Pameran UNDAGI 2025 yang akan dihelat pada tanggal 18-28 Januari 2025 ini telah dikonsep tak hanya sebagai wahana eksibisi karya seni kriya,
Malam itu semakin dingin, tapi diskusi tentang dunia kriya semakin hangat. Dua point sudah saya catat dalam tulisan terdahulu, dan ini point terakhir
Semakin malam, Full Moon Discuss di FSRD ISI Surakarta semakin hangat. Setelah paparan pertama oleh Agus Sriyono (Ketua Askrina) tentang dunia kriya
Sengit memang perdebatan tentang definisi ini, mungkin tak akan pernah selesai. Diskusi malam itu tetap asyik dan hidup, apalagi ditemani cemilan angk
Bagaimanapun, Seni kriya yang telah melekat di dalam kehidupan kita seharusnya lestari dan terus berkembang sesuai perjalanan waktu
Tak hanya secara fisik sebuah keris atau tombak akan menampakkan keahlian metalurgi dari nenek moyang kita, tetapi juga kaya akan simbol-simbol dalam
Target kami di Jepara ada 4 Kriyawan; Afif, Rony, Hartono dan satu lagi singgah di Gallery Mukodi (alm). Keempat kriyawan ini kami pilih sebagai targ
Sepertinya terlalu banyak yang bisa diharapkan, hingga tak tertampung oleh kata-kata.
Berawal dari kegelisahannya melihat para pembatik di kampungnya yang mengalami degradasi.
Bahwa berkarya kreatif mesti tangguh menghadapi berbagai tantangan.
Di samping itu pameran kriya dapat menjadi referensi dunia industri dalam hal penciptaan karya dengan ide-ide baru.
Pameran UNDAGI menjadi ruang untuk merawat kreativitas dan peradaban