 bulan lalu

Aroma Secangkir Teh Pagi Ini

Ketakutan kegelisahan dan tangismu menyatu di relung jiwa pintamu pintaku sama pada Sang Penguasa

Fiksiana
109
38
7
Banjir Air Mata
JUNUS BARATHAN
JUNUS BARATHAN
07 April 2021 | 1 bulan lalu

Banjir Air Mata

Sejuta lara engkau rasakan mereka juga kerabatku setanah air di Indonesia timur

Fiksiana
190
23
3
Hendra wattimena
Hendra wattimena
07 April 2021 | 1 bulan lalu

NTT Berduka Maluku Seng Buta

NTT berduka Maluku seng buta jang taku basudara katong tetap bantu

Fiksiana
141
6
1
Bencana Kembali Melanda, Bukan Hukuman Atas Dosa
Dr. Nugroho SBM  MSi
Dr. Nugroho SBM MSi
06 April 2021 | 1 bulan lalu

Bencana Kembali Melanda, Bukan Hukuman Atas Dosa

Duh Gusti, bencana kembali melanda. Kali ini di NTT menimpa saudara kita.

Fiksiana
72
13
3
Aku yang Terlupakan
Yones Budiono
Yones Budiono
06 April 2021 | 1 bulan lalu

Aku yang Terlupakan

Namaku Flobamora Sayang di tengah amukan semesta ini relung hati masih saja bertanya "Benarkah alam ini tak lagi cinta, tak lagi sayang?"

Fiksiana
216
6
3
Puisi | Untuk Kita Renungkan
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam
06 April 2021 | 1 bulan lalu

Puisi | Untuk Kita Renungkan

Semoga ini hanya pertanda agar Kita mulai berbenah, alam adalah anugerah terindah

Fiksiana
320
83
11
Aldentua S Ringo
Aldentua S Ringo
06 April 2021 | 1 bulan lalu

Sepotong Doa untuk Korban Bencana

Inilah sepotong doa kami untuk saudara dan sahabat kami, korban bencana di NTT yang penuh banjir dan badai

Fiksiana
164
29
2
Elvinakey
Elvinakey
05 April 2021 | 1 bulan lalu

Berkat Air: Sebuah Puisi

Jantungnya berbisik "sumber air sudah dekat, membinasakan dengan singkat"

Fiksiana
148
9
3