Tabrani Yunis
Tabrani Yunis Guru

Tabrani Yunis adalah Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, juga sebagai Chief editor majalah POTRET, menerbitkan majalah Anak Cerdas. Gemar menulis dan memfasilitasi berbagai training bagi kaum perempuan.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Melacak Jejak Evolusi 122 Tahun Bank BRI

24 Desember 2017   01:09 Diperbarui: 24 Desember 2017   17:30 905 4 1
Melacak Jejak Evolusi  122 Tahun Bank BRI
Sumber Gambar: liputan6.com

Ketika mengikuti acara Seminar Internasional yang bertajuk, " Pendidikan dan Pembelajaran  Orang Dewasa, janji, Permasalahan dan peluang pembelajaran dalam Jaringan terbuka di hotel Harris Bandung, terlihat ada dua orang perempuan yang memakai kaos " 122 tahun BRI", berjalan memasuki mall yang terletak di bagian depan hotel tersebut. Melihat kedua perempuan berkaos Ultah BRI yang ke 122 tahun ini, muncul keinginan penulis untuk melacak jejak evolusi Bank BRI yang kini sudah berusia 122 tahun itu. Apa yang membuat penulis tertarik untuk melacak jejak evolusi bank tersebut adalah ketika melihat angka ulang tahun yang sampai kini 122 tahun itu. Usia yang sangat penjang, bahkan lebih panjang dari usia kemerdekaan bangsa Indonesia. 

Ini usia yang menakjubkan. Maka, menjadi sangat menarik untuk mencari tahu tentang asal-usulnya, bagaimana Bank ini bisa beroperasi, ketika Indonesia saja masih belum merdeka. Bagaimana pula, Bank itu menggunakan nama Bank Rakyat Indonesia, sementara pada saat itu bangsa ini masih di bawah kolonialisasi Belanda? Masih banyak pertanyaan yang bergelantungan di pikiran penulis, termasuk soal bagaimana Bank itu berkembang. Kalau begitu, tidak salah kalau kita ingin tahu lebih banyak, perlulah kiranya dilacak secara seksama, bagaimana Bank BRI berevolusi hingga tahun yang ke 122 itu. Betul, bukan?

Rasanya, untuk menapaki jejak evolusi bank BRI secara utuh, apalagi melakukan pengamatan sendiri, sudah pasti tidak mungkin. Bayangkan saja, usia penulis yang ternyata jauh lebih muda dibandingkan dengan usianya Bank BRI itu. Kalau Bank BRI sudah 122 tahun, usia penulis baru masuk ke angka 56 tahun. Jadi, lebih dari 50 tahun bedanya bukan? Ya, benar. Kalau tidak percaya, boleh dihitung lagi sendiri. Bila perlu ya dengan menggunakan kalkulator.

Jadi, kalau kita melewati lorong-lorong sejarah lahirnya bank BRI itu, dalam sejarah perbankan di tanah air, mencatat bahwa Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan Bank tertua di Indonesia. Benar dan bahkan lebih tua dibandingkan dengan usia kemerdekaan bangsa kita Indonesia. Buktinya, seperti ditulis di Wikipedia Bank yang pertama kali didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah pada tanggal 16 Desember 1895 oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia itu. Ya, begitu lamanya sudah. Jadi, bayangkan saja, bagaimana kala itu Bank BRI lahir dengan nama itu?

Nah, jadi penasaran bukan? Ya, tentu saja sangat penasaran. Apalagi kalau kita runut sejarah kemerdekaan Indonesia yang diperoleh pada tanggal 17 Agustus 1945 itu. Jadi semakin penasaran bukan?  Sekali lagi, ya sangat penasaran bukan? Ya, jelas sangat penasaran. Penasaran itu bagus, karena dengan adanya rasa penasaran, kita akan terdorong untuk mempelajari perjalanan hidup bank  yang sudah melewati satu abad. 

Dengan panjangnya usia bank ini, maka kita tidak perlu mengkaji hal-hal seperti bagaimana mungkin dan bagaimana p[ada saat itu dan kemudian bisa menjadi Bank BRI dan sebagainya. Oleh sebab itu, dalam tulisan yang singkat ini, akan lebih baik bila kita mencoba melihat BRI dari berbagai perspektif, perkembangan dan kontribusinya dalam perjalanannya berevolusi hingga kini. Untuk hal ini kita bisa mengurai banyak hal dari bank yang satu ini.

Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagai sebuah lembaga keuangan yang kini dikenal sebagai sebuah Perusahaan Terbatas, Bank BRI, dalam perkembangan hidupnya selama 122 tahun, sebagaimana layaknya organisasi atau lembaga lain, bank BRI tumbuh dan berkembang secara evolusif, bukan reformatif itu memberikan makna bahwa, bank ini hidup dan berkembang secara bertahap sesuai dengan perkembagan zaman. Ya, Bank ini mengikuti perubahan zaman dengan terus beradabtasi untuk bisa memberikan pelayanan dengan hati. Logikanya, Bank yang hidup dari upaya memberikan pelayanan jasa keuangan kepada rakyat, tidak boleh tergilas oleh zaman. Karena biasanya, ketika zaman berubah, tidak mungkin bank tidak berubah. 

Ketika zaman berubah, kebutuhan orang juga ikut berubah. Makanya, dari perubahan yang evolusif itu, kiranya masing-masing kita punya catatan. Ya punya cerita dan pengalaman dalam menggunakan layanan bank BRI ini. Tentu sesuai dengan apa yang kita tahu, kita bisa dan mau. Yang jelas, BRI itu telah melewati dan mengalami banyak perubahan, melewati fase-fase yang mungkin berbeda. Jadi, ketika kita bicara mengenai proses evolusi itu, pasti banyak yang bertanya, seperti apa evolusi Bank BRI selama 122 tahun itu? Ya perubahan apa saja yang sudah terjadi selama 122 tahun ini?

Bagi yang berumur belasan tahun, pasti tidak bisa melihat secara langsung perubahan, tetapi sebagai bagian dari manusia pembelajar, tahapan-tahapan perjalanan perbuahan yang evolusif itu bisa dipelajari dari sejarah bank itu dan juga bisa diperoleh dengan membaca dan bertanya kepada orang-orang yang sudah lama dan pernah tahu tentang perkembangan bank BRI itu.

Pasti ada banyak tahapan perubahan yang terjadi dalam konteks evolusi yang terjadi di bank yang sudah cukup tua ini. Sebagai bank yang terus tumbuh dan berkembang, maka perubahan yang terjadi ada pada kebutuhan tenaga kerja. Ketika satu cabang atau satu kantor unit, maupun kantor kas dibuka, maka konsekwensinya adalah menambah tanaga kerja (manpower). Apalagi melihat jumlah bank yang ada di setiap provinsi ada kantor cabang dan kantor wilayah, maka dapat diprediksi berapa tenaga kerja yang dapat bertambah dan diserap. Apalagi bank BRI sebagai bank yang menggunakan icon rakyat itu ada hingga ke tingkat kecamatan dan bahkan unit desa, m

aka dapat dikatakan bahw bank BRI merupakan bank yang menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Ini jelas sebuah perubahan besar yang dilakukan bank BRI hingga di usia 122 tahun ini.  Nah, coba perhatikan data bank BRI di bawah ini dalam Jaringan Usaha. Ada berapa banyak tenaga kerja terserap untuk data berikut ini?

  • 1 Kantor Pusat
  • 19 Kantor Wilayah
  • 461 Kantor Cabang (termasuk 3 Unit Kerja Luar Negeri)
  • 584 Kantor Cabang Pembantu
  • 971 Kantor Kas
  • 5.293 BRI Unit
  • 2.457 Teras BRI
  • 610 Teras BRI Keliling
  • 152.443 Jaringan e-channnel (ATM, EDC, CDM, E-Buzz)di seluruh Indonesia

Ternyata, saat ini  menurut Detik Finance, 10 November 2017, komposisi dari sekitar 130 ribu karyawan BRI. Jumlah itu, 55% merupakan karyawan support dan 45% merupakan karyawan penjualan. Jelaslah, bila melihat data tersebut, bank BRI sudah berkontribusi sangat besar dalam menampung tenaga kerja di Indonesia hingga saat ini. Jadi, dapat dikatakan bahwa bank BRI secara evolusif terus meningkatkan jumlah tenaga kerjanya dari tahun ke tahun.

Kedua, sejalan dengan panjang dan lamanya usia bank ini, maka dalam perspektif pengembangan pengetahuan dan literasi keuangan (knowledge development and finance literacy), Bank BRI adalah sebuah sumber belajar atau resource center dalam pengembangan ilmu dan literasi keuangan di tanah air. Paling tidak, selama ini, bank BRI sudah meningkatkan pengetahuan literasi keuangan, perbankan, pemasaran dan sebagainya kepada lebih dari 130.000 pekerja atau karyawan. 

Tentu bukan hanya itu, sebagaimana kebiasaan bank-bank selama ini, selalu ada program-program pendidikan dalam berbagai bentuk inisiatif dan pembiayaan terhadap pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik di internal bank, maupun di luar bank. Misalnya, untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, Bank BRI pasti harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Direktur Keuangan BRI, Haru Koesmahargyo mengatakan, keseriusan BRI mengembangkan digital bankin dengan menambah belanja modal (capital expenditure/capex) dari tahun ini Rp 5 triliun menjadi Rp 7 triliun di tahun depan. "Untuk penggunaannya 40% tahun ini untuk IT, tahun dengan 40-50% juga untuk IT. Sangat besar bukan?

Ketiga, sebagaimana layaknya perusahaan-perusahaan lain di tanah air dan juga dunia, Bank BRI sebagai sebuah perusahaan atau corporate yang besar, pasti juga memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR). Sejalan dengan hal itu, bila kita melihat lebih dekat terkait dana CSR, maka Bank BRI dari tahun-ke tahun berevolusi dalam hal memberikan bantuan social lewat pundi-pundi CSRnya. Distribusi CSR yang diberikan ke berbagai bidang dan pihak sesuai dengan kebijakan BRI. Dengan demikian, maka data dikatakan pula bahwa BRI secara evolusi ikut menjalankan fungsi social kepada bangsa Indonesia. Bukan hanya evolusif, tetapi juga secara berkelanjutan (sustainable)

Tentu akan banyak lagi hal yang bisa kita temukan bila kita mau melacak jejak evolusi Bank BRI di saat bank ini merayakan ulang tahun yang ke 122 tahun. Namu, untuk tulisan yang singkat ini, yang dipaparkan hanya sebanyak tiga hal, yakni dari sector ketenagakerjaan (manpower), kedua pada sector pengembangan pengetahuan, kemampuan dan literasi keuangan kepada kepentingan internal dan eksternal dan ketiga terkait dengan  program CSR dan penyaluranya kepada kepentingan social, pendidikan, lingkungan dan sebagainya.

Selayaknya kita ikut berbangga dan merayakan kesuksesan dan keberlanjutan serta keberlangsungan Bank BRI menjadi bank tertua dan terluas jaringanya di nusantara ini. Selamat ulang tahun yang ke 122. Teruslah melayani dengan setulus hati. Pasti rakyat akan selalu dekat.